Hal ini diungkap melalui unggahan akun Instagram sutradara Muhadkly Acho @muhadkly pada Rabu (31/12). Dalam rangka menutup tahun 2025, Acho mengingat kembali kejadian paling “mengerikan” di tahun itu yang berhubungan dengan draf naskah film Agak Laen: Menyala Pantiku!
“Kalau saya… bulan maret lalu, saya dengan bodohnya tanpa sengaja menghapus file yang berisi skenario AGAK LAEN: Menyala Pantiku! yang sudah 70% saya tulis, padahal deadline tinggal beberapa hari lagi. Iya, saya sebodoh itu,” ungkap Acho.
Kala itu, Acho baru menceritakan insiden ini kepada tim film Tinggal Meninggal: Kristo Immanuel, Mario Caesar, Shindy Huang, dan Nada Novia. Proses penggarapan naskah Agak Laen 2 bertepatan dengan syuting film debut Kristo Immanuel sebagai sutradara itu.
Muhadkly Acho turut menjelaskan kronologi musibah tersebut. Ia mengaku tengah menyusun opsi adegan untuk film Agak Laen: Menyala Pantiku! Namun, tanpa sengaja, Acho menamai dokumen tersebut dengan judul yang sama persis seperti draf naskah utama. Alhasil, skenario yang telah rampung sekitar 70 persen itu hilang karena tertimpa data baru.
Baca Juga :
Agak Laen: Menyala Pantiku Tembus 10 Juta Penonton, Muhadkly Acho: Ya Allah Kok Bisa sih?
“Dhuarr! Rasanya seperti disambar petir di siang bolong. Seperti ada batu besar yang tersangkut di tenggorokan yang membuat saya sulit bernapas. Pandangan rasanya gelap dan tubuh benar-benar lemas. Saya terdiam beberapa menit tanpa bicara sepatah pun kata,” tulis Acho tentang perasaannya kala itu.
Lanjutnya, “Malam itu, di kepala saya cuma ada 1 hal... ‘Mampus, gagal deh ini syuting gara-gara gua.’”
Sutradara ini sampai termenung dan menangis meratapi realitas bahwa draf naskah itu tak mungkin kembali. Mau tak mau, ia harus mengulang proses penulisan skenario dari awal berbekal ingatannya terhadap dialog dan adegan. Di saat yang sama, Acho tetap menjalankan proses syuting untuk Tinggal Meninggal.
“Saya pun akhirnya memulai lagi menulis dari awal, bermodalkan ingatan ala kadarnya, satu demi satu, dialog demi dialog, adegan demi adegan. Sambil menjalani syuting film Tinggal Meninggal sebagai Pak Cokro. ‘Dem dem dem..’ ujarku dalam hati,” tambah Acho.
Di saat yang bersamaan, anaknya harus dirawat di rumah sakit. Acho terpaksa lanjut menulis di sana sembari menemani sang putri. Meskipun baru bisa fokus menulis setelah matahari terbenam hingga waktu sahur sekitar pukul 3 dini hari, ia mengaku bahwa idenya justru mengalir dengan lancar.
“Rasanya mau nyerah. Tapi, Tuhan berkata lain. Ternyata, di 3 malam saya nulis di rumah sakit, justru ide-ide mengalir deras, termasuk adegan masjid yang sangat religius itu,” cerita Acho.
Akhirnya, sutradara sekaligus penulis naskah ini mampu merampungkan dan menyetor draf baru ini tepat pada malam takbiran menjelang Idul Fitri, 31 Maret silam. Ia tak bisa menutup rasa haru karena berhasil melalui cobaan ini.
“Saya nangis tengah malam. Sendirian. Malam itu saya kembali diingatkan, inna ma’al usri yusra. Bersama kesulitan, ada kemudahan,” tutup Acho.
Segala huru-hara ini pun terbayar sebab Agak Laen: Menyala Pantiku! terus melaju di tangga film terlaris Indonesia sepanjang masa. Per 1 Januari 2026, film ini sudah mendapatkan 10.010.635 penonton dan menduduki peringkat ketiga di bawah Jumbo serta KKN di Desa Penari.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News