FAMILY

Stop Pakai Warna Ini Kalau Mau Rumah Tetap Aesthetic di 2026!

A. Firdaus
Sabtu 28 Maret 2026 / 16:10
Ringkasnya gini..
  • Perkembangan gaya interior yang kini lebih mengarah ke nuansa hangat.
  • Warna hitam sempat jadi favorit untuk menciptakan kesan modern.
  • Rumah tidak lagi sekadar terlihat bersih.
Jakarta: Tren warna cat rumah terus berubah seiring waktu. Warna yang dulu dianggap modern dan estetik, sekarang bisa terasa membosankan bahkan terlihat ketinggalan zaman. 

Banyak orang masih memilih warna 'aman' tanpa sadar, kalau penggunaannya yang berlebihan justru bikin tampilan rumah terasa kurang segar.

Selain itu, perkembangan gaya interior yang kini lebih mengarah ke nuansa hangat, natural, dan penuh karakter juga ikut memengaruhi pilihan warna. Rumah tidak lagi sekadar terlihat bersih, tetapi juga diharapkan punya suasana yang nyaman dan hidup. 
Dilansir dari bhg.com, beberapa warna yang dulu populer mulai ditinggalkan dan digantikan dengan pilihan, yang lebih lembut serta timeless.
 

1. Putih Murni


Dulu, putih murni sempat jadi simbol rumah modern, terutama saat tren minimalis sedang populer. Namun sekarang, warna ini mulai dianggap terlalu dingin dan kurang memiliki karakter.

Menurut Andrea Sinkin, putih cerah dengan undertone biru, bisa membuat ruangan terasa kaku dan kurang nyaman.

“Dulu saya sering menggunakan putih murni pada konstruksi baru dan bangunan baru, tetapi sekarang saya ingin rumah terasa memiliki lebih banyak jiwa,” katanya.

Sebagai alternatif, ia memilih warna yang tetap terang tetapi lebih hangat, seperti White Dove dari Benjamin Moore. “Kami sudah menggunakannya selama 20 tahun,” katanya. 

“White Dove memiliki kehangatan yang cocok dengan palet warna apa pun, yang bisa kamu bayangkan,” tambahnya.

Warna putih dengan sentuhan hangat ini tetap memberi kesan bersih, tetapi terasa lebih ramah dan hidup dibanding putih yang terlalu terang.
 

2. Hitam


Warna hitam sempat jadi favorit untuk menciptakan kesan modern, terutama pada bagian eksterior atau trim interior. Namun, penggunaannya yang terlalu sering, justru membuat tampilannya terasa cepat usang.

Menurut Dusti Jones, hitam tidak selalu jadi pilihan terbaik untuk menciptakan kesan modern. “Hitam bisa langsung membuat rumah terlihat ketinggalan zaman,” kata desainer Dusti Jones. 

“Gaya rumah dan jumlah, yang digunakan akan menentukan apakah hitam digunakan dalam keseimbangan, yang komplementer atau dibawa masuk untuk ‘mengangkat beban’, dalam upaya membuat rumah terasa lebih modern hanya dengan penambahan warna tren yang cepat,” tambahnya.

Kombinasi hitam dan putih kontras yang dulu sangat populer, kini juga mulai terasa terlalu sering digunakan, bahkan dianggap sudah melewati masa tren.

Sebagai gantinya, warna netral hangat seperti cokelat kini lebih diminati, karena memberi kesan modern, lembut, dan tetap elegan.
 

3. Hijau Sage


Hijau sage sempat jadi pilihan favorit saat tren abu-abu mulai ditinggalkan. Warna ini dikenal memberikan kesan natural dan menenangkan, terutama pada rumah bergaya minimalis atau rustic.

Namun, karena terlalu sering digunakan, warna ini kini mulai terasa biasa dan kurang fresh. Menurut Cathleen Gruver, desainer utama di Grover Cooley, warna ini sudah mulai kehilangan daya tariknya.

“Hijau sage pernah sangat populer pada awal 2010-an, terutama di ruang bergaya rumah pedesaan dan transisi,” kata Gruver. 

“Meskipun tidak menyinggung, warna ini kini terasa sedikit berlebihan dan terlalu diprediksi, terutama varian yang terlalu condong ke kuning,” tambahnya.

Sebagai alternatif, warna hijau yang lebih dalam, seperti olive atau eucalyptus kini lebih disukai. Warna-warna ini tetap memberikan nuansa alami, tetapi terasa lebih kaya, elegan, dan cocok untuk berbagai gaya rumah.

Dengan memilih warna yang lebih hangat dan berkarakter, tampilan rumah bisa terasa lebih segar, tidak monoton, dan tetap relevan dengan tren yang terus berkembang.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH