Bagi banyak wisatawan, Galata Tower bukan sekadar bangunan bersejarah. Menara ini adalah tempat terbaik untuk memandang panorama Istanbul dari ketinggian, mulai dari Selat Bosphorus, kubah-kubah masjid bersejarah, hingga kawasan kota tua yang membentang di dua benua.
Warisan Genoa di jantung Istanbul

Galata Tower pertama kali dibangun pada 1384. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
Galata Tower pertama kali dibangun pada 1384 oleh komunitas imigran Italia yang berasal dari Genoa. Pada masa itu, wilayah Galata menjadi pusat perdagangan penting yang dihuni oleh para pedagang Eropa.
Bangunan menara ini kemudian menjadi bagian dari sistem pertahanan kota sekaligus menara pengawas pelabuhan.
Seiring waktu, menara tersebut mengalami berbagai peristiwa bersejarah. Pada abad ke-16, sebuah gempa bumi merusak sebagian struktur bangunan. Menara kemudian diperbaiki pada masa Kekaisaran Ottoman oleh arsitek Murad bin Hayreddin.
Hingga kini, jejak sejarah tersebut masih terlihat pada arsitekturnya. Bagian menara hingga lantai ketiga memperlihatkan karakter arsitektur Genoa, sementara lantai-lantai di atasnya menunjukkan pengaruh gaya Ottoman yang berkembang setelahnya.
Menara dengan panorama terbaik di Istanbul

Galata Tower pertama kali dibangun pada 1384. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
Dengan tinggi sekitar 66,9 meter, Galata Tower menjadi salah satu titik observasi paling populer di Istanbul.
Dari lantai pengamatan di bagian atas menara, pengunjung dapat menikmati pemandangan 360 derajat kota. Atap-atap bangunan tua, menara masjid, hingga jalur perairan yang memisahkan Eropa dan Asia terlihat jelas dari ketinggian ini.
Pada sore hari, panorama tersebut semakin memikat ketika cahaya matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala kota Istanbul.
Legenda penerbangan dari puncak menara

Galata Tower pertama kali dibangun pada 1384. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
Galata Tower juga dikenal melalui kisah legendaris yang diceritakan oleh penjelajah Ottoman terkenal, Evliya Çelebi.
Dalam catatannya, ia menulis tentang seorang perintis penerbangan Ottoman bernama Hezarfen Ahmet Çelebi. Konon pada abad ke-17, Hezarfen memasang sayap buatan di lengannya lalu melompat dari puncak Galata Tower.
Dengan bantuan angin, ia disebut berhasil terbang melintasi Selat Bosphorus dan mendarat di kawasan Üsküdar di sisi Asia Istanbul.
Meski kisah ini masih diperdebatkan secara historis, legenda tersebut tetap menjadi bagian dari cerita yang membuat Galata Tower semakin menarik bagi pengunjung.
Ikon yang terus hidup
Hari ini, Galata Tower tidak hanya menjadi monumen sejarah, tetapi juga simbol kota Istanbul yang selalu hidup.Di sekelilingnya, kafe, galeri seni, dan jalan-jalan kecil yang dipenuhi bangunan klasik menciptakan suasana yang membuat kawasan Galata terasa seperti perjalanan melintasi waktu.
Dari puncak menara ini, Istanbul tampak seperti mosaik sejarah tempat di mana warisan Bizantium, Genoa, dan Ottoman bertemu dalam satu panorama yang memikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News