Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Benarkah Blusukan Risma Temui Dua Gelandangan Adalah Settingan? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 08 Januari 2021 12:00
Beredar di media sosial kabar yang menyebutkan agenda Menteri Sosial Tri Rismaharini saat blusukan menemui dua orang tunawisma sudah di-setting. Salah seorang tunawisma yang ditemui Risma disebut "Orang PDIP".
 
Akun Twitter @donihendarto membagikan kabar ini dengan mengunggah dua gabungan foto, salah satunya memperlihatkan Risma sedang menghampiri dua tunawisma. Foto lainnya, memperlihatkan dua tunawisma yang sempat ditemui Risma sedang makan di sebuah kantin.
 
Akun itu menambahkan narasi pada unggahan fotonya: "Ternyata itu drama bu Risma,". Pula, akun itu juga mengunggah foto tangkapan layar komentar dari warganet yang mengklaim sering melihat dua gelandangan tersebut. Salah satu tunawisma itu diklaim merupakan penjual poster Soekarno di kawasan Manggarai, Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"Kalau yang menghadap ke depan atau yang rambutnya putih atau ubanan kayak kenal itu, tukang jualan poster Soekarno memang dia orang PDIP, lokasi jualannya Jalan Minangkabau Manggarai, selain itu dia juga jualan kelapa muda. Terciduk juga," ujar salah seorang warganet Benarkah klaim bahwa kegiatan blusukan Risma adalah settingan? Berikut cek faktanya.
 

[Cek Fakta] Benarkah Blusukan Risma Temui Dua Gelandangan Adalah <i>Settingan</i>? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa blusukan Risma menemui dua orang tunawisma settingan atau sudah diatur belaka adalah keliru. Faktanya, tidak ada bukti valid kedua tunawisma yang ditemui Risma berkaitan dengan PDIP.
 
Foto itu berasal dari akun resmi Facebook dan Twitter PDI Perjuangan. Kedua tunawisma itu bernama Kasdubi dan Faisol. Mulanya, mantan Wali Kota Surabaya ini melakukan blusukan ke beberapa wilayah, salah satunya ke kawasan Jalan Pintu Air Pasar Baru, Jakarta Pusat. Di sana, Risma melihat Kasdubi, seorang lansia yang sedang tidur di emperan toko. Risma menghampiri dan berdialog.
 
Kasdubi mengaku tidak memiliki tempat tinggal, akhirnya Risma menawarkan Kasdubi supaya tinggal di Balai Bekasi. Selain menawarkan tempat tinggal yang layak, Risma juga memberikan masker kepada tunawisma itu karena masker yang dipakainya terlihat sudah usang.
 
Di tempat yang sama, Risma kembali menjumpai seorang tunawisma. Namun, kali ini PMKS yang mengaku bernama Faisol dan berasal dari Kabupaten Asahan, Sumatera Utara itu berharap dapat dibantu pulang ke daerah asalnya.
 
Risma pun menginstruksikan jajarannya agar membantu kepulangan Faisol ke daerah asalnya di Pulau Sumatera. Setelah berdialog dengan Kasdubi dan Faisol, Risma juga mengajak kedua PMKS ini untuk makan sebelum menuju ke Kantor Kemensos. Keduanya bukan anggota partai PDIP.
 

[Cek Fakta] Benarkah Blusukan Risma Temui Dua Gelandangan Adalah <i>Settingan</i>? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa blusukan Risma menemui dua orang tunawisma sudah di-setting terlebih dahulu adalah keliru. Faktanya, tidak ada bukti valid kedua tunawisma tersebut berkaitan dengan PDIP.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis Misleading Content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Benarkah Blusukan Risma Temui Dua Gelandangan Adalah <i>Settingan</i>? Ini Faktanya
 

 
Referensi:
https://web.facebook.com/39253583478/posts/10157833218268479/?_rdc=1&_rdr
https://twitter.com/PDI_Perjuangan/status/1346903136099733505
https://archive.md/fdMCX
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif