Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial
Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Kemenhub jadikan Larangan Mudik Ladang Bisnis dengan Jualan Stiker Khusus Bus? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 03 Mei 2021 07:34
Beredar sebuah narasi bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadikan larangan mudik lebaran 1442 Hijriah sebagai ladang bisnis dengan 'menjual' stiker khusus untuk armada bus.
 
Adalah akun facebook Devan Baskara yang turut mengunggah gambar berisi narasi sebagai berikut:

Katanya: Bus tidak boleh mengangkut penumpang mudik lebaran
Faktanya: Bus boleh beroperasi untuk mudik, asal pakai stiker khusus dari Kemenhub


Akun itu membuat komentar terkait narasi tersebut, Minggu 2 Mei 2021. Berikut selengkapnya:

"Jadi sebenarnya boleh mudik gak sih ?? Harusnya pemerintah itu Tegas dan Konsisten dengan peraturan yang mereka buat. Jangan seolah-olah buat aturan tapi tidak bisa menerapkannya. Bukan malah buat aturan tapi sekaligus dibuat ladang bisnis ??."


 
[Cek Fakta] Kemenhub jadikan Larangan Mudik Ladang Bisnis dengan Jualan Stiker Khusus Bus? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Akun facebook Devina Anggraeni juga mengunggah narasi yang sama. Ia langsung menuding bahwa Kemenhub menjual stiker mudik.

"Ternyata jualan stiker mudik ya!
#rezimkualat," tulis akun Devina, Minggu 2 Mei 2021.

[Cek Fakta] Kemenhub jadikan Larangan Mudik Ladang Bisnis dengan Jualan Stiker Khusus Bus? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa stiker khusus yang diberikan Kemenhub ke sejumlah armada bus merupakan ajang bisnis, tidak berdasar. Faktanya, stiker khusus itu dibuat untuk memudahkan petugas kepolisian di pos penyekatan.
 
Selama masa larangan mudik, terdapat larangan angkutan umum mengangkut penumpang untuk mudik. Termasuk bus.
 
Namun terdapat bus yang diperbolehkan beroperasi. Bus itu khusus untuk
mengangkut penumpang dengan kepentingan perjalanan dinas, kunjungan keluarga yang sakit, kunjungan keluarga yang meninggal dunia dan ibu hamil serta kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

"(Pemberian stiker khusus) agar teman-teman di lapangan itu mudah menyeleksi, mana yang boleh mana yang tidak. Tapi, siapa pun yang berangkat apa pun keterangannya itu tetap harus dengan surat hasil rapid antigen atau GeNose atau PCR," kata Direktur Angkutan Jalan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani seperti dilansir Medcom.id, 29 April 2021.


 
[Cek Fakta] Kemenhub jadikan Larangan Mudik Ladang Bisnis dengan Jualan Stiker Khusus Bus? Ini Faktanya
 

Selengkapnya dapat dibaca di sini:
 
Bus Khusus Bawa Penumpang saat Pelarangan Mudik Bakal Dipasang Stiker
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa stiker khusus yang diberikan Kemenhub ke sejumlah armada bus merupakan ajang bisnis, tidak berdasar. Faktanya, stiker khusus itu dibuat untuk memudahkan petugas kepolisian di pos penyekatan.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Kemenhub jadikan Larangan Mudik Ladang Bisnis dengan Jualan Stiker Khusus Bus? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.medcom.id/ramadan/news-ramadan/9K5582xK-bus-khusus-bawa-penumpang-saat-pelarangan-mudik-bakal-dipasang-stiker
https://archive.md/EfUjH
https://archive.md/n7fk7
 

Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif