Tangkapan layar pemberitaan palsu dari media sosial
Tangkapan layar pemberitaan palsu dari media sosial

Media Lebay Memberitakan Banjir Jakarta? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 03 Januari 2020 15:18
Beredar kabar di media sosial bahwa pemberitaan tentang banjir Jakarta dan sekitarnya, berlebihan. Bahkan pemberitaan tersebut dinilai sebagai fitnah.
 
Akun Facebook Yanto Hendrawan mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan kondisi sekitar Cawang UKI, Jakarta Timur yang telah surut dari abnjir pada pukul 08.45 WIB, Kamis 2 Januari 2020. Pemilik akun juga menambahkan narasi yang menyatakan pemberitaan media terkait banjir Jakarta menggunakan foto-foto lama. Kemudian ditambah dengan kalimat yang bombastis.
 
Yanto Hendrawan meyakini bahwa banjir awal 2020 di Jakarta bukanlah banjir besar. Dari keyakinan itu, Yanto mengklaim banjir di Jakarta tidak mengakibatkan bisnis lumpuh dan logistik terganggu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Sejak diunggah pada Kamis, 2 Januari 2020, unggahan tersebut sudah dibagikan 404 kali, mendapat 702 reaksi, dan 392 komentar. Berikut secara lengkap narasi yang diunggah pemilik akun Yanto Hendrawan:
 
"Jangan Percaya Media Fitnah
 
Media pembenci Anies gotong royong melebaykan banjir di Jakarta. Mereka menyebut banjir besar, bisnis lumpuh, logistik terganggu, bencana nasional dan teks-teks lebay lainnya. Padahal sejak jam 08.45 pagi ini Cawang Uki sudah normal dan bisa dilewati.
 
Mereka pakai foto-foto lama. Kalimatnya dibuat bombastis. Seolah Jakarta lumpuh total. Kita harus mengerti media juga berkepentingan dengan iklan dan banyaknya kujungan di portal mereka yang ujung-ujungnya berbuntut rupiah.
 
Katakan dengan benar untuk yang benar. Hati-hati dengan fitnah. Jangan membaca media yang suka fitnah. Tinggalkan dan cari referensi berita yang lebih bisa dipercaya. Dan sebagai netizen yang waras, mari sampaikan keadaan yang sebenarnya. Jadi citizen jurnalist jika perlu untuk membendung berita jahat.
 
Hati-hati dengan media.".

 

Media Lebay Memberitakan Banjir Jakarta? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa pemberitaan media terkait banjir di Jakarta bersifat lebay dan fitnah adalah salah. Faktanya, merujuk data resmi pemerintah, curah hujan tinggi membuat sejumlah titik di Ibu Kota terendam banjir hingga berdampak pada bisnis logistik hingga menelan korban jiwa.
 
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa curah hujan di Jakarta tertinggi selama 24 tahun terakhir. BMKG terakhir mencatat curah hujan tertinggi pada 1996. Data ini digunakan sejumlah media arus utama sebagai bahan pemberitaan banjir Jakarta.
 
Seperti yang dimuat pada Detik.com melalui artikel berjudul "Jabodetabek Banjir, Curah Hujan 1 Januari 2020 Tertinggi Selama 24 Tahun". Artikel itu menyebut curah hujan yang mengguyur Jakarta pada 1 Januari 2020 menggunakan pernyataan pejabat BMKG.
 
Berikut secara lengkap isi artikel tersebut :
 
Jakarta - Hujan yang mengguyur Jakarta pada 1 Januari 2020 kemarin ternyata memecahkan rekor dalam seperempat abad terakhir. Curah hujan tahun baru kemarin adalah yang tertinggi sejak 1996.
 
"Curah hujan kemarin adalah yang tertinggi selama 24 tahun terakhir berdasarkan data sejak 1996," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.
 
Atas curah hujan tertinggi sejak 1996 itu,Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai banjir di Jakarta menjadi salah satu faktor penyebab banjir di sebagian besar wilayah ibu kota.
 
"Hujan tahun baru kali ini sangat ekstrem dan melanda sebagian besar Jawa bagian Barat-Utara sehingga menyebabkan banjir besar yang merata di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung Barat, bahkan Cikampek dan Cipali. Hujan kali ini bukan hujan biasa," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo di Jakarta, Rabu 1 Januari 2020.
 
Dari beberapa tahun insiden banjir besar di Jakarta sejak 1996, tahun ini tercatat yang paling tinggi. Banjir besar tahun 1996 urah hujan 216 mm/hari, tahun 2002 168 mm/hari, tahun 2007 340mm/hari, tahun 2008 250mm/hari, tahun 2013 100mm/hari, tahun 2015 277mm/hari, tahun 2016: 100 - 150 mm/hari.
 
"Untuk curah hujan Jakarta di pergantian tahun 2020 ini berikut data dari beberapa titik tercatat di Lanud TNI AU Halim: 377 mm, Taman Mini: 335 mm, Jatiasih: 259 mm," ujar Doni.

 

Media Lebay Memberitakan Banjir Jakarta? Ini Faktanya
 

Kemudian, seperti dilansir Media Indonesia, posko banjir Jakarta mencatat hingga Rabu 1 Januari 2019 malam pukul 19.00 WIB jumlah pengungsi banjir di seluruh wilayah DKI Jakarta mencapai angka 31.232 orang. Pemprov DKI Jakarta menurunkan 120 ribu petugas untuk menanggulangi banjir tersebut. Artikel Media Indonesia juga menggunakan data petugas resmi.
 

Media Lebay Memberitakan Banjir Jakarta? Ini Faktanya
 

Selanjutnya, klaim bahwa pemberitaan banjir Jakarta membuat bisnis lumpuh dan logistik tidak tertanggu adalah salah. Hal itu seperti dilansir CNBC Indonesia melalui artikel "Banjir Jakarta Awal 2020: Bisnis Lumpuh, Logistik Terganggu" yang dimuat pada Rabu 1 Januari 2020, menyatakan bisnis dan logistik terdampak banjir Jakarta. Pula, artikel tersebut menggunakan keterangan dari Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang.
 
Berikut secara lengkap isi artikel CNBC terkait banjir Jakarta berdampak pada logistik.
 
Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha yang tergabung Kamar Dagang dan Industri Indonesia Wilayah DKI Jakarta menyatakan, hujan deras yang melanda DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya sejak 31 Desember 2019 sampai 1 Januari 2020 hingga menyebabkan banjir, telah mengakibatkan aktivitas bisnis lumpuh.
 
Banjir juga mengakibatkan akses lalu lintas terganggu dan pemadaman listrik untuk menghindari korsleting.
 
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyatakan, semestinya, gairah ekonomi di Ibu Kota menggeliat karena warga memanfaatkan waktu untuk berlibur ke berbagai tempat wisata di Jakarta, seperti Ancol, Kota Tua, Monas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kebun Binatang Ragunan hingga pusat perbelanjaan hingga restoran.
 
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta mengungkapkan, arus logistik juga terganggu karena beberapa kawasan ruas tol yang terkena banjir.
 
"Kejadian banjir ini memang sangat terimbas terhadap berbagai aktivitas bisnis di Jakarta dan sekitarnya. Hari libur tahun baru seperti ini biasanya omzet restoran, cafe, pusat perbelanjaan termasuk UKM di tempat tujuan wisata biasanya naik, namun dengan banjir ini praktis omzet menurun," kata Sarman, dalam keterangannya, Rabu (1/1/2020).
 
Meski demikian, Sarman terus mendukung langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menangangi banjir. Kadin juga menekankan perlunya sinergi dari wilayah-wilayah penyangga ibu kota seperti Bogor, Bekasi, Depok dan Tangerang karena permasalahan banjir ini tentu tidak bisa di selesaikan oleh pemprov DKI Jakarta sendiri.
 
"Semoga banjir ini cepat surut, sehingga dalam sisa waktu liburan sampai tanggal 5 Januari geliat ekonomi bisa bergairah kembali dan masyarakat dapat memanfaatkan sisa liburannya bersama keluarga," ujarnya.

 

Media Lebay Memberitakan Banjir Jakarta? Ini Faktanya
 

Terakhir, melansir data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat pagi, 3 Januari 2020, terdapat 9 orang meninggal akibat banjir Jakarta. Dengan rincian; Jakarta Pusat 1 orang, Jakarta Barat 1 orang, dan Jakarta Timur 7 orang.
 

Media Lebay Memberitakan Banjir Jakarta? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa pemberitaan media terkait banjir di Jakarta bersifat lebay dan fitnah adalah salah. Faktanya, banjir Jakarta menggangu bisnis logistik dan menelan korban jiwa.
 
Informasi hoaks tersebut masuk dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

Referensi:
https://news.detik.com/berita/d-4843412/jabodetabek-banjir-curah-hujan-1-januari-2020-tertinggi-selama-24-tahun
https://mediaindonesia.com/read/detail/280957-anies-banjir-di-jakarta-sudah-mulai-terkendali
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200101165207-4-126948/banjir-jakarta-awal-2020-bisnis-lumpuh-logistik-terganggu
https://twitter.com/BNPB_Indonesia/status/1212929260811255809?s=20
 

Sumber:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=160667888526022&set=a.103815950877883&type=3&theater
 

 

(WAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif