COMMUNITY

Lestari Moerdijat: Pembangunan Pro-Lingkungan Bukan Pilihan, Tapi Keharusan!

Yatin Suleha
Kamis 22 Januari 2026 / 17:07
Jakarta: Landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam melakukan proses pembangunan. 

"Dalam melaksanakan proses pembangunan, harus dikedepankan pertimbangan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan demi mewujudkan kualitas hidup anak bangsa yang lebih baik di masa depan," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat menghadiri acara Metro TV Green Summit bertema 'Accelerating Indonesia’s Green Transition' di Jakarta, Kamis (22/1). 
 
Hadir sebagai Keynote Speech pada acara itu, Ekonom, Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Menteri Lingkungan Hidup 1978 - 1993, Emil Salim. 

Hadir pula antara lain, Diaz Hendropriyono (Wakil Menteri Lingkungan Hidup), Bambang Patijaya (Ketua Komisi XII DPR RI), Djoko Siswanto (Kepala SKK Migas), Sugeng Suparwoto (Wakil Ketua Komisi XII DPR RI), dan sejumlah direksi perusahaan energi, telekomunikasi, dan keuangan di tanah air. 

Menurut Lestari, kepedulian terhadap pelestarian alam dalam setiap proses pembangunan harus konsisten dilakukan oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat. 



(Hadir sebagai Keynote Speech pada acara Metro TV Green Summit, Ekonom, Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Menteri Lingkungan Hidup 1978 - 1993, Emil Salim. Foto: Dok. Metro TV)

Rerie, sapaan akrab Lestari menilai, upaya membangun solidaritas untuk bersama-sama mengedepankan faktor lingkungan dan keberlanjutan dalam setiap proses pembangunan harus segera dilakukan.

Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, upaya menanamkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sejak dini juga penting dilakukan kepada setiap anak bangsa. 

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat bahwa dengan pemahaman yang sama antara para pemangku kepentingan dan masyarakat, terkait pentingnya mengedepankan pelestarian lingkungan hidup dalam proses pembangunan, upaya melahirkan anak bangsa yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan adalah sebuah keniscayaan.
 
Pada keynote speech-nya, Emil Salim menegaskan bahwa dalam menjalankan kehidupan, kita harus mampu menyatukan alam, manusia, dan kerja-kerja, dalam satu kesatuan. 

Bila manusia dengan akal pikirannya malah membongkar alam, tegas Emil Salim, yang diberikan alam adalah banjir dan polusi udara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH