Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial
Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Benarkah Ada Parasit yang Mematikan di Dalam Vaksin Covid-19? Ini Cek Faktanya

Medcom Files hoax Cek Fakta vaksin covid-19 kabar hoaks
Wanda Indana • 27 Oktober 2021 17:00
Beredar unggahan video yang memuat klaim bahwa vaksin Covid-19 mengandung parasit yang dapat tumbuh di dalam tubuh orang yang disuntik. Video beredar dari sebuah situs berbagi video bitchute.com.
 
Akun bernama Jim_Crenshaw membagikan video itu pada 4 Oktober 2021. Video yang sama juga beredar di YouTube.
 
Dalam video memperlihatkan dialog dalam sebuah acara telewicara dengan sesoarang yang disebut pakar kesehatan. Video itu mengajak orang yang divaksinasi untuk menggunakan obat anti parasit Ivermectin.

"THERE IS A LIVING CREATURE INSIDE THE VACCINE. IT IS IMMORTAL. THE "HYDRA VULGARIS" SEE DESCRIPTION."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Terjemahan: "ADA MAKLUK HIDUP DI DALAM VAKSIN. ITU KEMATIAN. "HYDRA VULGARIS" LIHAT DESKRIPSI."


 
Benarkah di dalam vaksin covid-19 terdapat parasit yang mematikan? Berikut cek faktanya.
 

[Cek Fakta] Benarkah Ada Parasit yang Mematikan di Dalam Vaksin Covid-19? Ini Cek Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa adanya parasit pada vaksin covid-19 adalah salah. Faktanya, informasi ini telah dibantah para ahli.
 
Profesor Kim Shin-woo, epidemiolog dari Kyungpook National University menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 justru tidak boleh mengandung parasit apa pun, karena ada sistem ketat yang diterapkan selama proses pembuatan untuk mencegah kontaminasi. Proses pembuatan vaksin Covid-19 di lingkungan yang steril dan tidak mengandung parasit sebagai bahannya.

"Vaksin Covid-19 tidak dapat mengandung parasit apa pun, karena [parasit] tidak termasuk sebagai bahan, dan karena ada sistem yang ketat selama proses pembuatan untuk mencegah kontaminasi," kata Profesor Kim Shin-woo kepada AFP pada 19 Oktober 2021.


Hal serupa diungkapkan, Profesor Jung Jae-hun, dari Fakultas Kedokteran dan Sains Universitas Gachon, juga menekankan bahwa semua vaksin diproduksi di lingkungan yang steril, tidak tercemar oleh patogen atau virus lain, apalagi parasit. Sebab jika prosedur tersebut tidak dilakukan maka vaksin tidak akan disetujui untuk digunakan.
 
Selanjutnya, terkait dengan penggunaan obat Ivermectin, para ahli juga memperingatkan agar tidak menggunakannya jika tidak ada parasit di dalam tubuh, dengan alasan risiko kesehatan. Hal itu dikarenakan obat seperti Ivermectin bisa membuat tubuh menjadi tegang.
 
Dilansir Reuters, seorang sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins Dr Amesh Adalja mengatakan, tidak mungkin vaksin mengandung agen parasit hidup. "Ini adalah klaim yang sewenang-wenang dan mengabaikan langkah-langkah sterilitas yang ada." kata dia.
 

 
Kesimpulan:
Klaim bahwa adanya parasit pada vaksin covid-19 adalah salah. Faktanya, informasi ini telah dibantah para ahli.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Benarkah Ada Parasit yang Mematikan di Dalam Vaksin Covid-19? Ini Cek Faktanya
 

Referensi:
-https://factcheck.afp.com/http%253A%252F%252Fdoc.afp.com%252F9Q44BC-1
-https://www.reuters.com/article/factcheck-coronavirus-vaccines/fact-check-covid-19-vaccines-do-not-contain-live-immortal-creatures-experts-say-idUSL1N2RM2F3
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif