FAMILY
Alert Buat New Parents! Ini Gejala Dehidrasi pada Bayi yang Sering Dianggap Sepele
Yatin Suleha
Senin 26 Januari 2026 / 18:06
Jakarta: Dehidrasi adalah kondisi serius yang bisa terjadi pada bayi jika tubuh mereka kehilangan lebih banyak cairan daripada yang mereka konsumsi.
Bayi dan anak kecil lebih mudah mengalami dehidrasi karena tubuh mereka kecil dan kebutuhan cairan tinggi.
Dehidrasi ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti sakit atau cuaca panas. Penting untuk mengenali tanda-tandanya dini agar bisa ditangani cepat.
Bayi dan anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa. Dehidrasi dapat terjadi jika bayi mengonsumsi cairan lebih sedikit daripada yang dia hilangkan melalui muntah, diare, demam, atau berkeringat.
Dehidrasi dapat bersifat ringan dan mudah diatasi, tetapi juga dapat bersifat sedang, parah, atau bahkan mengancam nyawa.
Orang tua perlu selalu memantau asupan cairan bayi, terutama saat bayi sakit. Jika tidak ditangani, dehidrasi bisa memengaruhi fungsi organ tubuh, seperti jantung dan otak.
.jpg)
(Bayi dehidrasi ditandai dengan popok kering lebih dari 3-6 jam, mulut/bibir kering, dan mata atau ubun-ubun terlihat cekung. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Tanda-tanda dehidrasi bisa berbeda tergantung tingkat keparahannya. Gejala ringan hingga sedang muncul lebih dulu, dan jika diabaikan, bisa berkembang menjadi serius.
Dilansir dari BabyCenter salah satu dari tanda-tanda berikut dapat menunjukkan bahwa bayi mengalami dehidrasi atau sedang menuju dehidrasi:
1. Bermain lebih sedikit dari biasanya
2. Tidak mengganti popok basah selama lebih dari enam jam
3. Air kencing yang terlihat lebih gelap dan berbau lebih kuat dari biasanya
4. Lesu
5. Mulut dan bibir kering dan pecah-pecah
6. Tidak ada atau sedikit air mata saat menangis
Untuk dehidrasi yang lebih serius, tanda-tandanya lebih jelas dan memerlukan perhatian segera. Tanda-tanda bayi mungkin mengalami dehidrasi serius, seperti mata cekung.
Tangan dan kaki terasa dingin dan terlihat bercak-bercak, mengantuk berlebihan atau rewel, fontanel cekung (titik lunak di kepala bayi), kulit keriput, buang air kecil hanya 1 atau 2 kali sehari.
Gejala ini bisa muncul secara bertahap. Misalnya, bayi yang biasanya aktif tiba-tiba menjadi lesu, atau popoknya tidak basah selama berjam-jam.
Orang tua harus memeriksa bayi secara rutin, terutama saat cuaca panas atau saat bayi muntah-muntah. Jika melihat beberapa gejala, jangan tunggu dan segera hubungi dokter.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Bayi dan anak kecil lebih mudah mengalami dehidrasi karena tubuh mereka kecil dan kebutuhan cairan tinggi.
Dehidrasi ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti sakit atau cuaca panas. Penting untuk mengenali tanda-tandanya dini agar bisa ditangani cepat.
Bayi dan anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa. Dehidrasi dapat terjadi jika bayi mengonsumsi cairan lebih sedikit daripada yang dia hilangkan melalui muntah, diare, demam, atau berkeringat.
Dehidrasi dapat bersifat ringan dan mudah diatasi, tetapi juga dapat bersifat sedang, parah, atau bahkan mengancam nyawa.
Orang tua perlu selalu memantau asupan cairan bayi, terutama saat bayi sakit. Jika tidak ditangani, dehidrasi bisa memengaruhi fungsi organ tubuh, seperti jantung dan otak.
Gejala dehidrasi pada bayi
.jpg)
(Bayi dehidrasi ditandai dengan popok kering lebih dari 3-6 jam, mulut/bibir kering, dan mata atau ubun-ubun terlihat cekung. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Tanda-tanda dehidrasi bisa berbeda tergantung tingkat keparahannya. Gejala ringan hingga sedang muncul lebih dulu, dan jika diabaikan, bisa berkembang menjadi serius.
Dilansir dari BabyCenter salah satu dari tanda-tanda berikut dapat menunjukkan bahwa bayi mengalami dehidrasi atau sedang menuju dehidrasi:
1. Bermain lebih sedikit dari biasanya
2. Tidak mengganti popok basah selama lebih dari enam jam
3. Air kencing yang terlihat lebih gelap dan berbau lebih kuat dari biasanya
4. Lesu
5. Mulut dan bibir kering dan pecah-pecah
6. Tidak ada atau sedikit air mata saat menangis
Untuk dehidrasi yang lebih serius, tanda-tandanya lebih jelas dan memerlukan perhatian segera. Tanda-tanda bayi mungkin mengalami dehidrasi serius, seperti mata cekung.
Tangan dan kaki terasa dingin dan terlihat bercak-bercak, mengantuk berlebihan atau rewel, fontanel cekung (titik lunak di kepala bayi), kulit keriput, buang air kecil hanya 1 atau 2 kali sehari.
Baca Juga :
Moms Ini Waktu Ideal Bayi Mulai Bisa Duduk
Gejala ini bisa muncul secara bertahap. Misalnya, bayi yang biasanya aktif tiba-tiba menjadi lesu, atau popoknya tidak basah selama berjam-jam.
Orang tua harus memeriksa bayi secara rutin, terutama saat cuaca panas atau saat bayi muntah-muntah. Jika melihat beberapa gejala, jangan tunggu dan segera hubungi dokter.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)