Hal tersebut tentu tidak mengejutkan mengingat hubungan sejarah yang pernah terjadi antara bangsa kita dan Belanda. Kelezatan makanan Indonesia yang gurih, manis, asam, dan pedas tentu menambah rasa baru bagi kuliner Belanda yang cenderung hambar. Tidak pelak, keanekaragaman cita rasa masakan Indonesia pun menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang Belanda. Maka itu, tidak mengherankan bila banyak penulis Belanda yang berkisah bahkan membuat buku yang berisi resep masakan Indonesia.
Beb Vuyk adalah salah seorang yang banyak menulis tentang budaya Indis, budaya yang lahir karena perpaduan antara kebudayaan Belanda yang kebarat-baratan dan kebudayaan Indonesia yang cenderung ketimuran. Perpaduan itulah yang kini melahirkan budaya Indis yang masih terasa kental bagi sebagian masyarakat Belanda, baik yang tinggal di negara itu maupun di Indonesia.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Groot Indonesisch Kookboek adalah sebuah buku masak yang telah ditulis oleh Beb Vuyk sejak 1973. Perempuan yang pernah ke Indonesia pada 1929 dengan menumpang kapal milik Jan Pieterszoon Coen itu mengajak para pembaca untuk berpetualang mengenal makanan dari seluruh penjuru Indonesia dan bagaimana cara memasaknya.
Rawon, nasi kuning, dan soto ayam adalah sebagian resep dari ratusan resep makanan Indonesia yang ditulis dengan jelas oleh Beb Vuyk dalam buku berusia lebih dari 30 tahun tersebut. Di buku tersebut Beb Vuyk juga mengenalkan berbagai macam bumbu dapur khas Indonesia seperti biji kluwek yang digunakan untuk memasak rawon. Buku yang ditulis dalam bahasa Belanda dan terdiri dari 432 halaman tersebut telah dicetak hingga 37 kali.
Groot Indonesische Kookboek adalah sebuah masterpiece yang menjadi panduan bagi para koki di Belanda dan juga mampu mengajak generasi baru negeri Belanda untuk mengenal dan belajar membuat makanan Indonesia yang beraneka ragam dengan cara yang menyenangkan. (Nrc.nl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(PRI)
