Namun ketika perjalanan dimulai menyusuri berbagai sudut bersejarah Istanbul, hujan perlahan turun membasahi jalan-jalan berbatu. Alih-alih mengurangi pesona kota, rintik hujan justru memberi nuansa dramatis pada lanskap arsitektur klasik dan panorama Selat Bosphorus yang membelah kota.
Undangan dari Türkiye Tourism Promotion and Development Agency (TGA) bersama AirAsia Malaysia membawa wartawan Medcom.id untuk menyaksikan langsung pesona kota yang berdiri di antara dua benua.
Kota yang menjadi persimpangan dunia

Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
“Welcome to Türkiye!” Kalimat itu terasa begitu nyata saat pertama kali menjejakkan kaki di negara yang berada di persimpangan Asia dan Eropa ini. Turki adalah tempat di mana sejarah, alam, dan budaya berpadu dalam harmoni yang memikat.
Sebagai salah satu negara paling banyak dikunjungi wisatawan dunia, Turki menawarkan beragam pengalaman: dari reruntuhan kuno, kuliner kelas dunia, hingga keramahan masyarakatnya.
Dan bagi banyak pelancong, perjalanan ke negara ini hampir selalu dimulai dari Istanbul, kota metropolis yang menjadi simbol pertemuan Timur dan Barat.
Dari kejauhan, garis langit kota terlihat memukau: kubah-kubah masjid kuno berdiri berdampingan dengan gedung modern, sementara kapal feri berlalu-lalang di Selat Bosphorus.
Tempat-tempat bersejarah di Turki

Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
Jika kamu berencana untuk liburan ke Turki, khususnya Istanbul, berikut ini beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi.
1. Spice Bazaar: surga rempah yang menggoda indra
Destinasi yang perlu kamu kunjungi saat di Istanbul adalah Spice Bazaar, pasar tertutup yang terletak di belakang Masjid Yeni.Begitu memasuki pasar, aroma rempah langsung menyeruak di udara. Tumpukan paprika merah, kunyit, saffron, hingga teh herbal berjejer rapi di kios-kios yang penuh warna.
Di sini pengunjung bisa menemukan berbagai rempah, Turkish delight, kacang-kacangan, hingga suvenir khas Turki. Bagi pecinta kuliner, pasar ini seperti surga kecil yang memanjakan indra.
2. Süleymaniye Mosque: Mahakarya Arsitektur Ottoman
Di tengah hujan yang masih turun perlahan, rombongan bergerak menuju Süleymaniye Mosque. Masjid megah ini dibangun atas perintah Sultan Suleiman dan dirancang oleh arsitek legendaris Ottoman, Mimar Sinan.Terletak di atas bukit, masjid ini mendominasi lanskap kota. Empat menaranya menjulang tinggi, sementara interiornya dihiasi lengkungan merah putih yang memberikan sentuhan elegan. Sebelum berdirinya Çamlıca Mosque pada 2019, masjid ini merupakan yang terbesar di Istanbul.
3. Rüstem Paşa Mosque: Permata Tersembunyi Kota
Tidak jauh dari sana, terdapat masjid yang lebih kecil namun tak kalah indah, yaitu Rüstem Paşa Mosque.Masjid ini dibangun pada 1560 oleh Grand Vizier Rüstem Pasha dan juga dirancang oleh Mimar Sinan.
Interiornya terkenal dengan ubin İznik yang menutupi hampir seluruh dinding hingga ke kubah. Detail keramik biru dan merah yang rumit membuat masjid ini terasa seperti galeri seni Ottoman.
5. Galata Tower: Menyaksikan Kota dari Ketinggian
Dari Balat, perjalanan berlanjut menuju ikon kota lainnya, Galata Tower.Menara setinggi hampir 67 meter ini dibangun pada 1384 oleh komunitas Genoa. Dari lantai observasi, pengunjung bisa menikmati panorama Istanbul yang memukau—meski saat itu sebagian tertutup kabut hujan.
Menara ini juga menyimpan legenda tentang aviator Ottoman, Hezarfen Ahmet Çelebi, yang konon terbang dari puncak menara menuju Üsküdar menggunakan sayap buatan.
6. Hagia Sophia: Warisan Peradaban Dunia
Perjalanan ke Istanbul tentu belum lengkap tanpa mengunjungi Hagia Sophia.Bangunan monumental ini pertama kali dibangun sebagai basilika Kristen oleh Kaisar Justinian I pada abad ke-6. Dengan kubah raksasa yang ikonik, Hagia Sophia menjadi salah satu mahakarya arsitektur dunia.
Kini, bangunan tersebut berfungsi sebagai masjid setelah diumumkan kembali pada 2020. Saat kunjungan berlangsung, beberapa bagian bangunan sedang dalam proses restorasi untuk memperkuat struktur kubah sekaligus melestarikan mosaik kuno di dalamnya.
Meski terdapat tiang penyangga dan perancah di sejumlah sudut bangunan, kemegahan Hagia Sophia tetap terasa begitu kuat.
7. Blue Mosque dan Jejak Kejayaan Ottoman
Tak jauh dari sana berdiri Blue Mosque atau Masjid Sultan Ahmed. Masjid dengan enam menara ini terkenal dengan ribuan ubin İznik berwarna biru yang menghiasi interiornya. Kubah besar dan halaman luasnya menciptakan suasana megah yang menenangkan.8. Basilica Cistern, menyusuri sejarah di bawah tanah
Di dekat kawasan yang sama terdapat Basilica Cistern, reservoir air bawah tanah yang dibangun pada masa Kaisar Justinian sekitar tahun 542.Ratusan kolom marmer berdiri di dalam ruang yang redup dan misterius. Tempat ini juga pernah menjadi lokasi syuting film Hollywood, termasuk salah satu seri James Bond.
Rute baru yang membuka akses wisata

Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
Selain itu, sejak 3 Juli 2025, Indonesia juga memberlakukan kebijakan bebas visa selama 30 hari bagi warga negara Turki untuk tujuan wisata, bisnis, maupun medis. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan pariwisata kedua negara.
Pada 2024, tercatat lebih dari 50.000 wisatawan Turki berkunjung ke Indonesia, dan angka tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring kemudahan akses perjalanan yang semakin terbuka.
Hal ini yang menjadi alasan AirAsia X (AAX), maskapai jarak jauh dalam grup AirAsia yang mengoperasikan pesawat berbadan lebar Airbus A330, membuka rute langsung antara Kuala Lumpur dan Istanbul.
Layanan penerbangan langsung ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 14 November 2025 dengan frekuensi empat kali seminggu, sehingga membuka konektivitas baru antara Asia Tenggara dan Turki.
Dengan adanya rute ini, akses wisatawan Turki menuju kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menjadi semakin mudah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News