Ilustrasi vaksin virus korona (covid-19). Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi vaksin virus korona (covid-19). Medcom.id/M Rizal

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Vaksin Covid-19 Bermutasi Menjadi Virus Jenis Baru? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 07 Januari 2021 13:23
Beredar sebuah pesan berantai berisi hasil penelitian peneliti Universitas Brawijaya Malang Profesor Sutiman Bambang Sumitro. Dalam penelitiannya menyebutkan vaksin Covid-19 telah bermutasi menjadi virus covid-19 jenis baru.
 
Dalam narasi tersbeut, Sutiman menyebutkan vaksin covid-19 nyaris tidak ada gunanya. Pasalnya vaksin covid-19 telah bermutasi menjadi ribuan Covid-19 jenis baru di seluruh dunia. Berikut pesan berantai yang beredar.

"copas
dari grup WA Alumni ITB ????????
 

Prof. Sutiman Bambang Sumitro adalah seorang peneliti handal yang dimiliki UB. Beliau telah meluluskan lebih dari 60 doktor dalam bidang mikrobiologi. Reputasinya di Indonesia sdh tidak diragukan lagi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Kemarin, dalam pertemuan di rektorat, beliau mengatakan bahwa vaksin virus covid-19 nyaris tak ada gunanya. Saya kaget. Apa pasalnya kok vaksin tak menjadi tak berguna? Ternyata inilah penyebabnya. Vaksin covid-19 itu telah bermutasi menjadi ribuan covid-19 baru di seluruh dunia. Beliau bersama anaknya yang ahli IT mengumpulkan data tersebut dari seluruh dunia. Di Indonesia sendiri telah ditemukan ratusan varian covid-19.
 
Padahal vaksin adalah spesifik. Artinya ia hanya efektif untuk menangkal jenis covid-19 tertentu saja. Kalau virusnya sdh bermutasi, maka antibodi yang dibentuk akibat vaksin tersebut nyaris tak akan efektif menangkal covid-19.
 
Ini barangkali penjelasan, kenapa ada orang yang pernah terkena covid-19 lantas sembuh, ternyata kambuh lagi. Rekan kami, Rhiza M. Sajad menulis, tetangga beliau, dr. Noer Bahri Noor, sekarang dirawat di rumah sakit karena covid-19, padahal sebelumnya sdh pernah ke covid-19 dan berhasil sembuh. Beberapa waktu lalu juga sempat diberitakan seorang perawat yang meninggal dalam kondisi hamil karena covid-19, padahal sebelumnya sdh pernah terkena covid-19 dan sembuh. Bahkan, salah satu relawan covid-19 yang disuntik vaksin di Bandung tempo hari diberitakan positif covid-19 setelah dia pergi ke Semarang.
 
Dengan semakin banyaknya mutan dan varian covid-19, nyaris sekarang tak ada lagi yang aman dari covid-19. Tak ada lagi yang bisa jumowo bahwa dirinya kebal dari covid-19.
 
Jadi apa upaya yang harus kita tempuh supaya tak terkena covid-19?
Jaga diri agar imunitas tubuh tinggi. Sering-seringlah kena paparan sinar matahari, bekerja di terik matahari sehingga berpeluh-peluh, karena itu adalah exercise yang sangat bagus untuk meningkatkan imunitas. Begitulah inti sari yang sering disampaikan dr. Tirta.
 
Selain itu, sering-seringlah makan sayur dalam jumlah besar, agar kondisi badan kita basa. Banyak sekali sayur di sekitar kita. Bayam satu ikat cuma Rp. 2000,-
Kalau sehari sampeyan menghabiskan bayam 3 ikat seorang diri, kan cuma keluar Rp. 6000,-
Makan sayur yang banyak juga akan mengurangi volume karbohidrat/nasi putih sehingga sampeyan terhindar dari obesitas.
 
????????????????"


Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim Covid-19 telah bermutasi menjadi virus covid-19 jenis baru adalah salah. Faktanya, Profesor Sutiman Bambang Sumitro hanya menyebut Covid-19 telah bermutasi menjadi virus lokal yang menyulitkan ditemukannya vaksin secara global.
 
Dilansir dari republika.co.id, Guru Besar Biologi Sel dan Molekuler, Universitas Brawijaya (UB), Profesor Sutiman B Sumitro menilai, Covid-19 kini telah bermutasi menjadi virus lokal. Sifat tersebut akan berdampak pada sulitnya menemukan vaksin atau obat secara global. Padahal penciptaan vaksin atau obat ditunjukkan agar dapat digunakan seluruh manusia tanpa memandang kelokalan.
 
"Inilah penghalang utama konsep berpikir industri bidang kesehatan dalam menemukan vaksin atau obat," jelas Sutiman.
 
Sutiman tak menampik, saat ini banyak masyarakat Indonesia memanfaatkan jamu dalam menghadapi Covid-19. Namun, ia menegaskan, jamu pada dasarnya bukan obat untuk penyakit tertentu. Jamu lebih tepatnya untuk menjaga kualitas hidup manusia.
 
Meski demikian, Sutiman menegaskan, daya manfaat jamu bisa dimanfaatkan untuk mengatasi Covid-19. Bukan dengan konsep membunuh melainkan mendukung sistem tubuh agar mampu bertahan dan mengatasi penyakit. Di sini, ia menilai, kearifan lokal Indonesia seolah telah menemukan momen untuk menunjukkan eksistensinya yang selama ini terpinggirkan oleh konsep kedokteran modern.
 
Di sisi lain, Sutiman mengaku, terdapat hal yang cukup merepotkan pada penyebaran Covid-19. Kelompok Orang Tanpa Gejala (OTG) menjadi hal paling dikhawatirkan karena sering dialami para penderita Covid-19. Kelompok ini biasanya akan terlihat sehat dalam beraktivitas tapi dapat menularkan virus ke orang lain.
 
[Cek Fakta] Vaksin Covid-19 Bermutasi Menjadi Virus Jenis Baru? Ini Faktanya
 
Dilansir lama covid19.go.id, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan Vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia dipastikan memenuhi standar keamanan dan lolos uji klinis.
 
Oleh sebab itu masyarakat diharapkan tenang dan tidak gampang percaya dengan isu miring soal keamanan vaksin.
 
Wiku mengatakan akhir-akhir ini masih beredar informasi simpang siur mengenai vaksin yang dapat menimbulkan keresahan. Dengan tegas ia menerangkan vaksin Covid-19 di Indonesia dipersiapkan dengan matang.
 
“Saya ingin menghimbau agar masyarakat tidak resah dan khawatir, karena pemerintah pasti akan menyediakan vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis sesuai rekomendasi WHO (World Health Organization),” ujar Wiku.
 
[Cek Fakta] Vaksin Covid-19 Bermutasi Menjadi Virus Jenis Baru? Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim Covid-19 telah bermutasi menjadi virus covid-19 jenis baru adalah salah. Faktanya, Profesor Sutiman Bambang Sumitro hanya menyebut Covid-19 telah bermutasi menjadi virus lokal yang menyulitkan ditemukannya vaksin secara global.
 
Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Vaksin Covid-19 Bermutasi Menjadi Virus Jenis Baru? Ini Faktanya
 
Referensi:
1.https://republika.co.id/berita/qakgy4335/covid19-yang-bermutasi-buat-sulit-temukan-vaksin
2.https://covid19.go.id/p/berita/pemerintah-pastikan-vaksin-aman-dan-terbukti-lolos-uji-klinis
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif