Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Pola Belanja Masyarakat Bergeser

Ekonomi Virus Korona transaksi non tunai Analisis Ekonomi Ekonomi Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional
Angga Bratadharma • 09 September 2020 13:32

"Sedangkan ke sini terlihat hal yang menarik karena sekarang masyarakat berbelanja seperti peralatan olahraga, peralatan berkebun, hingga memasak. Jadi hal-hal yang sifatnya lebih ke hobi," kata Monika.
 
Sedangkan memasuki era kenormalan baru sekarang ini, lanjutnya, masyarakat sudah mulai normal dalam berbelanja. Hal itu terlihat dengan industri pakaian mulai kembali bangkit usai terhantam di awal masuknya covid-19. Kondisi itu juga meyakini Monika bahwa masyarakat sudah mulai terbiasa berbelanja secara daring.
 
"Masyarakat sudah mulai terbiasa dengan berbelanja secara daring. Dan dari segi pengunjung kami melihat angkanya stabil. Terjadi peningkatan dan stabil," tukas Monika.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Belanja Daring Melonjak
 
Pada Juni 2020, Bank Indonesia (BI) mencatat penerimaan (akseptasi) masyarakat terhadap perdagangan elektronik semakin meningkat. Bahkan transaksi belanja daring (e-commerce) melonjak tajam selama masa pandemi covid-19. BI mencatat penjualan di e-commerce naik sebanyak 26 persen dari rata-rata penjualan pada kuartal II-2019.
 
Sedangkan nilai penjualan yang dibukukan e-commerce mencapai USD2,4 miliar atau setara Rp33,84 triliun (kurs Rp14.100 per USD). Kemudian transaksi harian di e-commerce pada April 2020 tercatat naik menjadi 4,8 juta transaksi, dari 3,1 juta transaksi pada kuartal II-2019. Konsumen baru meningkat 51 persen, dan permintaan melonjak lima hingga 10 kali.
 
Adapun potensi e-commerce untuk riding the wave diperkuat dengan porsi transaksi Business to Customer (B2C) yang semakin meningkat di masyarakat. Covid-19 dinilai menjadi akseleran utama dalam peningkatan penerimaan masyarakat terhadap perdagangan elektronik.
 
Kondisi itu yang membuat pondasi digital masyarakat Indonesia menjadi potensi besar untuk terus mendorong digitalisasi dan mulai terlihat perubahan pola perilaku masyarakat, khususnya terkait peningkatan transaksi e-tailing dan e-groceries, dan penggunaan digital payment.
 
Pola Belanja Masyarakat Bergeser
 
Sementara, porsi transaksi B2C yang semakin meningkat di e-commerce terutama didorong oleh bergesernya model bisnis Fast Moving Consumer Goods (FMCG), misalnya, Unilever dan P&G ke direct selling melalui e-commerce selama masa pandemi.
 
"Kalau dulu perusahaan besar itu buka toko-toko besar, kemudian ada wholesale ritel, mereka sekarang pedagang besar juga masuk ke sektor e-commerce. Ini justru jadi peluang sekaligus tantangan untuk bagaimana kita mendigitalkan UMKM secara cepat sehingga bisa melayani kebutuhan-kebutuhan masyarakat di daerah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo
 
Bertransaksi Nontunai
 
Perubahan pola berbelanja masyarakat sejalan dengan kenaikan transaksi nontunai di Tanah Air. Hal itu juga sesuai keinginan dari otoritas moneter yakni Bank Indonesia agar transaksi nontunai dipergunakan masyarakat ketimbang transaksi tunai, karena lebih aman, nyaman, dan mengurangi biaya pencetakan uang fisik.
 
ShopeePay dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), misalnya, berkolaborasi untuk turut mendorong masyarakat bertransaksi secara nontunai, terutama di tengah pandemi covid-19 sekarang ini. Penggunaan transaksi tersebut menjadi penting guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 yang kembali meresahkan.

 
Halaman Selanjutnya
Salah satu cara yang dilakukan…
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif