BEAUTY

Rambut Lepek Tapi Nggak Sempat Keramas? Dry Shampoo Bisa Jadi Solusi

A. Firdaus
Sabtu 26 September 2026 / 12:03
Ringkasnya gini..
  • Dry shampoo membantu menyerap minyak berlebih sehingga rambut terlihat lebih fresh.
  • Dry shampoo nggak menggantikan fungsi keramas menggunakan sampo dan air.
  • Pemakaiannya perlu dibatasi agar nggak terjadi penumpukan produk di kulit kepala.

Jakarta: Rambut baru sehari nggak keramas tapi udah lepek? Atau pagi-pagi buru-buru sampai nggak punya waktu buat keramas? Nah, dry shampoo bisa jadi penyelamat dalam situasi kayak gini. Tinggal aplikasikan di area akar yang berminyak, rambut pun bisa terlihat lebih fresh tanpa harus langsung masuk kamar mandi.

Tapi jangan sampai salah kaprah. Meski namanya ada kata “shampoo”, produk ini sebenarnya nggak bekerja seperti sampo biasa.


 

nyemprot dry shampoo

(Penggunaan dry shampoo pada akar rambut untuk membantu menyerap minyak berlebih. Foto: AI Generated)

 

Dry shampoo sebenarnya buat apa?

Dry shampoo bekerja dengan menyerap minyak berlebih pada rambut dan kulit kepala. Kandungannya biasanya berupa bahan penyerap dalam bentuk bubuk yang membantu mengurangi tampilan berminyak, sehingga rambut terlihat lebih fresh dan nggak terlalu lepek.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), dry shampoo bisa digunakan untuk membuat rambut terlihat lebih segar di antara jadwal keramas. Produk ini juga praktis saat bepergian, setelah olahraga, atau ketika lagi nggak punya banyak waktu buat keramas.

Namun, dry shampoo cuma menyerap minyak. Produk ini nggak benar-benar membersihkan rambut dan kulit kepala seperti proses keramas menggunakan sampo dan air.

 


 

Cara pakainya jangan asal semprot

Dry shampoo sebaiknya digunakan secukupnya dan difokuskan pada bagian rambut yang memang berminyak, terutama area akar. Nggak perlu menyemprot atau menaburkan produk ke seluruh kepala kalau bagian lainnya masih oke.

Setelah diaplikasikan, ratakan produk sesuai petunjuk pada kemasan. Rambut kemudian bisa disisir atau dibaurkan supaya produk nggak menumpuk di satu area.

Kalau setelah pemakaian kulit kepala terasa gatal, perih, atau nggak nyaman, sebaiknya hentikan penggunaan. Terlalu banyak produk juga bisa bikin rambut terasa kaku atau meninggalkan residu.

 

Boleh dipakai setiap hari?

Nah, ini bagian yang nggak boleh dilewatkan. Dry shampoo sebaiknya dianggap sebagai solusi sementara, bukan pengganti keramas.

AAD menyarankan rambut tetap dicuci menggunakan sampo dan air setelah satu atau dua kali penggunaan dry shampoo. Kalau produk terus menumpuk tanpa keramas, rambut bisa mengalami kerusakan seperti breakage dan shedding. Penumpukan produk juga dapat berkontribusi terhadap masalah kulit kepala.

Jadi, dry shampoo boleh banget jadi emergency hair hack saat rambut lagi lepek dan waktu nggak memungkinkan buat keramas. Tapi setelahnya, tetap balik ke keramas biasa. Rambut kelihatan fresh itu penting, tapi kulit kepala yang benar-benar bersih juga nggak kalah penting.


Desi Indasari



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH