COMMUNITY
Cinta Anabul Jangan Cuma di Bibir, Cuci Mangkuk & Tempat Tidurnya Juga, Ya!
Yatin Suleha
Senin 29 Juni 2026 / 13:05
- Sebagai pemilik pet, kita pasti udah rajin banget kasih makan, ajak main, sampai bikin mereka nyaman di rumah.
- Tapi nih, kadang ada satu hal yang suka luput dari perhatian: jadwal bersihin perlengkapan mereka yang dipake tiap hari.
- Barang anabul yang jarang dicuci bisa bikin mereka sakit dan bau.
Jakarta: Sebagai pemilik pet, kita pasti udah rajin banget kasih makan, ajak main, sampai bikin mereka nyaman di rumah. Tapi nih, kadang ada satu hal yang suka luput dari perhatian: jadwal bersihin perlengkapan mereka yang dipake tiap hari.
Kalau jarang dicuci, barang-barang itu bukan cuma jadi sumber bau, tapi bisa juga memicu infeksi, iritasi kulit, sampai masalah pencernaan buat si kesayangan.
Sama kayak kita yang gak nyaman kalau harus pake barang kotor, hewan peliharaan juga butuh lingkungan yang bersih biar tetep sehat dan happy.
Mangkuk makan dan minum menjadi salah satu perlengkapan hewan, yang paling penting untuk dijaga kebersihannya. Sayangnya, barang ini juga termasuk yang paling sering diabaikan.
Sisa makanan, air yang terlalu lama dibiarkan, dan permukaan lembap bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, seperti E. coli dan Salmonella. Oleh karena itu, kebersihan mangkuk perlu diperhatikan setiap hari.
Dilansir dari Better Homes and Gardens dr. Liza Cahn, seorang dokter hewan di Embrace Pet Insurance, menjelaskan bahwa banyak pemilik hewan belum membersihkan mangkuk sesering, yang disarankan.
“Disarankan untuk membersihkan mangkuk air dan mangkuk makanan kering setiap hari, sementara mangkuk yang digunakan untuk menyajikan makanan basah/wet food harus dibersihkan, setelah setiap penggunaan,” sarannya.
Mangkuk yang jarang dicuci tidak hanya berisiko membuat hewan sakit, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan.
Selain itu iritasi kulit, bahkan membawa risiko bakteri bagi anggota keluarga di rumah. Selain itu, air yang menggenang terlalu lama juga bisa menarik nyamuk dan serangga lain.
.jpg)
(Dalam laman Unicharm Pet Indonesia disebutkan, pencucian tempat makan anabul apalagi yang wet food, harus langsung dicuci setelah anabul selesai makan. Sisa makanan basah di suhu ruang mudah basi dan menjadi sarang kuman dalam 1–2 jam. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Untuk membersihkannya, dr. Cahn menyarankan mencuci mangkuk menggunakan sabun dan air panas, seperti mencuci peralatan makan biasa, atau memasukkannya ke mesin pencuci piring.
Material stainless steel dan keramik, juga dinilai lebih aman dan mudah dibersihkan dibanding bahan lainnya.
Tempat tidur hewan juga menjadi barang yang cepat kotor karena setiap hari terkena rambut rontok, serpihan kulit, air liur, debu, hingga sisa kotoran yang menempel di tubuh hewan.
Meski begitu, banyak tempat tidur hewan baru dicuci sebulan sekali atau bahkan lebih jarang. Padahal kebiasaan tersebut, bisa membuat bakteri dan bau menumpuk tanpa disadari.
Scott Schrader dari Cottage Care, menyarankan agar tempat tidur hewan dicuci minimal satu kali dalam seminggu.
Jika hewan memiliki alergi, kutu, atau tempat tidurnya terlihat cepat kotor, frekuensi mencuci bisa dilakukan lebih sering.
Saat ini banyak tempat tidur hewan yang sudah dilengkapi penutup lepas pasang, sehingga lebih mudah dicuci menggunakan mesin cuci.
Untuk bantalan berbahan busa memori atau bahan lain yang tidak bisa dicuci langsung, dr. Cahn menyarankan memilih model dengan lapisan tahan air, agar lebih praktis dibersihkan.
Selain itu, penggunaan pembersih enzim juga bisa membantu menghilangkan nodandan bau, tanpa merusak bantalan tempat tidur hewan.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Kalau jarang dicuci, barang-barang itu bukan cuma jadi sumber bau, tapi bisa juga memicu infeksi, iritasi kulit, sampai masalah pencernaan buat si kesayangan.
Sama kayak kita yang gak nyaman kalau harus pake barang kotor, hewan peliharaan juga butuh lingkungan yang bersih biar tetep sehat dan happy.
Baca Juga :
Gejala Umum Masalah Saluran Kemih pada Anjing
1. Mangkuk makanan dan air
Mangkuk makan dan minum menjadi salah satu perlengkapan hewan, yang paling penting untuk dijaga kebersihannya. Sayangnya, barang ini juga termasuk yang paling sering diabaikan.
Sisa makanan, air yang terlalu lama dibiarkan, dan permukaan lembap bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, seperti E. coli dan Salmonella. Oleh karena itu, kebersihan mangkuk perlu diperhatikan setiap hari.
Dilansir dari Better Homes and Gardens dr. Liza Cahn, seorang dokter hewan di Embrace Pet Insurance, menjelaskan bahwa banyak pemilik hewan belum membersihkan mangkuk sesering, yang disarankan.
“Disarankan untuk membersihkan mangkuk air dan mangkuk makanan kering setiap hari, sementara mangkuk yang digunakan untuk menyajikan makanan basah/wet food harus dibersihkan, setelah setiap penggunaan,” sarannya.
Mangkuk yang jarang dicuci tidak hanya berisiko membuat hewan sakit, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan.
Selain itu iritasi kulit, bahkan membawa risiko bakteri bagi anggota keluarga di rumah. Selain itu, air yang menggenang terlalu lama juga bisa menarik nyamuk dan serangga lain.
.jpg)
(Dalam laman Unicharm Pet Indonesia disebutkan, pencucian tempat makan anabul apalagi yang wet food, harus langsung dicuci setelah anabul selesai makan. Sisa makanan basah di suhu ruang mudah basi dan menjadi sarang kuman dalam 1–2 jam. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Untuk membersihkannya, dr. Cahn menyarankan mencuci mangkuk menggunakan sabun dan air panas, seperti mencuci peralatan makan biasa, atau memasukkannya ke mesin pencuci piring.
Material stainless steel dan keramik, juga dinilai lebih aman dan mudah dibersihkan dibanding bahan lainnya.
2. Tempat tidur hewan peliharaan
Tempat tidur hewan juga menjadi barang yang cepat kotor karena setiap hari terkena rambut rontok, serpihan kulit, air liur, debu, hingga sisa kotoran yang menempel di tubuh hewan.
Meski begitu, banyak tempat tidur hewan baru dicuci sebulan sekali atau bahkan lebih jarang. Padahal kebiasaan tersebut, bisa membuat bakteri dan bau menumpuk tanpa disadari.
Scott Schrader dari Cottage Care, menyarankan agar tempat tidur hewan dicuci minimal satu kali dalam seminggu.
Jika hewan memiliki alergi, kutu, atau tempat tidurnya terlihat cepat kotor, frekuensi mencuci bisa dilakukan lebih sering.
Saat ini banyak tempat tidur hewan yang sudah dilengkapi penutup lepas pasang, sehingga lebih mudah dicuci menggunakan mesin cuci.
Untuk bantalan berbahan busa memori atau bahan lain yang tidak bisa dicuci langsung, dr. Cahn menyarankan memilih model dengan lapisan tahan air, agar lebih praktis dibersihkan.
Selain itu, penggunaan pembersih enzim juga bisa membantu menghilangkan nodandan bau, tanpa merusak bantalan tempat tidur hewan.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)