COMMUNITY
Kolaborasi Komunitas Bantu Warga dan Relawan Hadapi Karhutla di Lima Wilayah
Elang Riki Yanuar
Jumat 09 Oktober 2026 / 22:00
- Holywings Peduli menyalurkan 10.000 masker, perlengkapan medis, dan alat pemadam untuk membantu warga terdampak karhutla di Kalimantan dan Sumatera.
- Penggalangan dana melalui kelas HYROX Holywings Sports Club menghasilkan bantuan untuk mendukung relawan dan masyarakat menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
- Holywings Peduli menggandeng komunitas dan mitra lokal untuk menyalurkan masker KN95, vitamin, air mineral, serta peralatan pemadaman di sejumlah wilayah terdampak karhutla.
Jakarta: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera. Merespons kondisi tersebut, Holywings Peduli bersama Holywings Sports Club menyalurkan bantuan berupa perlengkapan pemadaman, kebutuhan medis, serta 10.000 masker untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga masalah kemanusiaan yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya menjadi pihak yang perlu mendapat perhatian karena paparan asap dapat memicu gangguan pernapasan.
"Karena itu, Holywings merasa perlu ikut mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan, khususnya dengan memberikan bantuan yang dapat langsung digunakan masyarakat dan relawan di lapangan. Langkah tersebut juga merupakan bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat di wilayah yang terdampak," ujar Andrew.
Aksi kemanusiaan ini diawali melalui kegiatan penggalangan dana yang diselenggarakan Holywings Sports Club dalam bentuk kelas HYROX. Kegiatan tersebut dibuka bersama Standy Tjandra dan Stephen Kusuma dengan melibatkan komunitas olahraga serta masyarakat untuk berkontribusi membantu penanganan karhutla.
Dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut kemudian disalurkan kepada CAN Borneo untuk mendukung kebutuhan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah terdampak. Selain donasi, Holywings Peduli juga menyediakan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan relawan dalam menghadapi kebakaran di lapangan.
Bantuan untuk penanganan karhutla mencakup pompa air, tangki air, selang, helm, sarung tangan pemadam kebakaran, gepyok api, serta peralatan pendukung lainnya. Holywings Peduli juga menyalurkan obat-obatan, oksigen, perlengkapan medis, vitamin, dan air minum untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun relawan.
Menurut Andrew, penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan. Berau, Pontianak, dan Samarinda menjadi wilayah awal yang mendapat perhatian karena menghadapi persoalan karhutla dan asap, sekaligus memiliki jaringan masyarakat serta relawan yang dapat membantu distribusi bantuan.
"Pemilihan tiga kota tersebut juga memungkinkan bantuan diberikan secara lebih terarah dan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan. Holywings dapat memulai dari wilayah yang memiliki kebutuhan mendesak, kemudian mengevaluasi kemungkinan memperluas bantuan ke daerah terdampak lainnya," kata Andrew.
Khusus untuk masyarakat di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Samarinda, Kalimantan Timur, Holywings Peduli memprioritaskan pembagian masker KN95, vitamin, dan air mineral. Bantuan tersebut diharapkan membantu warga yang masih harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap.
Distribusi bantuan di kedua kota itu dilakukan melalui kerja sama dengan Helens Night Mart Pontianak dan W Superclub Samarinda. Sementara itu, penyaluran bantuan di Palembang dan Jambi melibatkan Gold Dragon Palembang serta Helens Night Mart Jambi. Bantuan juga menjangkau masyarakat di Berau, Kalimantan Timur.
Bagi masyarakat yang sehari-hari harus bekerja atau beraktivitas di luar rumah, masker menjadi salah satu kebutuhan penting ketika kualitas udara memburuk akibat asap. Pemberian vitamin dan air mineral juga menjadi bagian dari upaya membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama kondisi karhutla berlangsung.
Andrew menilai penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat. Kolaborasi dinilai penting agar upaya penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memperhatikan dampak kesehatan dan kebutuhan warga di wilayah terdampak.
"Holywings melihat karhutla sebagai persoalan yang membutuhkan kolaborasi banyak pihak, bukan hanya pemerintah. Dunia usaha, komunitas, relawan, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat harus bersama-sama mengambil peran," ujarnya.
Dia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan relawan sekaligus mendorong kesadaran bersama mengenai pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Upaya membantu warga yang terdampak, menurut Andrew, perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
"Harapannya, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat respons sesaat ketika kabut asap sudah terjadi, tetapi juga dapat mendorong kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan karhutla. Holywings juga berharap kondisi segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal dan risiko kesehatan akibat asap dapat diminimalkan," kata Andrew.
(ELG)
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga masalah kemanusiaan yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya menjadi pihak yang perlu mendapat perhatian karena paparan asap dapat memicu gangguan pernapasan.
"Karena itu, Holywings merasa perlu ikut mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan, khususnya dengan memberikan bantuan yang dapat langsung digunakan masyarakat dan relawan di lapangan. Langkah tersebut juga merupakan bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat di wilayah yang terdampak," ujar Andrew.
Aksi kemanusiaan ini diawali melalui kegiatan penggalangan dana yang diselenggarakan Holywings Sports Club dalam bentuk kelas HYROX. Kegiatan tersebut dibuka bersama Standy Tjandra dan Stephen Kusuma dengan melibatkan komunitas olahraga serta masyarakat untuk berkontribusi membantu penanganan karhutla.
Dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut kemudian disalurkan kepada CAN Borneo untuk mendukung kebutuhan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah terdampak. Selain donasi, Holywings Peduli juga menyediakan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan relawan dalam menghadapi kebakaran di lapangan.
Bantuan untuk penanganan karhutla mencakup pompa air, tangki air, selang, helm, sarung tangan pemadam kebakaran, gepyok api, serta peralatan pendukung lainnya. Holywings Peduli juga menyalurkan obat-obatan, oksigen, perlengkapan medis, vitamin, dan air minum untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun relawan.
Menurut Andrew, penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan. Berau, Pontianak, dan Samarinda menjadi wilayah awal yang mendapat perhatian karena menghadapi persoalan karhutla dan asap, sekaligus memiliki jaringan masyarakat serta relawan yang dapat membantu distribusi bantuan.
"Pemilihan tiga kota tersebut juga memungkinkan bantuan diberikan secara lebih terarah dan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan. Holywings dapat memulai dari wilayah yang memiliki kebutuhan mendesak, kemudian mengevaluasi kemungkinan memperluas bantuan ke daerah terdampak lainnya," kata Andrew.
Khusus untuk masyarakat di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Samarinda, Kalimantan Timur, Holywings Peduli memprioritaskan pembagian masker KN95, vitamin, dan air mineral. Bantuan tersebut diharapkan membantu warga yang masih harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap.
Distribusi bantuan di kedua kota itu dilakukan melalui kerja sama dengan Helens Night Mart Pontianak dan W Superclub Samarinda. Sementara itu, penyaluran bantuan di Palembang dan Jambi melibatkan Gold Dragon Palembang serta Helens Night Mart Jambi. Bantuan juga menjangkau masyarakat di Berau, Kalimantan Timur.
Bagi masyarakat yang sehari-hari harus bekerja atau beraktivitas di luar rumah, masker menjadi salah satu kebutuhan penting ketika kualitas udara memburuk akibat asap. Pemberian vitamin dan air mineral juga menjadi bagian dari upaya membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama kondisi karhutla berlangsung.
Andrew menilai penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat. Kolaborasi dinilai penting agar upaya penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memperhatikan dampak kesehatan dan kebutuhan warga di wilayah terdampak.
"Holywings melihat karhutla sebagai persoalan yang membutuhkan kolaborasi banyak pihak, bukan hanya pemerintah. Dunia usaha, komunitas, relawan, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat harus bersama-sama mengambil peran," ujarnya.
Dia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan relawan sekaligus mendorong kesadaran bersama mengenai pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Upaya membantu warga yang terdampak, menurut Andrew, perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
"Harapannya, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat respons sesaat ketika kabut asap sudah terjadi, tetapi juga dapat mendorong kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan karhutla. Holywings juga berharap kondisi segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal dan risiko kesehatan akibat asap dapat diminimalkan," kata Andrew.
(ELG)