KULINER
Battle of the Teas: Matcha vs Hojicha dan Hal Ini yang Bikin Mereka Beda Banget
Mia Vale
Kamis 02 April 2026 / 18:25
- Matcha dan Hojicha sama-sama digemari di Jepang, keduanya memiliki perbedaan.
- Matcha memikat dengan warna hijau cerahnya dan kaya rasa, sementara hojicha menawarkan kehangatan.
- Lalu lebih baik yang mana dan apa saja beda dari Matcha vs Hojicha?
Jakarta: Bubuk matcha maupun hojicha berasal dari Jepang. Dan keduanya menjadi teh favorit di negeri Matahari tersebut. Hanya saja, masing-masing menawarkan rasa, tradisi, dan pengalaman uniknya sendiri.
Matcha memikat dengan warna hijau cerahnya dan kaya rasa, sementara hojicha menawarkan kehangatan dan kenyamanan dengan aroma dan nuansa panggangnya.
Ya, kedua teh ini, meski sama-sama digemari di Jepang, keduanya memiliki perbedaan. Yuk, selami matcha dan hojichan, dan temukan perebedaan antara keduanya!
Matcha memegang tempat penting dalam budaya Jepang, khususnya pada upacara minum teh (“chanoyu”). Upacara ini bukan hanya tentang minum teh tetapi juga tentang estetika, etiket, dan praktik spiritual harmoni, rasa hormat, kemurnian, dan ketenangan.
Matcha menurut laman Enjoy Emeri, menjadi simbol kesehatan dan kecanggihan dalam kuliner kontemporer di seluruh dunia. Sementara hojicha, berakar kuat dalam kehidupan sehari-hari Jepang, dihargai karena sifatnya yang menenangkan dan mudah dinikmati.
Teh ini sering menjadi pilihan untuk pertemuan keluarga dan suasana santai. Proses pemanggangan mencerminkan kecerdasan Jepang dalam persiapan teh, mengubah teh hijau tradisional menjadi varian baru yang dicintai.
.jpg)
(Hojicha dan Matcha adalah teh Jepang dengan perbedaan utama pada proses pengolahan: Hojicha dipanggang (coklat, aroma smoky & nutty, kafein rendah), sedangkan Matcha dikukus dan digiling (hijau cerah, rasa umami/rumput, kafein tinggi). Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Matcha mengandung berkisar 15 kali lebih banyak antioksidan daripada blueberry liar dan 6 kali lebih banyak daripada cokelat hitam. Matcha menyediakan vitamin A, C, dan E, serta kalium dan zat besi.
Kandungan L-theanine-nya mengurangi kegelisahan dan kecemasan sekaligus meningkatkan relaksasi dan kejernihan mental, menghindari efek samping kafein.
Sedangkan bubuk Hojicha masih mempertahankan jumlah antioksidan yang moderat, termasuk polifenol dan flavonoid.
Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan dengan membantu mengurangi peradangan dan melindungi sel dari kerusakan. Bubuk hojicha bermanfaat untuk relaksasi dan pengurangan stres.
Matcha dibuat dari daun teh yang ditanam di tempat teduh, selama berkisar 3 minggu sebelum panen, meningkatkan kandungan klorofil dan memberikan warna hijau cerah pada daun. Setelah panen, daun dikukus untuk mencegah oksidasi, dikeringkan, dan kemudian digiling halus menjadi bubuk hijau cerah.
Bubuk hojicha dibuat dari daun teh, batang, dan ranting yang dipanen dan kemudian dipanggang, yang kemudian digiling menjadi bubuk halus.
Matcha terkenal dengan warna hijau cerah yang mencolok. Warna ini menjadi ciri khas Matcha berkualitas tinggi dan menunjukkan kesegaran serta kepadatan nutrisinya.
Warna hijau cerah Matcha membuatnya menarik secara visual dan menjadi pilihan populer untuk menambahkan sentuhan warna pada berbagai hidangan dan minuman.
Sementara bubuk Hojicha memiliki warna coklat kemerahan yang hangat karena proses pemanggangan, yang memberikan kesan hangat dan nyaman, membuatnya menarik secara visual, mirip dengan kopi.
Matcha memiliki rasa umami yang unik, sering digambarkan sebagai rasa tanah atau sayuran. Matcha berkualitas tinggi sedikit manis dan pahit dengan tekstur creamy.
Aromanya menyegarkan, mengingatkan pada padang rumput musim semi. Bila disiapkan dengan benar, Matcha berkualitas tinggi memiliki tekstur yang halus dan berbusa.
Sementara hojicha dikenal dengan rasa panggang, kacang, dan seperti karamel. Aromanya seperti tanah dan dipanggang, yang menenangkan dan sedikit kurang intens daripada Matcha. Bubuk hojicha berkualitas tinggi juga harus memiliki tekstur berbusa di bagian atas.
Matcha: Matcha memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan Hojicha, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan energi di pagi hari atau di sore hari.
Sementara hojicha memiliki kandungan kafein yang jauh lebih rendah karena proses pemanggangan yang memecah molekul kafein.
Hal ini menjadikan Hojicha minuman yang ideal bagi mereka yang sensitif terhadap kafein atau mencari minuman santai di sore atau malam hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Matcha memikat dengan warna hijau cerahnya dan kaya rasa, sementara hojicha menawarkan kehangatan dan kenyamanan dengan aroma dan nuansa panggangnya.
Ya, kedua teh ini, meski sama-sama digemari di Jepang, keduanya memiliki perbedaan. Yuk, selami matcha dan hojichan, dan temukan perebedaan antara keduanya!
Beda budaya
Matcha memegang tempat penting dalam budaya Jepang, khususnya pada upacara minum teh (“chanoyu”). Upacara ini bukan hanya tentang minum teh tetapi juga tentang estetika, etiket, dan praktik spiritual harmoni, rasa hormat, kemurnian, dan ketenangan.
Matcha menurut laman Enjoy Emeri, menjadi simbol kesehatan dan kecanggihan dalam kuliner kontemporer di seluruh dunia. Sementara hojicha, berakar kuat dalam kehidupan sehari-hari Jepang, dihargai karena sifatnya yang menenangkan dan mudah dinikmati.
Teh ini sering menjadi pilihan untuk pertemuan keluarga dan suasana santai. Proses pemanggangan mencerminkan kecerdasan Jepang dalam persiapan teh, mengubah teh hijau tradisional menjadi varian baru yang dicintai.
Beda manfaat
.jpg)
(Hojicha dan Matcha adalah teh Jepang dengan perbedaan utama pada proses pengolahan: Hojicha dipanggang (coklat, aroma smoky & nutty, kafein rendah), sedangkan Matcha dikukus dan digiling (hijau cerah, rasa umami/rumput, kafein tinggi). Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Matcha mengandung berkisar 15 kali lebih banyak antioksidan daripada blueberry liar dan 6 kali lebih banyak daripada cokelat hitam. Matcha menyediakan vitamin A, C, dan E, serta kalium dan zat besi.
Kandungan L-theanine-nya mengurangi kegelisahan dan kecemasan sekaligus meningkatkan relaksasi dan kejernihan mental, menghindari efek samping kafein.
Sedangkan bubuk Hojicha masih mempertahankan jumlah antioksidan yang moderat, termasuk polifenol dan flavonoid.
Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan dengan membantu mengurangi peradangan dan melindungi sel dari kerusakan. Bubuk hojicha bermanfaat untuk relaksasi dan pengurangan stres.
Beda pengolahan
Matcha dibuat dari daun teh yang ditanam di tempat teduh, selama berkisar 3 minggu sebelum panen, meningkatkan kandungan klorofil dan memberikan warna hijau cerah pada daun. Setelah panen, daun dikukus untuk mencegah oksidasi, dikeringkan, dan kemudian digiling halus menjadi bubuk hijau cerah.
Bubuk hojicha dibuat dari daun teh, batang, dan ranting yang dipanen dan kemudian dipanggang, yang kemudian digiling menjadi bubuk halus.
Beda warna
Matcha terkenal dengan warna hijau cerah yang mencolok. Warna ini menjadi ciri khas Matcha berkualitas tinggi dan menunjukkan kesegaran serta kepadatan nutrisinya.
Warna hijau cerah Matcha membuatnya menarik secara visual dan menjadi pilihan populer untuk menambahkan sentuhan warna pada berbagai hidangan dan minuman.
Sementara bubuk Hojicha memiliki warna coklat kemerahan yang hangat karena proses pemanggangan, yang memberikan kesan hangat dan nyaman, membuatnya menarik secara visual, mirip dengan kopi.
Beda rasa
Matcha memiliki rasa umami yang unik, sering digambarkan sebagai rasa tanah atau sayuran. Matcha berkualitas tinggi sedikit manis dan pahit dengan tekstur creamy.
Aromanya menyegarkan, mengingatkan pada padang rumput musim semi. Bila disiapkan dengan benar, Matcha berkualitas tinggi memiliki tekstur yang halus dan berbusa.
Sementara hojicha dikenal dengan rasa panggang, kacang, dan seperti karamel. Aromanya seperti tanah dan dipanggang, yang menenangkan dan sedikit kurang intens daripada Matcha. Bubuk hojicha berkualitas tinggi juga harus memiliki tekstur berbusa di bagian atas.
Beda kandungan kafein
Matcha: Matcha memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan Hojicha, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan energi di pagi hari atau di sore hari.
Sementara hojicha memiliki kandungan kafein yang jauh lebih rendah karena proses pemanggangan yang memecah molekul kafein.
Hal ini menjadikan Hojicha minuman yang ideal bagi mereka yang sensitif terhadap kafein atau mencari minuman santai di sore atau malam hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)