FAMILY
Ramadan No Overthinking! 7 Cara Biar Anak Puasa tanpa Ngeluh
A. Firdaus
Selasa 24 Februari 2026 / 13:11
- Ramadan sejatinya bukan hanya tentang menahan lapar dan haus.
- Bangun empati terhadap sesama.
- merenungkan hikmah di balik kewajiban.
Jakarta: Menjalani puasa hingga 13 jam memang bukan perkara ringan. Bahkan orang dewasa yang sudah terbiasa pun kadang masih mengeluh, ketika siang terasa panjang dan tenggorokan mulai kering.
Bagi anak-anak, tantangannya bisa berlipat. Waktu terasa lambat, energi cepat turun, dan godaan kecil seperti es dingin bisa terasa luar biasa menggoda.
Namun Ramadan sejatinya bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Di balik durasi panjang itu, ada proses pembentukan mental, kesabaran, dan ketangguhan yang sangat berharga.
Supaya puasa tidak terasa seperti hukuman, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu anak melewatinya dengan lebih kuat.
Dilansir dari aboutislam.net, berikut adalah tujuh tips yang bisa diterapkan, untuk menguatkan mental dan iman anak saat Ramadan:
Pertama, jelaskan ke si kecil mengapa mereka melakukannya. Cara ini adalah salah satu perintah Allah, salah satu pilar Islam yang harus kita laksanakan demi-Nya.
Ajak mereka merenungkan, mengapa Allah mewajibkan kita melakukan ini setiap tahun. Pemahaman tentang tujuan akan membuat puasa terasa lebih bermakna.
Ingatkan mereka tentang banyak orang di seluruh dunia yang tidak hanya berpuasa selama 13 jam sebulan, tetapi harus menghadapi kesulitan ini setiap hari. Mereka beruntung hidup di bagian dunia yang tidak harus menghadapi hal ini, dan tentu saja mereka dapat menahan ujian ini untuk waktu yang singkat.
Bicaralah dengan mereka tentang manfaat puasa, dalam membantu kita menjadi bersyukur dan belajar kesabaran, tidak hanya dalam menahan diri dari makanan tetapi juga hal-hal lain, seperti menggunjing.
Ini adalah cara untuk memperbaiki karakter kita dan membersihkan diri kita. Hal-hal ini sering diabaikan, ketika fokus hanya pada hal-hal yang kita tinggalkan, bukan pada hal-hal yang kita dapatkan.
Ini adalah pelajaran yang hanya bisa kita pelajari melalui pengalaman Ramadan. Lagi pula, kita cenderung tidak menghargai sesuatu, sebanyak ketika kita mengalami hidup tanpa itu. Proses ini adalah cara yang bagus untuk menumbuhkan rasa syukur.
Allah mengetahui perjuangan yang kita alami selama Ramadan, dan kita akan diberi balasan atas hal itu. Hal ini juga menjadi motivasi untuk terus berjuang meskipun keadaan sulit.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Bagi anak-anak, tantangannya bisa berlipat. Waktu terasa lambat, energi cepat turun, dan godaan kecil seperti es dingin bisa terasa luar biasa menggoda.
Namun Ramadan sejatinya bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Di balik durasi panjang itu, ada proses pembentukan mental, kesabaran, dan ketangguhan yang sangat berharga.
Supaya puasa tidak terasa seperti hukuman, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu anak melewatinya dengan lebih kuat.
Dilansir dari aboutislam.net, berikut adalah tujuh tips yang bisa diterapkan, untuk menguatkan mental dan iman anak saat Ramadan:
1. Jelaskan alasan berpuasa dengan sederhana
Pertama, jelaskan ke si kecil mengapa mereka melakukannya. Cara ini adalah salah satu perintah Allah, salah satu pilar Islam yang harus kita laksanakan demi-Nya.
2. Ajak merenungkan hikmah di balik kewajiban
Ajak mereka merenungkan, mengapa Allah mewajibkan kita melakukan ini setiap tahun. Pemahaman tentang tujuan akan membuat puasa terasa lebih bermakna.
3. Bangun empati terhadap sesama
Ingatkan mereka tentang banyak orang di seluruh dunia yang tidak hanya berpuasa selama 13 jam sebulan, tetapi harus menghadapi kesulitan ini setiap hari. Mereka beruntung hidup di bagian dunia yang tidak harus menghadapi hal ini, dan tentu saja mereka dapat menahan ujian ini untuk waktu yang singkat.
4. Tekankan manfaat karakter yang terbentuk
Bicaralah dengan mereka tentang manfaat puasa, dalam membantu kita menjadi bersyukur dan belajar kesabaran, tidak hanya dalam menahan diri dari makanan tetapi juga hal-hal lain, seperti menggunjing.
5. Arahkan fokus pada apa yang didapat, bukan yang ditinggalkan
Ini adalah cara untuk memperbaiki karakter kita dan membersihkan diri kita. Hal-hal ini sering diabaikan, ketika fokus hanya pada hal-hal yang kita tinggalkan, bukan pada hal-hal yang kita dapatkan.
6. Tanamkan pelajaran tentang rasa syukur
Ini adalah pelajaran yang hanya bisa kita pelajari melalui pengalaman Ramadan. Lagi pula, kita cenderung tidak menghargai sesuatu, sebanyak ketika kita mengalami hidup tanpa itu. Proses ini adalah cara yang bagus untuk menumbuhkan rasa syukur.
7. Ingatkan tentang pahala dan balasan
Allah mengetahui perjuangan yang kita alami selama Ramadan, dan kita akan diberi balasan atas hal itu. Hal ini juga menjadi motivasi untuk terus berjuang meskipun keadaan sulit.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)