FAMILY

Letdown Bikin Perih? Busui Nggak Sendiri, Ini Penjelasannya

A. Firdaus
Kamis 26 Februari 2026 / 18:14
Ringkasnya gini..
  • Sensasi seperti jarum menusuk atau kesemutan di payudara.
  • Setiap ibu dapat merasakan sensasi yang berbeda saat refleks letdown terjadi.
  • Sumbatan pada saluran ASI dapat menimbulkan benjolan.
Jakarta: Momen menyusui sering digambarkan sebagai pengalaman hangat dan penuh kedekatan, antara ibu dan bayi. Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit ibu yang justru merasakan sensasi tidak nyaman, terutama di awal sesi menyusui.

Rasa perih, seperti tertusuk jarum, payudara terasa penuh secara tiba-tiba. Bahkan hingga nyeri yang membuat tubuh refleks menahan napas, semua itu bisa terjadi saat refleks letdown muncul.

Kondisi ini kerap membuat khawatir. Apalagi jika rasa sakit datang berulang setiap kali menyusui.  

Apa itu letdown?


Letdown adalah refleks alami tubuh, yang membuat ASI mulai mengalir keluar dari payudara saat bayi menyusu. Refleks ini terjadi secara otomatis sebagai respons, terhadap rangsangan pada puting.

Ketika bayi mulai menyusu, memompa ASI, mendengar bayi menangis, atau bahkan hanya memikirkan bayi, saraf di puting mengirim sinyal ke otak. Otak kemudian melepaskan dua hormon penting dalam proses menyusui, yaitu oksitosin dan prolaktin.

Oksitosin berperan membuat otot-otot kecil di sekitar kelenjar susu berkontraksi, sehingga ASI terdorong keluar melalui saluran menuju puting. Hormon ini juga membantu melebarkan saluran ASI, agar alirannya lebih lancar.

Prolaktin bertugas merangsang produksi ASI, agar persediaan tetap mencukupi kebutuhan bayi. Refleks ini bisa terjadi beberapa kali dalam satu sesi menyusui, terutama ketika aliran ASI mulai melambat lalu kembali meningkat.
 

Bagaimana rasanya letdown?


Setiap ibu dapat merasakan sensasi yang berbeda saat refleks letdown terjadi. Ada yang hampir tidak merasakan apa pun, tetapi ada juga yang merasakan sensasi cukup kuat hingga terasa menyakitkan. Beberapa sensasi yang umum dirasakan antara lain:

- Sensasi seperti jarum menusuk atau kesemutan di payudara.

- Rasa penuh yang datang tiba-tiba dan terasa menekan.

- ASI menetes dari payudara sebelah yang tidak sedang dihisap.

- Rasa haus mendadak, yang kemungkinan berkaitan dengan pelepasan hormon oksitosin.

Pada minggu-minggu awal menyusui, sensasi ini biasanya terasa lebih kuat. Seiring waktu, tubuh akan semakin beradaptasi, sehingga refleks letdown mungkin tidak lagi terasa seintens sebelumnya.
 

Apa yang menyebabkan letdown terasa menyakitkan?


Letdown yang terasa perih atau menyengat bisa dipicu oleh beberapa kondisi pada payudara. Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa penyebab yang cukup sering terjadi.
 

1. Produksi ASI berlebihan (oversupply)


Produksi ASI yang terlalu banyak, dapat membuat tekanan di dalam payudara meningkat. Saat letdown terjadi, aliran yang deras bisa menimbulkan rasa nyeri dan membuat puting terasa sensitif.
 

2. Saluran ASI tersumbat


Sumbatan pada saluran ASI dapat menimbulkan benjolan dan rasa nyeri, terutama ketika refleks letdown mendorong ASI melewati bagian yang tersumbat.
 

3. Mastitis atau radang jaringan payudara


Peradangan pada jaringan payudara dapat menyebabkan nyeri, sensasi terbakar, kemerahan, hingga demam. Saat menyusui, rasa sakit bisa terasa lebih intens.
 

4. Infeksi jamur pada puting


Infeksi jamur sering menimbulkan sensasi menusuk, terbakar, atau perih tajam pada puting, baik saat menyusui maupun setelahnya.
 

5. Puting pecah-pecah


Kulit puting yang terluka atau kering dapat membuat setiap hisapan terasa sangat menyakitkan, terutama saat aliran ASI mulai deras.
 

6. Milk bleb (bintil susu)


Pori puting yang tersumbat dapat membentuk titik putih kecil, yang terasa nyeri ketika bayi menyusu.
 

7. Vasospasme puting


Penyempitan pembuluh darah pada puting dapat mengganggu aliran darah dan menimbulkan nyeri tajam, terutama saat kondisi tubuh kedinginan. 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH