Ilustrasi tas dan sepatu produksi lokal - - Foto: Kemenparekraf
Ilustrasi tas dan sepatu produksi lokal - - Foto: Kemenparekraf

Membumikan Produk Lokal

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Analisis Ekonomi Produk Dalam Negeri barang dan jasa UMKM UMKM Indonesia Bangga Buatan Indonesia E-Katalog
Desi Angriani • 23 April 2022 14:32
BANGGA buatan Indonesia tak lagi terdengar asing di telinga. Kalimat tersebut terus menerus digaungkan oleh pemerintah agar produk lokal dicintai dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
 
Jika produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) semakin membumi di Tanah Air, kontribusi sektor tersebut terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional bakal semakin besar meski skala ekonominya tidak sebanding dengan perusahaan multinasional
 
Jumlah UMKM di Indonesia saat ini mencapai 64,2 juta dan mampu menopang PDB hingga 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun. Bahkan, UMKM menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang tersedia serta menghimpun hingga 60,42 persen dari total investasi nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, muncullah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) pada 14 Mei 2020 lalu dengan sebuah tim yang bertanggung jawab untuk mendorong daya saing UMKM. Adapun Tim Gernas BBI terdiri dari 29 kementerian/lembaga dan 12 di antaranya dipilih untuk mengkoordinasikan program Bangga Buatan Indonesia secara intensif ke seluruh daerah.
 
Di dalam pelaksanaannya, pemerintah memerlukan dukungan berupa pendataan, pelatihan, akses permodalan, perluasan pasar, pelaksanaan kampanye, penganggaran, dan stimulus ekonomi.

 
Ketua Harian Gernas BBI Sandiaga Salahuddin Uno mengeklaim program tersebut berhasil mendorong pembukaan peluang usaha dan lapangan kerja baru. Ia menyebutkan jumlah UMKM/IKM onboarding dalam Gernas BBI mencapai 3,7 juta unit atau 85 persen lebih tinggi dari target awal yang hanya dua juta unit.
 
Pada 2021, sebanyak 5,5 juta UMKM/artisan kembali masuk ke dalam marketplace dengan total mencapai 17,2 juta. Angka ini ditargetkan meningkat 57 persen menjadi 30 juta UMKM yang onboarding di 2023.
 
Sementara itu, penjualan produk lokal dalam gernas BBI mencapai 150 ribu transaksi hingga Desember 2021 seiring dengan penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Transaksi tersebut menghasilkan  total nilai Rp36 miliar.
 
"Pencapaian Gernas BBI ini terjadi karena adanya gerak bersama melalui kolaborasi yang dilakukan berbagai pihak, mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, platform marketplace dan para top brand," kata Sandiaga dalam kegiatan Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Jumat, 25 Maret 2022.

Dari Maluku hingga Bukittinggi

Kampanye Bangga Buatan Indonesia telah merambah 12 provinsi di Indonesia mulai dari Provinsi Maluku hingga Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Gerakan tersebut akan terus berlangsung di 12 provinsi yang berbeda dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan dan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi sebagai target utama UMKM.
 
Dalam kampanye BBI bertema Aroma Maluku, pemerintah melibatkan satuan pendidikan untuk mengembangkan produk-produk asal Maluku seperti program SMK Pusat Keunggulan, Kampus Merdeka Vokasi dan Kampus Merdeka.

Melalui program ini, Kemendikbudristek mengalokasikan Rp1,3 triliun untuk pengadaan laptop agar UMKM setempat dapat segera onboarding dan menjadi katalis transformasi digital di wilayah timur.
 
Adapun kampanye Aroma Maluku mengambil contoh dari keberhasilan program kewirausahaan di SMA Negeri 5 Jambi yang melibatkan Kedaireka Dikti dan salah satu perguruan tinggi.
 
Selanjutnya, Gernas BBI menyasar pengembangan ekosistem industri halal di kota Bukittinggi, Sumatra Barat dengan membangun Zona KHAS atau Kuliner Halal, Aman dan Sehat di provinsi tersebut. Program ini akan menjadi booster bagi pelaku UMKM pascadihantam pandemi dalam dua tahun terakhir.
 
Membumikan Produk Lokal
Ilustrasi produk UMKM kain tenun dan kerajinan asal Sumatra Barat - - Foto: dok Kemenparekraf
 
Saat ini Sumbar ditopang oleh 600 ribu unit UMKM dengan 89 persennya menopang perekonomian di Sumbar. Karena itu, dibutuhkan dukungan berupa peminjaman modal tanpa bunga agar industri halal di wilayah tersebut dapat berkembang. Termasuk, kemudahan sertifikasi halal dan jaminan konsumsi produk halal.
 
"Gernas BBI dilaksanakan di setiap daerah. Intinya, tidak ada alasan untuk tidak bangga pada produk kita. Contoh Jam Gadang karya orang Koto Gadang. Ini salah satu bukti bahwa produk lokal bisa berbicara dan bersaing di tingkat dunia,” ujar Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam launching Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) Sumbar.
 
Sementara itu, kegiatan Gernas BBI di Provinsi Jambi berhasil membukukan penjualan produk UMKM hingga Rp12 miliar dalam tiga bulan atau dua kali lipat melebihi dari target yang sebesar Rp6 miliar.
 
Jumlah UMKM yang berhasil onboarding di wilayah tersebut mencapai 432 UMKM, atau lebih banyak dari yang ditargetkan yakni 100 UMKM. Selain itu, sebanyak 1.253 pelaku usaha telah mengikuti pelatihan pemasaran digital.

 
 
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif