Ilustrasi (MI/ARYA MANGGALA)
Ilustrasi (MI/ARYA MANGGALA)

Mempermudah Konsumen Lewat Komunikasi Satu Akses

Ekonomi adira dinamika multifinance ekonomi digital
Angga Bratadharma • 22 April 2018 18:42
Jakarta: Perkembangan teknologi sejalan dengan berkembangnya zaman memunculkan perubahan perilaku konsumen dari yang sebelumnya berbasis konvensional beralih menuju digital. Kondisi ini mau tidak mau harus diikuti oleh lembaga jasa keuangan tanpa terkecuali, sejalan dengan semakin ketatnya persaingan di dunia bisnis.
 
Di era keterbukaan, penggunaan digital mutlak dilakukan. Upaya mempermudah konsumen lewat komunikasi satu akses yakni dengan digital diperlukan. Apalagi tren masyarakat mulai beralih ke digital. Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah mulai berkurangnya masyarakat datang ke bank dan lebih banyak menggunakan internet banking dan sebagainya.
 
Managing Director phd Indonesia Roy Simangunsong mengatakan pelaku ekonomi harus menjadikan teknologi sebagai sebagai solusi dalam berbisnis. Karena bisnis yang tidak bersinergi dengan teknologi akan tergerus dengan waktu dan secara perlahan ditinggalkan oleh konsumen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Adira Finance Berharap Ada Sinergi dengan MUFG
 
"Di masa challenging time, pemasar harus membuka dirinya. Tidak lagi berhubungan dengan media company tapi harus berkaitan dengan penyedia teknologi, bagaimana menggunakan teknologi mereka sebagai solusi berbisnis," tutur Roy, beberapa waktu lalu.
 
Tren digitalisasi ekonomi sedang terjadi di dunia. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah perilaku konsumen dan juga cara berbisnis. Gejala yang tak terhindarkan telah terjadi di tiap lini ekonomi. Di Indonesia, pemerintah bahkan telah mencanangkan target menjadi The Digital Energy of Asia pada 2020.
 

 
Ekonomi digital sepenuhnya mengacu kepada aktivitas ekonomi yang berbasis teknologi informasi. Saat ini, setengah dari populasi dunia sudah terhubung dalam jaringan internet. Sepertiga di antaranya memiliki akses media sosial yang terdiri dari berbagai usia. Internet seolah-olah telah menjadi bagian integral dalam keseharian masyarakat.
 
Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi digital. Ini terlihat dari aktivitas digital penduduk Indonesia cukup tinggi terutama dalam belanja online. Menurut data We Are Social, penetrasi e-commerce di Indonesia sebesar sembilan persen dari total populasi, dengan pangsa pasar mencapai USD5,6 miliar atau sekitar Rp76 triliun pada 2016.
 
Baca: Asosiasi Keluhkan Rumitnya Perizinan untuk Fintech
 
Nilainya memang masih rendah. Namun, dengan kecenderungan pengguna internet yang terus meningkat, Indonesia dapat menjadi pasar potensial bagi ekonomi digital. Lebih lanjut, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang mencapai 262 juta jiwa, 51 persen di antaranya adalah pengguna internet. Mayoritas mengakses internet dari telepon seluler (ponsel).
 
Dengan sejumlah potensi yang dimiliki, Indonesia sebenarnya berpeluang besar menjadi pemain kunci di kawasan Asia dalam upaya mengimplementasikan industri 4.0. Faktor utama yang dapat memengaruhi pengembangan di era digital tersebut antara lain adalah pasar dan talent.
 
"Saat ini, pengguna internet di Indonesia jumlahnya mencapai 143 juta orang. Ini merupakan sebuah potensi pasar yang besar. Kemudian, talent yang ada telah dimiliki dari seluruh universitas di mana di Indonesia jumlahnya terbanyak di ASEAN," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, beberapa waktu lalu.
 
Kedua modal yang telah dimiliki Indonesia itu menjadi kesiapan untuk lebih percaya diri memasuki era perubahan di Industri 4.0. Terlebih lagi, generasi milenial akan memiliki peranan penting karena mereka merupakan pengguna dominan dari teknologi yang menjadi ciri khas revolusi industri keempat, yaitu internet.
 

 
Di sisi lain, industri yang ada di Indonesia juga perlu memanfaatkan teknologi digital guna memacu laju bisnis. Bahkan, keberadaan teknologi digital bisa memberikan instrumen kemudahan kepada konsumen. Tidak hanya itu, teknologi digital bisa dipergunakan untuk meningkatkan daya saing agar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri ketika era keterbukaan terjadi.
 
Wadah Komunikasi dengan Konsumen
 
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance, misalnya, menjawab tantangan sekarang ini dengan meluncurkan aplikasi pelayanan konsumen berbasis internet yaitu Akses Adira Finance. Aplikasi Akses Adira Finance adalah bentuk wadah komunikasi digital antara Adira Finance dengan konsumen.
 
Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli mengaku Adira Finance terus berinovasi guna meningkatkan pelayanan kepada para konsumennya, terutama di era teknologi yang semakin pesat. Dengan hadirnya Akses Adira Finance diharapkan mampu menjawab kebutuhan konsumen yang kian beralih ke digital.
 
Baca: Adira Finance Siapkan Alternatif Pendanaan Maksimalkan Penyaluran Pembiayaan
 
Jika ditelisik, Adira Finance cukup maksimal mengembangkan teknologi ini menjadi jurus ampuh agar nasabah tidak diambil perusahaan pembiayaan lain dan mempertebal loyalitas nasabah di tengah sengitnya persaingan. Ketika diperkenalkan pertama kali di September 2017, aplikasi ini menggunakan versi Beta.
 
"Diharapkan dapat memberikan informasi dan layanan yang dibutuhkan oleh konsumen ataupun calon konsumen," kata Hafid.
 
Hafid menambahkan, sebagai salah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia dengan lebih dari 3 juta nasabah aktif, Adira Finance terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada para konsumennya terutama di era teknologi yang semakin pesat. Dengan hadirnya Akses Adira Finance diharapkan mampu menjawab kebutuhan konsumen yang kian beralih ke digital
 
Baca: Adira Finance Berharap Industri Multifinance Tidak Bergejolak
 
Tidak ditampik ada keunikan fitur yang dimiliki seperti notifikasi dan reminder jatuh tempo serta overdue cicilan yakni konsumen mendapatkan reminder untuk pembayaran angsuran di H-7, H-3, dan pada saat hari H jatuh tempo. Berikutnya, informasi rinci kontrak konsumen termasuk nomor perjanjian kontrak, jumlah angsuran, dan objek pembiayaan.
 
Selain itu, masih kata Hafid, ada juga fitur simulasi kredit untuk calon konsumen, serta jejak angsuran yang sudah dibayarkan dan informasi denda bila ada. Hafid menambahkan aplikasi ini diharapkan mendorong Adira Finance menjadi Multifinace Digital Company di Indonesia pada 2020.
 
"Akses Adira Finance akan terus berkembang mengikuti kebutuhan konsumen dan kemajuan teknologi untuk memberikan nilai tambah pada pelayanan bertransaksi yang cepat, aman, dan mudah bagi para konsumen," kata Hafid.
 
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Kepatuhan Adira Finance I Dewa Made Susila menambahkan, Adira Finance terus berupaya mengembangkan teknologi digital yang bisa diaplikasikan dalam bisnis. Sejauh ini, Adira Finance terus membangun infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) guna memaksimalkan penggunaan digital tersebut.
 
Baca: Adira Finance Bukukan Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2017
 
"Strateginya membangun sumber lain. Soal digital kita juga bekerja sama dengan market place seperti OLX. Kita menjamin kemitraan dengan agen. Jadi intinya kita mengekspansi baik digital maupun non digital," kata Made.
 
Sebelumnya, Adira Finance telah meluncurkan momobil.id. Momobil.id hadir untuk menjadi platform yang mempertemukan pembeli dengan penjual perorangan (C2C) dan dealers (B2C) otomotif, dan memberikan layanan pembiayaan dari Adira Finance. Momobil.id merupakan bentuk inovasi dari transformasi bisnis dan digital Adira Finance.
 
Langkah itu guna menyikapi pesatnya perubahan consumer behaviour atau pola hidup masyarakat Indonesia akibat kemajuan teknologi dan digitalisasi yang dinilai berdampak besar terhadap berbagai segmentasi bisnis, yang kini memasuki era VUCA.
 
Adapun era VUCA adalah era di mana penuh perubahan yang sangat cepat (Volatile), situasi yang tidak pasti (Uncertainty), situasi yang kompleks (Complexity) dan ambigu (Ambiguity). Pada akhirnya, setiap perusahaan dituntut untuk mampu mengidentifikasi, lalu menyikapi perubahan tersebut.
 
"Momobil.id hadir untuk memberi solusi. Bagi buyer, kami memberikan beragam pilihan mobil berkualitas dan terjamin. Bagi seller, kami partner yang menyediakan channel penjualan digital yang dapat mempercepat proses penjualan, sehingga memberikan keuntungan bersama," ujar Senior Vice President, Head of Digital Business, Adira Finance Errol Franklin Siahaan.
 
Adapun Bank Indonesia memperkirakan ekonomi digital di 2025 bisa mencapai USD150 miliar atau setara Rp2.000 triliun (kurs Rp13.500 per USD) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah tersebut didukung oleh pengguna aktif internet sebanyak 124 juta orang. Saat ini, akses internet telah meningkat menjadi 11 megabyte per second (MBps) di Januari 2018.
 

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif