BEAUTY
Rahasia Kulit Glowing ala Bangsawan Kini Bisa Dicoba di Rumah
A. Firdaus
Jumat 07 Agustus 2026 / 07:12
- Ritual mandi dengan lulur tradisional pun kembali diminati.
- Mengusung konsep perawatan tradisional dengan sentuhan sains modern.
- Mengenalkan tradisi ini kepada Gen Z.
Jakarta: Tren self-care kini bukan hanya soal skincare berlapis atau perawatan di klinik kecantikan. Ritual mandi dengan lulur tradisional pun kembali diminati, terutama ketika dipadukan dengan formula modern yang praktis digunakan sehari-hari.
Melihat tren tersebut, Purbasari memperkenalkan Lulur Mandi Teh Keraton, produk yang terinspirasi dari tradisi perawatan tubuh khas Keraton Yogyakarta. Selama berabad-abad, lulur berbahan alami menjadi bagian dari ritual kecantikan para bangsawan untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus memberikan efek relaksasi bagi tubuh dan pikiran.
Mengusung konsep perawatan tradisional dengan sentuhan sains modern, lulur ini diperkaya berbagai bahan aktif yang dikenal baik untuk kulit.
Ekstrak chamomile membantu menenangkan kulit sekaligus meredakan iritasi ringan. Sementara green tea extract kaya antioksidan yang berperan melindungi kulit dari radikal bebas dan membantu menjaga elastisitasnya.
Tak hanya itu, kandungan jasmine oil memberikan kelembapan sekaligus menghadirkan aroma teh melati yang lembut dan menenangkan. Formula tersebut juga dilengkapi niacinamide yang membantu menyamarkan kulit kusam sehingga tampak lebih cerah dan sehat.
Teksturnya yang lembut diklaim mampu mengangkat kotoran dan sel kulit mati tanpa membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya. Sensasi aroma teh melati yang khas juga menghadirkan pengalaman mandi yang terasa seperti menikmati perawatan spa.
Tak sekadar meluncurkan produk baru, Purbasari juga mengajak generasi muda mengenal kembali budaya perawatan tubuh khas Nusantara melalui acara A Touch of Royal Beauty di kawasan Candi Tirta Raharjo, Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, belasan peserta dari kalangan Gen Z diajak meracik sendiri lulur tradisional menggunakan bahan-bahan alami yang selama ini menjadi bagian dari ritual kecantikan Keraton Yogyakarta.
Brand Executive Purbasari, Carensca, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.
"Kami ingin melestarikan budaya Nusantara dan memberikan wawasan tentang kekayaan lokal yang tak kalah dengan produk luar negeri. Lulur Teh Keraton menjadi salah satu yang kami hadirkan agar masyarakat bisa merasakan perawatan ala keraton di rumah," ujarnya.
Melalui inovasi ini, Purbasari ingin menunjukkan bahwa warisan kecantikan Indonesia tetap relevan di era modern. Dengan menggabungkan bahan alami dan teknologi perawatan kulit terkini, ritual lulur tradisional diharapkan bisa kembali menjadi bagian dari rutinitas self-care, terutama bagi generasi muda yang mulai melirik produk berbasis kekayaan alam Nusantara.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Melihat tren tersebut, Purbasari memperkenalkan Lulur Mandi Teh Keraton, produk yang terinspirasi dari tradisi perawatan tubuh khas Keraton Yogyakarta. Selama berabad-abad, lulur berbahan alami menjadi bagian dari ritual kecantikan para bangsawan untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus memberikan efek relaksasi bagi tubuh dan pikiran.
Mengusung konsep perawatan tradisional dengan sentuhan sains modern, lulur ini diperkaya berbagai bahan aktif yang dikenal baik untuk kulit.
Ekstrak chamomile membantu menenangkan kulit sekaligus meredakan iritasi ringan. Sementara green tea extract kaya antioksidan yang berperan melindungi kulit dari radikal bebas dan membantu menjaga elastisitasnya.
Tak hanya itu, kandungan jasmine oil memberikan kelembapan sekaligus menghadirkan aroma teh melati yang lembut dan menenangkan. Formula tersebut juga dilengkapi niacinamide yang membantu menyamarkan kulit kusam sehingga tampak lebih cerah dan sehat.
Teksturnya yang lembut diklaim mampu mengangkat kotoran dan sel kulit mati tanpa membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya. Sensasi aroma teh melati yang khas juga menghadirkan pengalaman mandi yang terasa seperti menikmati perawatan spa.
Kenalkan tradisi kepada Gen Z
Tak sekadar meluncurkan produk baru, Purbasari juga mengajak generasi muda mengenal kembali budaya perawatan tubuh khas Nusantara melalui acara A Touch of Royal Beauty di kawasan Candi Tirta Raharjo, Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, belasan peserta dari kalangan Gen Z diajak meracik sendiri lulur tradisional menggunakan bahan-bahan alami yang selama ini menjadi bagian dari ritual kecantikan Keraton Yogyakarta.
Brand Executive Purbasari, Carensca, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.
"Kami ingin melestarikan budaya Nusantara dan memberikan wawasan tentang kekayaan lokal yang tak kalah dengan produk luar negeri. Lulur Teh Keraton menjadi salah satu yang kami hadirkan agar masyarakat bisa merasakan perawatan ala keraton di rumah," ujarnya.
Melalui inovasi ini, Purbasari ingin menunjukkan bahwa warisan kecantikan Indonesia tetap relevan di era modern. Dengan menggabungkan bahan alami dan teknologi perawatan kulit terkini, ritual lulur tradisional diharapkan bisa kembali menjadi bagian dari rutinitas self-care, terutama bagi generasi muda yang mulai melirik produk berbasis kekayaan alam Nusantara.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)