FAMILY
Bayi Muntah tapi Tidak Demam, Apakah Itu Berarti karena Makanan yang Dia Makan?
Yatin Suleha
Minggu 04 Januari 2026 / 17:53
Jakarta: Bayi yang muntah tanpa demam bisa membuat orang tua merasa khawatir, tetapi biasanya ini bukan hal yang perlu terlalu dipermasalahkan. Ada banyak alasan yang bisa menyebabkan muntah pada bayi dan tidak semua alasan tersebut berhubungan dengan penyakit serius.
Misalnya, bayi bisa muntah karena makan terlalu banyak, mengalami gangguan pencernaan, atau bahkan karena reaksi terhadap makanan tertentu atau mungkin tidak toleran terhadap perjalanan mobil.
Di sisi lain, dia mungkin mengalami penyumbatan atau sesuatu yang memerlukan perhatian medis segera.
Namun, jika ragu atau khawatir jangan ragu untuk menghubungi dokternya. Muntah tanpa demam sering kali tidak serius, tapi pantau gejala lain seperti diare atau lesu.
Dilansir dari BabyCenter, alasan lain bisa termasuk refluks asam lambung yang normal pada bayi atau bahkan reaksi terhadap bau makanan tertentu. Jika muntah terjadi setelah makan makanan baru, itu mungkin tanda intoleransi, seperti terhadap laktosa.
Orang tua bisa mencoba menghindari makanan tersebut sementara dan melihat apakah muntah berkurang. Jika muntah berlanjut lebih dari sehari atau disertai gejala seperti perut kembung, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan.
.jpg)
(Jika dokter merekomendasikan obat, pastikan dosisnya tepat sesuai usia dan berat bayi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Muntah tanpa demam biasanya bukan tanda infeksi serius, tapi tetap penting untuk memantau agar tidak berkembang menjadi masalah lain seperti dehidrasi.
Bayi yang lebih besar mungkin muntah karena makan terlalu cepat atau menelan udara saat bermain yang bisa dicegah dengan memberi makan dalam porsi kecil dan sering.
Jangan berikan obat anti mual resep atau obat bebas kepada bayi kecuali dokter menyarankannya. Obat-obatan ini bisa berbahaya bagi bayi dan tidak selalu efektif.
Obat anti mual bisa menyebabkan efek samping seperti kantuk berlebih atau masalah pernapasan pada bayi dan tidak disarankan untuk digunakan tanpa pengawasan medis.
Sebaliknya, fokus pada perawatan alami seperti memberikan cairan dan istirahat. Jika dokter merekomendasikan obat, pastikan dosisnya tepat sesuai usia dan berat bayi. Selalu simpan obat di tempat yang aman, jauh dari jangkauan bayi, untuk mencegah kecelakaan.
Pengobatan alami seperti minum air jahe hangat atau makan pisang bisa membantu, tapi konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mencoba. Jangan gunakan obat tradisional tanpa nasihat profesional karena bisa berinteraksi dengan kondisi bayi.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Misalnya, bayi bisa muntah karena makan terlalu banyak, mengalami gangguan pencernaan, atau bahkan karena reaksi terhadap makanan tertentu atau mungkin tidak toleran terhadap perjalanan mobil.
Di sisi lain, dia mungkin mengalami penyumbatan atau sesuatu yang memerlukan perhatian medis segera.
Baca Juga :
Waspadai Gejala-gejala GERD Ini pada Anak-anak
Namun, jika ragu atau khawatir jangan ragu untuk menghubungi dokternya. Muntah tanpa demam sering kali tidak serius, tapi pantau gejala lain seperti diare atau lesu.
Dilansir dari BabyCenter, alasan lain bisa termasuk refluks asam lambung yang normal pada bayi atau bahkan reaksi terhadap bau makanan tertentu. Jika muntah terjadi setelah makan makanan baru, itu mungkin tanda intoleransi, seperti terhadap laktosa.
Orang tua bisa mencoba menghindari makanan tersebut sementara dan melihat apakah muntah berkurang. Jika muntah berlanjut lebih dari sehari atau disertai gejala seperti perut kembung, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan.
.jpg)
(Jika dokter merekomendasikan obat, pastikan dosisnya tepat sesuai usia dan berat bayi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Muntah tanpa demam biasanya bukan tanda infeksi serius, tapi tetap penting untuk memantau agar tidak berkembang menjadi masalah lain seperti dehidrasi.
Bayi yang lebih besar mungkin muntah karena makan terlalu cepat atau menelan udara saat bermain yang bisa dicegah dengan memberi makan dalam porsi kecil dan sering.
Ingat!
Jangan berikan obat anti mual resep atau obat bebas kepada bayi kecuali dokter menyarankannya. Obat-obatan ini bisa berbahaya bagi bayi dan tidak selalu efektif.
Obat anti mual bisa menyebabkan efek samping seperti kantuk berlebih atau masalah pernapasan pada bayi dan tidak disarankan untuk digunakan tanpa pengawasan medis.
Sebaliknya, fokus pada perawatan alami seperti memberikan cairan dan istirahat. Jika dokter merekomendasikan obat, pastikan dosisnya tepat sesuai usia dan berat bayi. Selalu simpan obat di tempat yang aman, jauh dari jangkauan bayi, untuk mencegah kecelakaan.
Pengobatan alami seperti minum air jahe hangat atau makan pisang bisa membantu, tapi konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mencoba. Jangan gunakan obat tradisional tanpa nasihat profesional karena bisa berinteraksi dengan kondisi bayi.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)