desain meja bar dapur minimalis. Foto: Freepik
desain meja bar dapur minimalis. Foto: Freepik

Mau Punya Rumah Sekaligus Isi? BTN Hadirkan KPR Bundling

Annisa ayu artanti • 11 April 2026 15:34
Ringkasnya gini..
  • BTN siapkan KPR bundling dengan kredit tambahan dalam satu akad.
  • Nasabah bisa biayai isi rumah tanpa pinjaman terpisah.
  • Skema ini lebih efisien dan bantu tekan risiko kredit macet.
Jakarta: Kabar menarik bagi kamu yang berencana membeli rumah. PT Bank Tabungan Negara Tbk atau BTN tengah menyiapkan inovasi pembiayaan berupa bundling Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang memungkinkan nasabah mendapatkan kredit tambahan dalam satu akad.
 
Melalui skema ini, nasabah tidak hanya bisa membeli rumah, tetapi juga sekaligus membiayai kebutuhan isi rumah seperti furnitur hingga peralatan elektronik.

Uji coba dimulai, siap diperluas tahun ini

“Produk bundling kita akan jalankan piloting-nya bulan ini. Jadi semester dua sudah pasti kita masifkan. Ini sudah bolak-balik kita bicarakan (di BTN). Sebenarnya kan produk ini sudah ada, sistemnya saja tinggal disatukan,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu di Bandung, dilansir Antara, Sabtu, 11 April 2026.
 
Nixon menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang sebagai solusi pembiayaan terintegrasi bagi nasabah perumahan dengan menggabungkan KPR dan kredit konsumtif dalam satu proses dan satu akad.

Melalui skema tersebut, nasabah tidak hanya memperoleh pembiayaan untuk pembelian rumah, tetapi juga dapat mengakses kredit tambahan untuk kebutuhan isi rumah seperti furnitur, peralatan elektronik, dan kebutuhan dasar lainnya.
 
Baca juga: Simulasi KPR BTN untuk Rumah Rp500 Juta, Cicilan Mulai Segini

Ia juga mengatakan bahwa integrasi ini dilakukan untuk menghindari nasabah mencari pembiayaan tambahan dari sumber lain yang berisiko tinggi, termasuk pinjaman daring (pindar) yang dapat berdampak pada kemampuan bayar.

KPR dan kredit konsumtif jadi satu paket

Selain itu, perseroan juga tengah mengembangkan bundling lanjutan yang mencakup pembiayaan kendaraan bermotor, dengan fokus pada kendaraan listrik sebagai bagian dari pengembangan produk ke depan.
 
“Termasuk KKB (kredit kendaraan bermotor). Kita lagi bikin PKS (perjanjian kerja sama) dengan satu multifinance untuk kendaraan. Kita lagi dorong supaya kendaraannya kalau bisa listrik,” kata Nixon.
 
Menurut dia, penggabungan beberapa fasilitas dalam satu akad akan menekan biaya pemrosesan karena analisis kredit dilakukan dalam satu siklus, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
 
Langkah ini juga diyakini dapat menurunkan rasio kredit bermasalah (NPL), mengingat salah satu penyebab utama NPL berasal dari kewajiban nasabah di lembaga lain yang tidak terpantau dalam pembiayaan awal.
 
Dari sisi pricing, skema bundling ini tetap mempertahankan bunga KPR sesuai ketentuan, sementara kredit tambahannya ditawarkan dengan suku bunga yang lebih kompetitif dibandingkan pinjaman informal.
 
Nixon pun menegaskan bahwa seluruh fasilitas tetap diberikan berdasarkan prinsip kehati-hatian, termasuk melalui penilaian kemampuan bayar dan pengaturan limit kredit sesuai profil risiko nasabah.
 
“Pasti bergantung kemampuan bayar, repayment capacity, pengaturan limit, pastilah kaidah-kaidah itu kita atur. Tapi intinya adalah tidak akan ada dua atau tiga proses facility. Dalam satu proses, dalam satu akad, langsung kita keluarkan dua-tiga produk,” kata dia.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan