FAMILY
New Mom Life: 3 Hari Pertama Menyusui Anti Drama
Aulia Putriningtias
Senin 26 Januari 2026 / 16:00
Jakarta: Menyusui merupakan proses alami dialami oleh para ibu. Namun, proses menyusui tidak semudah kelihatannya, terutama pada saat tiga hari pertama setelah melahirkan. Dokter anak ini pun membagi tipsnya.
Menurut dr. I Gusti Ayu Nyoman Prawiti, Sp. A. atau akrab disapa dr. Tiwi, masa tiga hari pertama menyusui adalah kritis.
Ibu yang baru melahirkan memang perlu persiapan dalam menghadapinya, sebab akan menghadapi masa-masa paling tidak biasa.
"Para periode itu, sangat normal kalau ibu kurang tidur, karena bayi cenderung lebih aktif menyusu di malam hari saat hormon menyusui sedang tinggi-tingginya," papar dr. Tiwi dalam acara Newborn & Breastfeeding Class Blackmores Lacta Well di Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu dipantau oleh ibu selama masa memberikan ASI. Pertama, memantau berat badan.
Penurunan berat badan bayi hingga 10 persen dalam beberapa hari pertama adalah hal wajar, tetapi perlu dipantau setelah beberapa hari kemudian, apakah kembali naik atau tidak.
Kedua, kolostrum adalah emas. Sebaiknya para ibu tidak panik berlebihan ketika ASI belum keluar deras. Cairan pertama atau kolostrum yang hanya berupa tetesan kecil sangat kaya akan antibodi dalam melindungi usus bayi.
Ketiga, jangan lupa untuk membangunkan bayi dalam waktu-waktu tertentu. Bayi menghabiskan waktu untu tidur 18 hingga 20 jam dalam sehari.
(2).jpg)
(Pentingnya ASI (Air Susu Ibu) sangat besar karena merupakan nutrisi paling sempurna bagi bayi, memperkuat sistem kekebalan tubuhnya melawan penyakit, mendukung perkembangan otak dan fisik optimal. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jadi, sebaiknya membangunkan bayi dalam kurun setiap 2 jam untuk menyusui agar berat badannya tidak turun drastis.
Selain itu, dalam masa menyusui, penting mendapatkan peran pendukung keluarga, terutama suami. Keberhasilan menyusui juga datang dari orang-orang terdekat yang menjaga kondisi psikologis ibu. Ditambah, suplemen yang dikonsumsi juga turut membantu.
Untuk mendukung kelancaran memberikan ASI, Blackmores menghadirkan multivitamin Lacta Well. Senior Brand Manager Blackmores Indonesia, Juliana Nur Wulan, menjelaskan bahwa pengembangan produk ini berangkat dari realitas yang banyak dihadapi ibu menyusui di lapangan.
"Banyak ibu mengalami hambatan menyusui bukan semata karena faktor fisik, tetapi juga emosional. Rasa cemas, takut ASI tidak keluar, hingga tekanan psikologis justru membuat produksi ASI semakin tidak optimal," jelas Juliana.
Lacta Well diformulasikan dengan ekstrak fenugreek. Bahan ini telah melalui uji klinis dan terbukti dapat membantu meningkatkan kuantitas ASI, bahkan dalam 24 jam pertama konsumsi.
"Kami tidak hanya memikirkan kecukupan ASI untuk bayi, tetapi juga kondisi mental dan emosional ibunya. Ketika ibu merasa tenang dan senang, proses menyusui akan berjalan lebih alami," imbuh Diana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Menurut dr. I Gusti Ayu Nyoman Prawiti, Sp. A. atau akrab disapa dr. Tiwi, masa tiga hari pertama menyusui adalah kritis.
Ibu yang baru melahirkan memang perlu persiapan dalam menghadapinya, sebab akan menghadapi masa-masa paling tidak biasa.
"Para periode itu, sangat normal kalau ibu kurang tidur, karena bayi cenderung lebih aktif menyusu di malam hari saat hormon menyusui sedang tinggi-tingginya," papar dr. Tiwi dalam acara Newborn & Breastfeeding Class Blackmores Lacta Well di Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu dipantau oleh ibu selama masa memberikan ASI. Pertama, memantau berat badan.
Penurunan berat badan bayi hingga 10 persen dalam beberapa hari pertama adalah hal wajar, tetapi perlu dipantau setelah beberapa hari kemudian, apakah kembali naik atau tidak.
Kedua, kolostrum adalah emas. Sebaiknya para ibu tidak panik berlebihan ketika ASI belum keluar deras. Cairan pertama atau kolostrum yang hanya berupa tetesan kecil sangat kaya akan antibodi dalam melindungi usus bayi.
Ketiga, jangan lupa untuk membangunkan bayi dalam waktu-waktu tertentu. Bayi menghabiskan waktu untu tidur 18 hingga 20 jam dalam sehari.
(2).jpg)
(Pentingnya ASI (Air Susu Ibu) sangat besar karena merupakan nutrisi paling sempurna bagi bayi, memperkuat sistem kekebalan tubuhnya melawan penyakit, mendukung perkembangan otak dan fisik optimal. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jadi, sebaiknya membangunkan bayi dalam kurun setiap 2 jam untuk menyusui agar berat badannya tidak turun drastis.
Selain itu, dalam masa menyusui, penting mendapatkan peran pendukung keluarga, terutama suami. Keberhasilan menyusui juga datang dari orang-orang terdekat yang menjaga kondisi psikologis ibu. Ditambah, suplemen yang dikonsumsi juga turut membantu.
Memaksimalkan memberikan ASI
Untuk mendukung kelancaran memberikan ASI, Blackmores menghadirkan multivitamin Lacta Well. Senior Brand Manager Blackmores Indonesia, Juliana Nur Wulan, menjelaskan bahwa pengembangan produk ini berangkat dari realitas yang banyak dihadapi ibu menyusui di lapangan.
"Banyak ibu mengalami hambatan menyusui bukan semata karena faktor fisik, tetapi juga emosional. Rasa cemas, takut ASI tidak keluar, hingga tekanan psikologis justru membuat produksi ASI semakin tidak optimal," jelas Juliana.
Lacta Well diformulasikan dengan ekstrak fenugreek. Bahan ini telah melalui uji klinis dan terbukti dapat membantu meningkatkan kuantitas ASI, bahkan dalam 24 jam pertama konsumsi.
"Kami tidak hanya memikirkan kecukupan ASI untuk bayi, tetapi juga kondisi mental dan emosional ibunya. Ketika ibu merasa tenang dan senang, proses menyusui akan berjalan lebih alami," imbuh Diana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)