FAMILY
BPA Fair Resmi Dibuka, Publik 'Gas' Berburu dari Tas Mewah hingga Mobil Sport
A. Firdaus
Senin 18 Mei 2026 / 17:16
- Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perubahan tata kelola aset negara.
- Sejumlah aset yang telah dilelang sejak rangkaian pre-event pada April lalu berhasil terjual jauh di atas harga limit.
- Sekitar 400 peserta tercatat telah menyetor uang jaminan lelang.
Jakarta: Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI resmi membuka gelaran BPA Fair 2026 di Kantor Badan Pemulihan Aset. Ajang ini bukan hanya menjadi kegiatan lelang aset negara, tetapi juga simbol transformasi baru dalam pengelolaan barang rampasan hasil tindak pidana.
Mengusung tiga pilar utama yakni transparansi, integritas, dan akselerasi pemulihan aset, BPA Fair 2026 mencoba menghadirkan proses lelang yang lebih terbuka kepada publik, sekaligus mendorong optimalisasi pengembalian aset untuk negara.
Kepala Badan Pemulihan Aset, Kuntadi, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perubahan tata kelola aset negara.
“Melalui pergelaran BPA Fair ini, masyarakat beserta seluruh pemangku kepentingan diajak untuk melihat secara langsung alur transparan pengurusan aset yang dikelola oleh negara,” ujarnya dalam pidato pembukaan.
Dalam pelaksanaannya, BPA Fair 2026 melelang sebanyak 308 aset yang dibagi dalam 245 lot. Targetnya, sekitar 75 persen aset dapat terjual sehingga memberikan manfaat maksimal bagi keuangan negara.
Menariknya, sejumlah aset yang telah dilelang sejak rangkaian pre-event pada April lalu berhasil terjual jauh di atas harga limit.

Salah satunya lelang tanah di Jatake, Kabupaten Tangerang, yang memiliki nilai limit Rp6,8 miliar namun laku hingga Rp32,2 miliar atau naik sekitar 460 persen. Selain itu, lelang minyak dan tanah di Benoa, Bali, juga mencatat penjualan di atas harga limit awal.
Antusiasme publik terhadap BPA Fair 2026 juga terlihat dari tingginya jumlah pengunjung dan peserta lelang. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 104 ribu orang mengunjungi situs resmi BPA Fair 2026, sementara sekitar 3.400 orang telah mendaftar sebagai visitor acara.
Tak hanya itu, sekitar 400 peserta tercatat telah menyetor uang jaminan lelang. Angka ini menunjukkan peningkatan serious potential buyer hingga 300 persen dibanding sebelumnya.
Kuntadi juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat, mulai dari jajaran Kejaksaan RI, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, hingga bank-bank Himbara yang mendukung proses pemulihan aset negara.
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam kegiatan lelang seperti ini menjadi bentuk kontribusi nyata bagi negara.
“Semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak aset yang akan terjual dan semakin besar manfaat yang dikembalikan kepada negara,” katanya.
Acara pembukaan BPA Fair 2026 turut dihadiri Todotua Pasaribu, Rudi Margono, serta sejumlah perwakilan kementerian dan perbankan nasional.
Melalui BPA Fair 2026, Badan Pemulihan Aset berharap pengelolaan barang rampasan negara tidak lagi dipandang tertutup, melainkan menjadi proses yang transparan, profesional, dan memberi dampak nyata bagi pemulihan ekonomi negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Mengusung tiga pilar utama yakni transparansi, integritas, dan akselerasi pemulihan aset, BPA Fair 2026 mencoba menghadirkan proses lelang yang lebih terbuka kepada publik, sekaligus mendorong optimalisasi pengembalian aset untuk negara.
Kepala Badan Pemulihan Aset, Kuntadi, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perubahan tata kelola aset negara.
“Melalui pergelaran BPA Fair ini, masyarakat beserta seluruh pemangku kepentingan diajak untuk melihat secara langsung alur transparan pengurusan aset yang dikelola oleh negara,” ujarnya dalam pidato pembukaan.
Dalam pelaksanaannya, BPA Fair 2026 melelang sebanyak 308 aset yang dibagi dalam 245 lot. Targetnya, sekitar 75 persen aset dapat terjual sehingga memberikan manfaat maksimal bagi keuangan negara.
Menariknya, sejumlah aset yang telah dilelang sejak rangkaian pre-event pada April lalu berhasil terjual jauh di atas harga limit.

Salah satunya lelang tanah di Jatake, Kabupaten Tangerang, yang memiliki nilai limit Rp6,8 miliar namun laku hingga Rp32,2 miliar atau naik sekitar 460 persen. Selain itu, lelang minyak dan tanah di Benoa, Bali, juga mencatat penjualan di atas harga limit awal.
Antusiasme publik terhadap BPA Fair 2026 juga terlihat dari tingginya jumlah pengunjung dan peserta lelang. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 104 ribu orang mengunjungi situs resmi BPA Fair 2026, sementara sekitar 3.400 orang telah mendaftar sebagai visitor acara.
Tak hanya itu, sekitar 400 peserta tercatat telah menyetor uang jaminan lelang. Angka ini menunjukkan peningkatan serious potential buyer hingga 300 persen dibanding sebelumnya.
Kuntadi juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat, mulai dari jajaran Kejaksaan RI, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, hingga bank-bank Himbara yang mendukung proses pemulihan aset negara.
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam kegiatan lelang seperti ini menjadi bentuk kontribusi nyata bagi negara.
“Semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak aset yang akan terjual dan semakin besar manfaat yang dikembalikan kepada negara,” katanya.
Acara pembukaan BPA Fair 2026 turut dihadiri Todotua Pasaribu, Rudi Margono, serta sejumlah perwakilan kementerian dan perbankan nasional.
Melalui BPA Fair 2026, Badan Pemulihan Aset berharap pengelolaan barang rampasan negara tidak lagi dipandang tertutup, melainkan menjadi proses yang transparan, profesional, dan memberi dampak nyata bagi pemulihan ekonomi negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)