Pekerja mengawasi pengoperasian mesin kilang minyak di Tuban, Jawa Timur. (Ilustrasi FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Pekerja mengawasi pengoperasian mesin kilang minyak di Tuban, Jawa Timur. (Ilustrasi FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Teken Kerja Sama Kilang Tuban dengan Pertamina, Siapa Rosneft?

Ekonomi kilang tuban
Annisa ayu artanti • 26 Mei 2016 10:37
medcom.id, Jakarta: PT Pertamina (Persero) dijadwalkan akan menandatangani kerja sama dengan Rosneft hari ini. Penandatanganan kerja sama ini terkait proyek pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur.
 
Setelah menjadi kandidat kuat (prefered bidder), perusahaan BUMN minyak dan gas (migas) asal Rusia ini akhirnya telah memenangi tender partner kilang Tuban. Rosneft mengalahkan empat pesaingnya, Saudi Aramco dari Arab Saudi, Kuwait Petroleum Inc dari Kuwait, Sinopec dari Tiongkok, dan konsorsium Hail Oil Thailand dan PTT GC Thailand.
 
"(Penandatanganan Pertamina dan Rosneft hari ini). Silakan hadir," kata Vice President Corporate Communication Wianda Pusponegoro, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Kamis (26/5/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Rosneft Jadi Kandidat Kuat Pemenang Tender Kilang Tuban
 
Lalu, siapa Rosneft? Perusahaan asal Rusia ini merupakan sebuah perusahaan multinasional yang menghasilkan berbagai macam produk minyak. Perusahaan ini didirikan pada 1993 dan bermarkas di Moskwa, Rusia. Perusahaan ini juga menjadi salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia. Pada kunjungan Rosneft beberapa waktu lalu ke Indonesia, Pemerintah sudah memberi sinyal positif bahwa perusahaan tersebut akan menjadi pemenangnya.
 
Baca: Pemerintah Beri Sinyal Dukung Rosneft di Kilang Tuban
 
Direktur Utama Pertamina, Dwi Soejipto menjelaskan, terpilihnya Rosneft sebagai prefered bidder karena merupakan salah satu produsen minyak mentah (crude oil) di dunia. Dwi menilai pembangunan kilang di Tuban akan berjalan cepat bila dilakukan kerja sama.
 
"Supaya pembangunan kilang baru di Tuban bisa berjalan cepat. Kita semua tahu Rosneft produsen crude oil terbesar di dunia," ungkap Dwi beberapa waktu lalu.
 
Baca: Mengapa Rosneft Jadi 'Prefered Bidder' Kilang Tuban?
 
Rosneft merupakan perusahaan yang termasuk dalam daftar perusahaan strategis dan organisasi dari Rusia dengan pemegang saham terbesar yakni 69,50 persen dari ekuitas adalah ROSNEFTEGAZ JSC. Saham ini sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Rusia. Sementara BP, memegang 19,75 persen saham, dan satu saham milik negara diwakili oleh Badan Federal untuk Manajemen Kekayaan Negara, sedangkan sisa saham dimiliki publik.
 
Saat ini, Rosneft menjadi pemimpin industri minyak Rusia dan terbesar perusahaan minyak publik dunia. Kegiatan utama perusahaan diantaranya prospeksi dan eksplorasi endapan hidrokarbon, minyak, gas dan produksi gas-kondensat, proyek lepas pantai upstream, pengolahan, serta minyak, gas, dan pemasaran produk di Rusia dan luar negeri. Selama ini Rosneft telah memproduksi minyak mentah, gas alam, petrokimia, dan bahan bakar minyak.
 
Baca: Jadi Calon Terkuat, Rosneft Tawarkan Pertamina Bisnis Upstream di Rusia
 
Selain pembangunan kilang Tubang, Rosneft juga menawarkan kerja sama terintegrasi antara dua negara. Salah satu yang ditawarkan adalah kerja sama pada sektor upstream di Rusia. Rosneft juga menawarkan akan menyuplai kebutuhan Pertamina seperti minyak mentah dan harga kompetitif.
 
"Rosneft juga menawarkan secara integrated. Jadi Pertamina juga akan terlibat upstream di Rusia. Kemudian bagaimana mengembangkan, petrochemical di hilirnya," lanjut Dwi.
 
Pekan lalu, Pertamina melakukan kunjungan ke kilang Tuapse yang dikelola oleh Rosneft di Rusia. Kunjungan tersebut langsung dihadiri oleh Menteri BUMN Indonesia, Rini Soemarno dan Direktur Pengolahan Pertamina Rachmat Hardadi.
 
Baca: Pertamina Lakukan Penjajakan di Kilang Rosneft
 
Rini mengatakan Rosneft akan menandatangani kesepakatan kerja sama pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur dengan total investasi senilai USD13 miliar untuk kapsitas produksi kilang tuban sebesar 320 ribu barel per hari.
 
"USD13 mliar pada dasarnya full kilang grass root refinery, yang produksi BBM, yaiu solar dan nafta yang proses lebih lanjut ke aromatic dan petrochemical," jelas Rini.
 
Nantinya mitra Pertamina tersebut akan memiliki saham 45 persen atas saham kilang Tuban. Sisanya akan dimiliki Pertamina. Kemudian, untuk pendanaannya yakni 40 persen bersumber dari perusahaan dan 60 persen dari pendanaan eksternal.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif