FAMILY
Payudara Nyeri saat Menyusui? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
A. Firdaus
Kamis 26 Februari 2026 / 15:15
- Sekitar 4,5% perempuan mengalami kondisi ini pada tahun pertama masa menyusui.
- Sebagian besar kasus saluran susu tersumbat dapat ditangani sendiri di ruma.
- Saluran susu merupakan tabung kecil.
Jakarta: Jika sedang menyusui lalu terasa ada benjolan atau nyeri di payudara, kemungkinan terjadi saluran susu yang tersumbat. Kondisi ini memang bisa terasa tidak nyaman, bahkan membuat khawatir.
Namun, tidak perlu langsung panik karena saluran susu tersumbat termasuk masalah yang cukup sering terjadi, pada masa menyusui dan dalam banyak kasus dapat membaik sendiri dalam beberapa hari.
Hal terpenting adalah menjaga peradangan tetap terkendali, serta memastikan aliran susu tetap berjalan, tanpa memaksakan pengosongan berlebihan.
Dilansir dari BabyCenter, saat ini, para ahli menyarankan pendekatan yang lebih lembut dibandingkan metode lama. Dulu, pijatan kuat dan kompres panas sering dianjurkan, tetapi kini diketahui cara tersebut bisa memperparah peradangan pada jaringan payudara.
Sebagai gantinya, langkah sederhana seperti cukup istirahat, penggunaan kompres es, serta obat anti-nyeri seperti ibuprofen sering kali sudah membantu meredakan keluhan sehingga proses menyusui bisa kembali nyaman.
Saluran susu merupakan tabung kecil, seperti sedotan yang membawa ASI dari kelenjar susu menuju puting. Ketika produksi ASI lebih cepat dibandingkan pengeluarannya, susu dapat menumpuk di dalam saluran.
Penumpukan ini membuat jaringan di sekitarnya membengkak dan meradang, lalu menekan saluran hingga terjadi penyumbatan. Kondisi ini dikenal sebagai saluran susu tersumbat atau blocked duct.
Menurut sebuah penelitian, sekitar 4,5% perempuan mengalami kondisi ini pada tahun pertama masa menyusui.
Sumbatan bisa muncul di berbagai area yang memiliki saluran susu, termasuk di bagian puting yang dapat menimbulkan benjolan susu, di bagian payudara mana pun, bahkan hingga mendekati area ketiak. Gejalanya bisa berupa nyeri lokal, terasa keras, kemerahan, atau rasa tidak nyaman saat menyusui.
Kabar baiknya, sebagian besar kasus saluran susu tersumbat dapat ditangani sendiri di rumah, dengan perawatan sederhana dan pemantauan kondisi.
Namun, tetap perlu waspada karena bila tidak membaik, sumbatan dapat berkembang menjadi mastitis, yaitu peradangan jaringan payudara yang terasa nyeri dan berpotensi menjadi infeksi.
Jika dalam beberapa hari keluhan tidak membaik, atau muncul tanda mastitis seperti demam, gejala mirip flu, serta area payudara terasa panas dan sangat nyeri, segera hubungi dokter. Pada mastitis yang sudah disebabkan bakteri, pengobatan antibiotik mungkin diperlukan.
“Merasa ada saluran susu yang tersumbat bisa menakutkan bagi ibu, terutama karena cerita horor tentang mereka yang berkembang menjadi mastitis,” kata Kate Shand, konsultan laktasi bersertifikat internasional.
"Tapi kita sekarang tahu bahwa saluran susu yang tersumbat dan kebanyakan kasus mastitis disebabkan oleh peradangan yang dapat ditangani di rumah dengan es, ibuprofen, dan pemantauan yang cermat," tambahnya.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Namun, tidak perlu langsung panik karena saluran susu tersumbat termasuk masalah yang cukup sering terjadi, pada masa menyusui dan dalam banyak kasus dapat membaik sendiri dalam beberapa hari.
Hal terpenting adalah menjaga peradangan tetap terkendali, serta memastikan aliran susu tetap berjalan, tanpa memaksakan pengosongan berlebihan.
Dilansir dari BabyCenter, saat ini, para ahli menyarankan pendekatan yang lebih lembut dibandingkan metode lama. Dulu, pijatan kuat dan kompres panas sering dianjurkan, tetapi kini diketahui cara tersebut bisa memperparah peradangan pada jaringan payudara.
Sebagai gantinya, langkah sederhana seperti cukup istirahat, penggunaan kompres es, serta obat anti-nyeri seperti ibuprofen sering kali sudah membantu meredakan keluhan sehingga proses menyusui bisa kembali nyaman.
Apa itu saluran susu tersumbat?
Saluran susu merupakan tabung kecil, seperti sedotan yang membawa ASI dari kelenjar susu menuju puting. Ketika produksi ASI lebih cepat dibandingkan pengeluarannya, susu dapat menumpuk di dalam saluran.
Penumpukan ini membuat jaringan di sekitarnya membengkak dan meradang, lalu menekan saluran hingga terjadi penyumbatan. Kondisi ini dikenal sebagai saluran susu tersumbat atau blocked duct.
Menurut sebuah penelitian, sekitar 4,5% perempuan mengalami kondisi ini pada tahun pertama masa menyusui.
Sumbatan bisa muncul di berbagai area yang memiliki saluran susu, termasuk di bagian puting yang dapat menimbulkan benjolan susu, di bagian payudara mana pun, bahkan hingga mendekati area ketiak. Gejalanya bisa berupa nyeri lokal, terasa keras, kemerahan, atau rasa tidak nyaman saat menyusui.
Kabar baiknya, sebagian besar kasus saluran susu tersumbat dapat ditangani sendiri di rumah, dengan perawatan sederhana dan pemantauan kondisi.
Namun, tetap perlu waspada karena bila tidak membaik, sumbatan dapat berkembang menjadi mastitis, yaitu peradangan jaringan payudara yang terasa nyeri dan berpotensi menjadi infeksi.
Jika dalam beberapa hari keluhan tidak membaik, atau muncul tanda mastitis seperti demam, gejala mirip flu, serta area payudara terasa panas dan sangat nyeri, segera hubungi dokter. Pada mastitis yang sudah disebabkan bakteri, pengobatan antibiotik mungkin diperlukan.
“Merasa ada saluran susu yang tersumbat bisa menakutkan bagi ibu, terutama karena cerita horor tentang mereka yang berkembang menjadi mastitis,” kata Kate Shand, konsultan laktasi bersertifikat internasional.
"Tapi kita sekarang tahu bahwa saluran susu yang tersumbat dan kebanyakan kasus mastitis disebabkan oleh peradangan yang dapat ditangani di rumah dengan es, ibuprofen, dan pemantauan yang cermat," tambahnya.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)