Whisnutama Kusbandrio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2019-2024. (Foto: Antara)
Whisnutama Kusbandrio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2019-2024. (Foto: Antara)

Wishnutama: Uniqueness Kunci Pariwisata

Rona wisata
Sunnaholomi Halakrispen • 20 November 2019 08:11
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyatakan, keunikan atau uniqueness merupakan kunci dari pariwisata. Pengaruhnya, bisa meningkatkan jumlah wisatawan.
 
Menurutnya, Apa yang dimiliki Indonesia, bisa dimanfaatkan dengan optimal. Salah satunya, terkait fasilitas kesehatan tradisional beserta tekniknya. Setiap negara memiliki keunikan masing-masing dan hal tersebut bisa dipelajari dengan mempertimbangkan potensinya dan cara peningkatannya di Indonesia.
 
"Kita bisa pelajari dari negara-negara yang kurang lebih menerapkan yang sama, karena belum tentu semuanya sama, karena yang ada di Indonesia unik juga. Uniqueness ini kan kunci dari pariwisata sehingga jadi daya tarik," ujar Menteri Tama di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa, 19 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu keunikan Indonesia dimasukkan dalam program Wisata Kebugaran yang merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dengan Kemenparekraf. Terlebih, quality tourism menjadi acuan yang tengah digaungkan pihaknya untuk bisa memperbaiki devisa negara.
 
"Mereka lebih care pelindungan alam dan pelestariannya. Melalui wisata kebugaran kita bisa dukung quality tourism yang datang di Indonesia," tuturnya.
 
Tama pun optimis bisa menggaet pariwisata dengan memanfaatkan kebiasaan orang Indonesia, yang salah satunya menggunakan bahan atau cara tradisional. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memiliki penilaian yang sama.
 
"Pernah kita ungkapkan, banyak contohnya itu mau Tongkat Ali, Purwaceng, dan Mak Erot. Kita pakai teknik-teknik yang lain, yang segar, yang gampang, yang memudahkan orang asing untuk mau datang," imbuh Terawan.
 
Bahkan hal-hal yang menggelitik, kata Terawan, sangat berpengaruh. Sebab, para wisatawan memiliki keingin tahuan yang besar mengenai area wisata yang akan dijajaki.
 
Maka demikian, dibutuhkan lebih banyak inovasi untuk memajukan wisata kebugaran tersebut. 
Contohnya, kerokan.
 
Ia menjelaskan, akan menguntungkan pendapatan pelaku usaha dan jasa kerokan ketika katakanlah dalam satu hari tersedia 10 hingga 100 kasur dengan durasi pelayanan kerokan sekitar 20-25 menit. Apalagi, ditambah dengan penyediaan jamu.
 
"Jadi itu hal-hal yang kadang-kadang tidak kita komunikasikan ya. Banyak teknik-teknik lain yang menurut saya sebenarnya bisa kita kembangkan hanya karena kita malu karena tiap hari kita melihatnya. Padahal untuk orang asing sendiri kerokan bisa menjadi suatu hal yang menarik," akunya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif