Ilustrasi. FOTO: MI/Agus Mulyawan
Ilustrasi. FOTO: MI/Agus Mulyawan

Menggapai Cita-Cita Ekosistem Kendaraan Listrik

Ekonomi mobil listrik Kementerian ESDM Analisis Ekonomi Kendaraan Listrik
Angga Bratadharma • 26 Agustus 2021 14:42

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kita per Juli 2021, subsidi BBM dan LPG tabung kg hingga semester I tercatat sebesar Rp34,1 triliun atau 60,28 persen dari pagu yang dialokasikan. Penggunaan kendaraan listrik mampu menghemat devisa negara Rp87,86 triliun di 2050.
 
Mobil listrik buatan mahasiswa Indonesia diakui dunia
 
Lantas pertanyaannya sekarang adalah apakah Indonesia bakal jadi produsen kendaraan listrik atau pasar semata dari kendaraan listrik oleh investor asing? Sebenarnya Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri terkait industri mobil listrik. Pasalnya, beberapa produksi mobil listrik buatan Indonesia mampu diakui internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemampuan para mahasiswa Indonesia, misalnya, dalam bidang membuat mobil listrik kembali mendapatkan pengakuan internasional. Dalam hal ini, Tim Mobil Listrik Arjuna Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapatkan penghargaan dari 5th Annual FSEV Concept Challenge (FSEV 2021).
 
Ajang ini diselenggarakan di India dan dilakukan secara daring mulai 30 Juli-4 Agustus 2021 dan diikuti oleh 31 tim dari India, Turki, dan Indonesia. Tim Arjuna sukses mendapatkan penghargaan Best Battery Design, 3rd Place Team Management Report, dan menjadi finalis di kategori Software and Intelligence Integration.
 
Tim Arjuna memenangkan penghargaan ini setelah berhasil memberikan tujuan yang jelas untuk kebutuhan tenaga dan energi kendaraan yang dicapai dengan penyusunan baterai yang ringkas dan keamanannya. "Tujuan tim Arjuna mengikuti kompetisi tahunan yang kedua kalinya adalah feedback yang dapat diambil dari kompetisi ini sehingga mematangkan persiapan tim serta konsep desain dari mobil yang akan dibuat untuk tahun depan," ucap Ketua Tim Arjuna untuk FSEV 2021 Muhammad Raihan Hilmy.
 
Tak hanya itu, Tim Mobil Listrik Arjuna UGM juga dianggap memiliki visi untuk menjadi tim mobil listrik berbasis riset terbaik di Asia sebagai bentuk kontribusi pengembangan mobil listrik di Indonesia.
 
"Hal ini membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu ikut dalam peradaban perkembangan mobil listrik dunia," tukas Ketua Generasi Ke-9 Tim Arjuna UGM, Inherenta Muhammad Amarutsli.

 

Turunkan emisi karbon
 
Peralihan dari bahan bakar fosil ke listrik tentu dibutuhkan sekarang ini. Hal itu guna mengantisipasi adanya perubahan iklim demi keberlanjutan hidup umat manusia sekaligus berkontribusi untuk menurunkan emisi karbon dan berperan untuk membatasi kenaikan suhu global di bawah 1,5 derajat celcius.
 
Berdasarkan hasil kajian IESR bertajuk 'Deep decarbonization of Indonesia’s Energy System: A Pathway to Zero Emissions by 2050' mengungkapkan skenario kebijakan terbaik (BPS) menunjukkan dekarbonisasi di sistem energi Indonesia pada 2050 layak secara teknis dan ekonomis, menggunakan 100 persen energi terbarukan.
 
"Dalam bauran energi primer, pangsa energi terbarukan tumbuh pesat menjadi sekitar 80 persen pada 2040, hingga akhirnya mencapai 100 persen pada 2050," tulis kajian tersebut.
 
Menurut kajian IESR, dekarbonisasi mendalam akan membawa peluang besar bagi perekonomian Indonesia. Kaya akan energi terbarukan, Indonesia diberkahi dengan baik untuk transisi ke 100 persen terbarukan sistem energi. Dekarbonisasi mendalam bukan hanya kunci dalam mengurangi emisi karbon tetapi juga dalam meremajakan perekonomian Indonesia usai pandemi.
 
Proyek terbarukan energi, efisiensi energi, dan transportasi bersih adalah proyek siap pakai yang akan tidak hanya menciptakan lapangan kerja dengan segera tetapi juga membawa dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
 
"Minimal, Indonesia akan melihat lebih dari 800 ribu pekerjaan baru pada 2030 dan lebih dari 3,2 juta pekerjaan baru pada 2050 jika negara mengikuti melalui jalur dekarbonisasi yang dalam," tulis kajian IESR.
 
Manfaat tambahan penting lainnya dari dekarbonisasi adalah menghindari biaya iklim kerusakan, peningkatan efisiensi energi, kualitas udara yang lebih baik, menghindari kematian dan perawatan kesehatan biaya, sistem energi yang lebih tangguh, peningkatan ketersediaan air dan ketahanan pangan, dan ekosistem yang sehat dan keanekaragaman hayati yang kaya.
 
"Kemudian menghindari biaya aset yang terdampar, lebih rendah belanja energi dan subsidi, akses universal ke energi melalui penggunaan lokal, sumber daya energi terbarukan, dan peluang ekonomi baru di daerah pedesaan," tambah kajian IESR.
 
Lebih lanjut, kajian tersebut merekomendasikan beberapa hal kepada para pembuat kebijakan di Indonesia. Pertama, ambil keputusan berani sekarang dan lakukan dekarbonisasi mendalam
sistem energi Indonesia sebagai prioritas utama. Kedua, pastikan perencanaan sistem energi mencerminkan jalur dekarbonisasi yang jelas.
 
Ketiga, merangsang partisipasi multi-stakeholder dalam upaya dekarbonisasi. Keempat, tetapkan kebijakan yang tepat untuk mewujudkan pendalaman target dekarbonisasi.

 
(ABD)
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif