Kaleidoskop Liga Champions 2018. (Ilustrasi: Medcom.id)
Kaleidoskop Liga Champions 2018. (Ilustrasi: Medcom.id)

Kaleidoskop Sepak Bola 2018: Ketika Duo Madrid Kuasai Eropa

Bola liga champions liga europa
Kautsar Halim • 28 Desember 2018 22:12
Jakarta: Banyak event sepak bola menarik di sepanjang 2018. Dua di antaranya Liga Champions dan Liga Europa yang memasuki fase gugur. Perhelatan pun makin seru dengan berbagai rekor yang ditorehkan klub maupun para pemainnya itu sendiri.
 
Tapi uniknya, kedua kompetisi Eropa tersebut bisa dimenangkan klub Spanyol yang sama-sama berasal dari Madrid. Untuk Liga Champions dimenangkan Real Madrid, sedangkan Liga Europa dijuarai Atletico Madrid.
 
Meski berasal dari kota sama, perjuangan Atletico dan Madrid tidaklah mudah. Sebab, mereka harus tampil lebih konsisten ketimbang para lawannya. Selain itu, kompetisi domestik juga tetap bergulir di negaranya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Madrid dan Atletico memang keluar sebagai juara. Namun, berbagai momen menariknya tidak hanya berasal dari laga yang melibatkan keduanya. Berikut rangkuman Medcom.id:
 
Pesona Cristiano Ronaldo
Real Madrid berhasil melewati babak 32 besar setelah menaklukkan Paris Saint-Germain dengan skor agregat 5-2. Cristiano Ronaldo tampil menjadi pemain tersubur lewat sumbangan tiga golnya pada fase tersebut. Saking produktifnya hingga fase final, Ronaldo pun menyabet titel top scorer dengan koleksi 15 gol.
 
Dari sekian banyak gol yang tercipta, ada satu gol Ronaldo yang paling berkesan, yakni ketika dia membobol gawang Juventus dengan tendangan salto pada perempat final. Berkat gol tersebut, Madrid menang besar 3-0 pada leg pertama di Stadion Allianz.
 
Beredar kabar, respons positif suporter Juventus atas gol itu telah menginspirasi Ronaldo untuk bergabung dengan Bianconeri. Seperti diketahui, Juventini—sebutan supporter Juve malah bertepuk tangan ketika gol indah itu tercipta.
 
Tambahan informasi, terdapat tiga pemain Liverpool yang berada di bawah nama Ronaldo pada klasemen akhir pencetak gol terbanyak, yakni Mohamed Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino. Tapi, The Reds harus jadi runner up karena kalah di final. Ketiga pemain tersebut cukup produktif dengan mengoleksi 10 gol.
 
Kegagalan Manchester United
United yang saat itu masih dilatih Jose Mourinho tergolong klub favorit. Sebab, dukungan suporternya sangat besar dan bukan hanya berasal dari Inggris saja. Selain itu, materi pemain mereka juga cukup mumpuni.
 
Sayang, Setan Merah malah terhempas di babak 16 besar karena kalah dari Sevilla pada leg 2. Padahal, United bisa menahan imbang Sevilla tanpa gol saat memainkan leg 1 di markas Sevilla. Sialnya, kegagalan United dipastikan terjadi setelah kalah 2-1 di Stadion Old Trafford.

Klik: 8 Fakta Menarik setelah Sevilla Mempermalukan MU

Suporter Liverpool Serang Bus Manchester City
Aksi tidak terpuji dilakukan para supporter Liverpool ketika tim kesayangannya bakal menjamu Manchester City pada perempat final Liga Champions. Mereka menyerang bus lawan dan membuat para pemain di dalamnya tidak fokus bertanding. Kabarnya, bus tersebut dilempari berbagai macam benda seperti, proyektil, botol dan kembang api.
 
Dari sisi Liverpudlian—sebutan para suporter Liverpool, aksi tersebut memang cukup bermanfaat karena City yang menjadi jawara Liga Primer Inggris kalah telak dengan skor 3-0. Kemudian, tren positif kemenangan juga berlanjut hingga leg 2 karena City kalah dengan skor, 1-2. Kendati demikian, hukuman berat langsung diberikan UEFA kepada manajemen Liverpool.


Klik:Serang Bus Manchester City, Hukuman Berat Menanti Liverpool


Real Madrid Juara Lagi
Pada semifinal, Liverpool sempat tampil menawan dengan menaklukkan Roma. Namun sayangnya, mereka tak berkutik saat menghadapi Madrid di final. Beberapa penyebabnya karena Mohamed Salah cedera bahu dan kiper Loris Karius melakukan dua blunder.
 
Kemenangan 3-1 atas Liverpool, membuat Madrid menjuarai Liga Champions sebanyak 13 kali. Selain itu, Los Blancos juga berhasil menjadi juara bertahan dalam tiga musim berturut-turut.
 
Juergen Klopp, Salah dan Karius bisa dikatakan sebagai sosok Liverpoolyang paling terpukul. Sebab, Klopp gagal mematahkan kutukan selalu kalah di final Liga Champions, Salah jadi tidak maksimal membela Mesir di Piala Dunia 2018 dan Karius harus rela dibuang ke Besiktas.
 
Keperkasaan Atletico di Liga Europa
Setelah gagal di Liga Champions, Atletico langsung tancap gas menjuarai Liga Europa. Lawan tersulit mereka bisa dibilang hanya Sporting CP di perempat final dan Arsenal di semifinal.Ketika menghadapi Arsenal dan Sporting, Atletico hanya menang dengan skor agregat, 2-1.
 
Adalah Olympique de Marseille yang menjadi lawan Atletico pada final. Tapi, klub asal Prancis itu malah menelan kekalahan dengan skor, 3-0. Antoine Griezmann sukses menjadi pemain paling produktif bagi Atletico dengan mencetak dua gol, sedangkan satu sisanya diciptakan Gabi pada menit ke-89. Kontribusi Griezmann membuatnya menjadi pemain Prancis pertama yang bisa mencetak sepasang gol di Liga Europa.
 
Fernando Torres sempat dimainkan untuk menggantikan Griezmann pada menit ke-90. Meski bermain sebentar, kesempatan itu sangat diapresiasi Torres yang musim depan bakal pindah ke klub Jepang, Sagan Tosu. Selain momen perpisahan Torres, masih banyak makna penting kemenangan Atletico. Informasi lengkapnya bisa klik di sini.
 
Wenger Gagal Terima Kado Perpisahan
Setelah ditekan para suporter atas performa Arsenal yang tak kunjung membaik, Arsene Wenger akhirnya memilih mundur dari jabatannya sebagai pelatih pada Jumat 20 April 2018. Keputusan itu dia ambil sekitar seminggu sebelum laga kontra Atletico pada leg 2 semifinal Liga Europa.
 
Besar harapan Wenger, trofi Liga Europa bisa menjadi kado terindah karena Arsenal belum pernah juara di pentas Benua Biru dalam 22 tahun masa baktinya. Peluang itu juga cukup besar terealisasi karena The Gunners mampu menahan imbang Atletico dengan skor 1-1 pada leg 1 di London.
 
Sayang, nasib berkata lain. Atletico malah menang tipis lewat gol semata wayang Diego Costa ketika memainkan leg 2 di StadionWanda Metropolitano. Beberapa jam seusai laga, Wenger langsung mengutarakan rasa kecewanya.
 
"Saya sangat kecewa tidak bisa menutup karier dengan gelar juara untuk Arsenal. Butuh waktu untuk bangkit dan saya belum tahu bakal melakukan apa di masa mendatang," kata Wenger seperti dikutip dari sini.
 
"Selamat untuk Atletico Madrid, semoga sukses di final. Kami gagal memanfaatkan peluang pada akhir-akhir pertandingan. Kami merasa frustrasi dengan hasil tersebut." tambahnya menutup.
 


 

(KAU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif