FAMILY
Biar Nggak Overthinking, Kenali Red Flag Perkembangan Bayi Sejak Dini
A. Firdaus
Rabu 12 Agustus 2026 / 08:09
- Bayi yang lahir prematur juga dapat memiliki waktu perkembangan yang berbeda dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan.
- Penting untuk diingat, satu tanda saja tidak otomatis berarti bayi mengalami keterlambatan perkembangan.
- Orang tua juga dapat mencatat perkembangan dan perilaku anak dari waktu ke waktu.
Jakarta: Setiap bayi memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Meski begitu, ada sejumlah tonggak perkembangan atau milestone yang umumnya mulai dicapai bayi pada rentang usia tertentu, seperti tersenyum, berguling, duduk, mengoceh, hingga mulai berdiri.
Orang tua mungkin merasa khawatir ketika melihat kemampuan si kecil berbeda dibandingkan bayi seusianya. Namun, tidak semua perbedaan berarti adanya masalah perkembangan.
Yang penting, orang tua tetap memantau perkembangan bayi dan mengenali tanda-tanda yang perlu diperhatikan. Jika bayi belum mencapai tonggak perkembangan tertentu dalam beberapa minggu dari usia rata-rata atau justru kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Perlu diketahui, bayi yang lahir prematur juga dapat memiliki waktu perkembangan yang berbeda dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat menggunakan usia koreksi berdasarkan perkiraan tanggal lahir (due date) untuk memantau perkembangan bayi prematur, terutama pada tahun-tahun awal kehidupannya.
Orang tua juga tidak perlu mengabaikan insting ketika merasa ada sesuatu yang berbeda dari cara bayi bergerak, berinteraksi, atau merespons lingkungan.
Pemantauan sejak dini penting karena semakin cepat adanya masalah perkembangan dikenali, semakin cepat pula anak dapat memperoleh evaluasi dan dukungan yang sesuai.
Dilansir dari BabyCenter, berikut sejumlah tanda peringatan perkembangan yang perlu diperhatikan pada bayi usia 2 hingga 12 bulan.
Pada usia ini, beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Tidak merespons suara keras.
- Tidak memperhatikan benda yang bergerak.
- Belum mampu menahan kepala saat tengkurap.
- Tidak tersenyum kepada orang lain.
- Tidak membawa tangan ke mulut.
Memasuki usia 4 bulan, orang tua dapat memperhatikan kemampuan bayi dalam bergerak, berinteraksi, dan merespons suara. Beberapa tanda yang perlu dikonsultasikan antara lain:
- Tidak memperhatikan benda yang bergerak.
- Tidak tersenyum kepada orang lain.
- Belum dapat menahan kepala dengan stabil.
- Tidak mengeluarkan suara atau berceloteh.
- Tidak membawa benda ke mulut.
- Tidak mendorong dengan kaki ketika kedua kaki diletakkan di permukaan yang keras.
- Kesulitan menggerakkan salah satu atau kedua mata ke berbagai arah.
Di usia 6 bulan, kemampuan bayi biasanya semakin berkembang, termasuk dalam menggenggam benda dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya.
Orang tua perlu memperhatikan jika bayi:
- Tidak mencoba menggenggam benda yang berada dalam jangkauan.
- Tidak menunjukkan kasih sayang kepada pengasuh.
- Tidak merespons suara di sekitarnya.
- Kesulitan membawa benda ke mulut.
- Tidak mengeluarkan suara vokal.
- Tidak berguling ke berbagai arah.
- Tidak tertawa atau mengeluarkan suara.
- Terlihat sangat kaku dengan otot yang tegang.
- Terlihat sangat lemas atau seperti boneka kain.
Pada usia 9 bulan, bayi mulai menunjukkan lebih banyak kemampuan motorik dan interaksi sosial. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
- Tidak dapat menahan berat badan pada kaki ketika didukung.
- Tidak dapat duduk meski dengan bantuan.
- Tidak mengoceh.
- Tidak melakukan permainan yang melibatkan interaksi bolak-balik.
- Tidak merespons ketika namanya dipanggil.
- Tidak tampak mengenali orang yang familiar.
- Tidak melihat ke arah yang ditunjuk.
- Tidak memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya.
Saat memasuki usia 1 tahun, perkembangan kemampuan motorik, komunikasi, dan interaksi sosial bayi semakin terlihat. Beberapa tanda yang perlu menjadi perhatian yaitu:
- Tidak merangkak.
- Tidak dapat berdiri dengan bantuan atau berpegangan.
- Tidak mengucapkan kata tunggal seperti "mama" atau "papa".
- Tidak menggunakan gestur, seperti melambaikan tangan atau mengangguk.
- Tidak menunjuk benda.
- Tidak mencari benda yang disembunyikan.
- Kehilangan keterampilan yang sebelumnya sudah dimiliki.
Penting untuk diingat, satu tanda saja tidak otomatis berarti bayi mengalami keterlambatan perkembangan. Setiap anak memiliki pola perkembangan yang berbeda dan beberapa kemampuan dapat muncul lebih cepat atau lebih lambat.
Namun, apabila orang tua menemukan beberapa tanda yang mengkhawatirkan, memiliki kekhawatiran mengenai perkembangan si kecil, atau melihat anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Orang tua juga dapat mencatat perkembangan dan perilaku anak dari waktu ke waktu. Catatan tersebut bisa membantu dokter mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan si kecil.
Dengan pemantauan yang rutin dan perhatian terhadap milestone, orang tua dapat membantu memastikan anak memperoleh evaluasi serta dukungan yang dibutuhkan sedini mungkin.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Orang tua mungkin merasa khawatir ketika melihat kemampuan si kecil berbeda dibandingkan bayi seusianya. Namun, tidak semua perbedaan berarti adanya masalah perkembangan.
Yang penting, orang tua tetap memantau perkembangan bayi dan mengenali tanda-tanda yang perlu diperhatikan. Jika bayi belum mencapai tonggak perkembangan tertentu dalam beberapa minggu dari usia rata-rata atau justru kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Perlu diketahui, bayi yang lahir prematur juga dapat memiliki waktu perkembangan yang berbeda dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat menggunakan usia koreksi berdasarkan perkiraan tanggal lahir (due date) untuk memantau perkembangan bayi prematur, terutama pada tahun-tahun awal kehidupannya.
Orang tua juga tidak perlu mengabaikan insting ketika merasa ada sesuatu yang berbeda dari cara bayi bergerak, berinteraksi, atau merespons lingkungan.
Pemantauan sejak dini penting karena semakin cepat adanya masalah perkembangan dikenali, semakin cepat pula anak dapat memperoleh evaluasi dan dukungan yang sesuai.
Dilansir dari BabyCenter, berikut sejumlah tanda peringatan perkembangan yang perlu diperhatikan pada bayi usia 2 hingga 12 bulan.
Usia 2 Bulan
Pada usia ini, beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Tidak merespons suara keras.
- Tidak memperhatikan benda yang bergerak.
- Belum mampu menahan kepala saat tengkurap.
- Tidak tersenyum kepada orang lain.
- Tidak membawa tangan ke mulut.
Usia 4 Bulan
Memasuki usia 4 bulan, orang tua dapat memperhatikan kemampuan bayi dalam bergerak, berinteraksi, dan merespons suara. Beberapa tanda yang perlu dikonsultasikan antara lain:
- Tidak memperhatikan benda yang bergerak.
- Tidak tersenyum kepada orang lain.
- Belum dapat menahan kepala dengan stabil.
- Tidak mengeluarkan suara atau berceloteh.
- Tidak membawa benda ke mulut.
- Tidak mendorong dengan kaki ketika kedua kaki diletakkan di permukaan yang keras.
- Kesulitan menggerakkan salah satu atau kedua mata ke berbagai arah.
Usia 6 Bulan
Di usia 6 bulan, kemampuan bayi biasanya semakin berkembang, termasuk dalam menggenggam benda dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya.
Orang tua perlu memperhatikan jika bayi:
- Tidak mencoba menggenggam benda yang berada dalam jangkauan.
- Tidak menunjukkan kasih sayang kepada pengasuh.
- Tidak merespons suara di sekitarnya.
- Kesulitan membawa benda ke mulut.
- Tidak mengeluarkan suara vokal.
- Tidak berguling ke berbagai arah.
- Tidak tertawa atau mengeluarkan suara.
- Terlihat sangat kaku dengan otot yang tegang.
- Terlihat sangat lemas atau seperti boneka kain.
Usia 9 Bulan
Pada usia 9 bulan, bayi mulai menunjukkan lebih banyak kemampuan motorik dan interaksi sosial. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
- Tidak dapat menahan berat badan pada kaki ketika didukung.
- Tidak dapat duduk meski dengan bantuan.
- Tidak mengoceh.
- Tidak melakukan permainan yang melibatkan interaksi bolak-balik.
- Tidak merespons ketika namanya dipanggil.
- Tidak tampak mengenali orang yang familiar.
- Tidak melihat ke arah yang ditunjuk.
- Tidak memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya.
Usia 12 Bulan
Saat memasuki usia 1 tahun, perkembangan kemampuan motorik, komunikasi, dan interaksi sosial bayi semakin terlihat. Beberapa tanda yang perlu menjadi perhatian yaitu:
- Tidak merangkak.
- Tidak dapat berdiri dengan bantuan atau berpegangan.
- Tidak mengucapkan kata tunggal seperti "mama" atau "papa".
- Tidak menggunakan gestur, seperti melambaikan tangan atau mengangguk.
- Tidak menunjuk benda.
- Tidak mencari benda yang disembunyikan.
- Kehilangan keterampilan yang sebelumnya sudah dimiliki.
Tidak Perlu Langsung Panik
Penting untuk diingat, satu tanda saja tidak otomatis berarti bayi mengalami keterlambatan perkembangan. Setiap anak memiliki pola perkembangan yang berbeda dan beberapa kemampuan dapat muncul lebih cepat atau lebih lambat.
Namun, apabila orang tua menemukan beberapa tanda yang mengkhawatirkan, memiliki kekhawatiran mengenai perkembangan si kecil, atau melihat anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Orang tua juga dapat mencatat perkembangan dan perilaku anak dari waktu ke waktu. Catatan tersebut bisa membantu dokter mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan si kecil.
Dengan pemantauan yang rutin dan perhatian terhadap milestone, orang tua dapat membantu memastikan anak memperoleh evaluasi serta dukungan yang dibutuhkan sedini mungkin.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)