Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj Sebut Jokowi Adalah Imam Mahdi? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 24 April 2021 17:11
Beredar sebuah tangkapan layar artikel dengan narasi judul Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyebut Jokowi adalah Imam Mahdi yang muncul di akhir zaman. Artikel beredar di facebook.
 
Akun facebook Arjuna membagikan tangkapan layar ini pada 24 April 2024. Artikel berjudul sebagai berikut.

"SAID AQIL: Jangan Bilang Siapa-Siapa ya. Fieling Saya, Pak Jokowi Itu "IMAM MAHDI Yang Muncul di Akhir Zaman Nanti"


[Cek Fakta] Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj Sebut Jokowi Adalah Imam Mahdi? Ini Faktanya
 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim H Said Aqil Siradj menyebut Jokowi adalah Imam Mahdi yang muncul di akhir zaman adalah salah. Faktanya, artikel tersebut hasil suntingan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Dari penelusuran kami dalam index artikel di situs bbc.com/indonesia, tidak ditemukan artikel terkait. Lewat penelusuran image search, foto Ketum PBNU yang dicatut dalam artikel tersebut ditemukan dalam unggahan official fanpage facebook medcom.id. Foto tersebut adalah cuplikan tayangan program Newsmaker Medcom.id yang diunggah pada7 Maret 2019. [Cek Fakta] Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj Sebut Jokowi Adalah Imam Mahdi? Ini Faktanya
 
Di antara pembahasan dalam episode tersebut adalah larangan memanggil kafir bagi Non-Muslim. Selain itu Said juga membahas bahtsul masail (diskusi para ahli dalam mencari solusi permasalahan yang ada di tengah masyarakat)yang pernah diputuskan NU.
 
Dari tayangan itu, Said memang sempat menyinggung kata 'cucu'. Namun ia sama sekali tidak menyebut bahwa Presiden Jokowi merupakan cucu Nabi Musa.
 
"Yang paling penting keputusan (Bahtsul Matsaail) tentang revolusi industri 4.0. Ini (sambil mengangkat telepon seluler), kalau saya atau pak Kohar (Abdul Kohar/Host Newsmaker Medcom.id) bisa mengendalikan diri. Bisa dipinggirkan dulu (ponselnya). Kalau cucu kita, tidak bisa lepas dari ini (ponsel). Ini luar biasa. Lama-lama kita kering. Kita bukan manusia lagi. Manusia tidak hadir di situ. Maka hilanglah arti kemanusiaan. Habluminannas rontok ambrol. Kita harus mengendalikan teknologi. Kita ini manusia. Kita jangan diperbudak oleh ini," terang Said.
 
Said meminta segenap tumpah darah Indonesia dapat mempertahankan budaya Indonesia. Itu sebagai langkah agar tidak diperbudak oleh teknologi atau revolusi industri.
 
"Nanti bisa-bisa kakak-adik, tidak kenal. Ini bisa mengganggu eksistensi manusianya. Karena dipengaruhi 100 persen oleh online. Bukannya kita menolak. Kemarin ada kiai yang sampai nangis membahas ini, mengingat generasi yang akan datang, cucu kita akan seperti apa? Karena betul-betul ini tantangan dan fitnah yang besar," tegas dia.
 
[Cek Fakta] Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj Sebut Jokowi Adalah Imam Mahdi? Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim H Said Aqil Siradj menyebut Jokowi adalah Imam Mahdi yang muncul di akhir zaman adalah salah. Faktanya, artikel tersebut hasil suntingan.
 
Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 
[Cek Fakta] Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj Sebut Jokowi Adalah Imam Mahdi? Ini Faktanya
 
Referensi:
1.https://www.youtube.com/watch?v=TKOXmOXaeqU&t=171s
2.https://archive.fo/rEoFZ
3.https://fb.watch/53F2goR7rx/
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan