Rupanya, Jade bukan satu-satunya rencana yang disiapkan Ubisoft dan Tencent untuk pasar Tiongkok. Melansir laporan MP1st, terdapat bocoran mengenai garapan game berskala besar Assassin’s Creed lainnya untuk konsol dan PC generasi saat ini, sebelum akhirnya dibatalkan di tengah jalan.
Mengambil Latar Dinasti Qing
Proyek game yang diberi judul Assassin’s Creed Destiny ini dipimpin oleh TiMi Studio Group, anak perusahaan Tencent yang juga terlibat dalam penggarapan Jade. Meski belum diketahui pasti kapan pengembangannya dimulai, data yang beredar menunjukkan bahwa proyek ini dibatalkan pada tahap awal.Game ini mengambil latar belakang era Dinasti Qing, tidak jauh dari rentang waktu proyek Jade. Jika Jade berlatar tahun 215 SM, Destiny mengambil latar tahun 206 SM.
Laporan MP1st juga menyertakan cuplikan gameplay Assassin’s Creed Destiny yang diperoleh dari portofolio sejumlah pengembang. Dalam cuplikan tersebut, tampak misi seorang karakter assassin wanita yang harus merebut artefak misterius di dalam istana suci saat dikepung oleh tokoh sejarah Xiang Yu bersama pasukannya.
Cuplikan tersebut turut memperlihatkan elemen khas permainan, seperti fitur stealth kill hingga aksi ikonik leap of faith.
Pergeseran Strategi Tencent
Sebulan sebelum prototipe dibuat, TiMi mengumumkan restrukturisasi dengan membagi studio menjadi empat tim pengembang berbeda. Proyek Destiny beserta sejumlah proyek lainnya pun dibatalkan tak lama setelah keputusan tersebut diambil.Pembatalan ini terjadi menyusul pergeseran strategi bisnis di internal Tencent. Pada 2024, Reuters melaporkan bahwa Tencent mulai berpaling dari waralaba Barat yang menawarkan margin keuntungan lebih kecil dibandingkan game lokal Tiongkok.
Berbeda dengan Destiny yang resmi dihentikan, pengembangan Jade dilaporkan hanya mengalami penundaan dan masih terus berjalan hingga saat ini. Meski demikian, Ubisoft belum membeberkan tanggal rilis resminya.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)