Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Praperadilan Bank Mandiri Dinilai Menjadi Alarm Perbankan Nasional

Juven Martua Sitompul • 25 Juli 2022 17:56
Jakarta: Sengketa kredit fasilitas antara PT Titan Infra Energy dan Bank Mandiri menuai sejumlah komentar dari berbagai kalangan. Terakhir, pihak Bank Mandiri mendaftarkan permohonan praperadilan ke Pengadilan Jakarta Selatan pada Senin, 11 Juli 2022.
 
Sekretaris Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Adi Marwan menilai permohonan praperadilan dengan registrasi nomor perkara 59/Pid.Pra/2022/PN JKT.SEL itu sebagai embrio persoalan hukum baru.
 
"Coba bayangkan saja, kalau permohonan petitum Bank Mandiri itu diterima oleh Hakim yang terjadi adalah Pengadilan justru menghasilkan putusan hukum yang saling bertentangan," kata Adi di Jakarta, Senin, 25 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan Adi tersebut mengacu pada keputusan hakim tunggal PN Jakarta Selatan, Anry Widio Laksono, pada 21 Juni 2022. Dalam putusannya pengadilan menerima tujuh dari sebelas petitum yang dimohonkan PT Titan Infra Energy.
 
Adi Marwan sependapat dengan dalil yang diajukan pengacara Titan Energy Haposan Hutagalung. "Tindakan penggeledahan, penyitaan hingga penutupan rekening debitur (Titan Infra Energy) dilakukan tanpa ada putusan pengadilan," kata Adi.
 

Baca: Kronologi Kredit Titan Infra hingga Proposal Restrukturisasi Tak Ditanggapi Bank Mandiri


Menurut Adi, jika sekarang dilakukan permohonan praperadilan dan dikabulkan hakim maka kasusnya tidak selesai. Keputusan itu justru memicu problem hukum baru.
 
"Keputusan pengadilan seharusnya membawa angin penyelesaian dan bukannya saling mempertentangkan pihak satu dengan yang lainnya," kata Adi.
 
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif