Penyemprotan cairan disinfektan di Gedung Perpusnas. (Dok: Istimewa)
Penyemprotan cairan disinfektan di Gedung Perpusnas. (Dok: Istimewa)

Cegah Penyebaran Korona, Perpusnas Tutup hingga 29 Mei 2020

Rona Virus Korona wisata edukasi covid-19
K. Yudha Wirakusuma • 29 Maret 2020 18:13
Jakarta: Bagi Anda yang ingin berwisata sambil mencari ilmu di Perpustakaan Nasional (Pepusnas) tampaknya harus bersabar. Selain, selain wabah korona  (Covid-19), Perpusnas juga memperpanjang penutupan semua layanan onsite selama dua bulan. Yaitu dari 16 Maret sampai 29 Mei 2020. 
 
Langkah ini sebagai mendukung imbauan pemerintah untuk Work From Home (WFH), sekaligus mengurangi penyebaran virus korona (covid-19).
 
“Tapi, kami akan beritahu kembali jika terjadi perubahan karena satu dan lain hal,” kata Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando pada keterangan tertulisnya, Minggu 29 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun masyarakat tidak perlu khawatir, kehadiran layanan digital (online) Perpusnas merupakan solusi bahwa ilmu pengetahuan bisa diperoleh di mana saja. Kualitas keilmuan bisa ditingkatkan tanpa harus mengunjungi perpustakaan dengan memanfaatkan iPusnas dan menjadikan WFH bukan lagi rutinitas yang membosankan.
 
“Masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan informasi dan ilmu pengetahuan karena Perpustakaan Nasional sudah memiliki inovasi pelayanan, khususnya pada layanan yang berbasis TIK sehingga siapapun tetap bisa mengakses layanan perpustakaan dimana saja dan kapan saja,” kata Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando pada keterangan tertulisnya, Minggu, 29 Maret 2020.
 
Layanan digital (online) Perpunas mencakup pengajuan International Standard Book Number (ISBN), Online Public Access Catalog (OPAC), Indonesia OneSearch (IOS), Keanggotaan online (K-OL), e-Resources, dan Khasanah Nusantara (Khastara). Semuanya termuat dalam portal www.perpusnas.go.id.
 
Salah satu pelayanan digital yang kini digandrungi masyarakat adalah iPusnas. iPusnas merupakan produk digital Perpustakaan Nasional berbasis media sosial yang memberikan kemudahan masyarakat Indonesia untuk membaca.
 
iPusnas menyediakan ribuan buku secara full teks. Namun, untuk bisa membacanya harus meng-instal aplikasi iPusnas via Appstore ataupun Playstore terlebih dulu pada perangkat komunikasi (handphone) ataupun laptop. Setelah terinstal, 50.438 judul atau 591.739 eksemplar buku berbagai judul bisa dibaca dan disimpan sampai batas waktu yang ditentukan.
 
Memanfaatkaan iPusnas disela-sela libur sekolah akibat wabah Covid-19 bagi para orang tua sama saja dengan menanamkan kebiasan membaca kepada anak. Itu artinya kebiasan membaca sejak dini sudah dikenalkan.
 
Sama hal seperti orang dewasa, anak-anak pun bisa jadi mengalami kejenuhan aktivitas School From Home (SFH). Jadi, di sela-sela aktivitas belajar mereka secara online, para orang tua bisa mengajak buah hatinya membaca bersama lewat sajian bahan bacaan pada aplikasi iPusnas. Menariknya dalam ipusnasnya juga sekarang tersedia banyak informasi tentang covid-19.
 
Selain iPusnas, inovasi layanan lain yang disediakan Perpustakaan Nasional untuk melayani pemustaka selama masa WFH adalah ‘Tanya Pustakawan’ (Ask A Librarian). Layanan ini disiapkan bagi pemustaka yang mengalami kesulitan dalam melakukan penelusuran data, informasi, pengajaran, ataupun bahan perpustakaan.
 
Pemustaka atau masyarakat yang mengalami kesulitan hal tersebut bisa mengirimkan email langsung melalui layanan_referensi@perpusnas.go.id, atau bisa melihat live chat di www.perpusnas.go.id. 
 
“Jangan lagi berpikir bahwa perpustakaan adalah deretan buku berdebu. Itu paradigma masa lalu. Seiring kemajuan teknologi, layanan perpustakaan bisa dinikmati siapapun tanpa terikat ruang dan waktu,” tambah Syarif Bando.
 
Kebiasaan membaca secara otomatis mendorong kemampuan literasi sesorang. Literasi merupakan modal penting masyarakat menghadapi era keterbukaan informasi dan pasar bebas. Secara mendasar, literasi adalah kemampuan mengumpulkan bahan bacaan. Literasi adalah soal kemampuan memaknai apa yang tersirat dan tersurat. Literasi adalah kemampuan menghasilkan ide, gagasan, inovasi, serta kreativitas baru. 
 
Literasi juga dimaknai sebagai kemampuan untuk menghasilkan barang/jasa yang berguna bagi masyarakat luas. Masyarakat yang berliterasi diyakini tidak akan mudah terpapar oleh informasi yang tidak jujur, narasi negatif, sarat ujaran kebencian, dan tidak jelas kevalidan sumber beritanya.

Perpusnas lakukan penyemprotan cairan disinfektan

Guna mencegah penyebaran virus korona, Perpusnas juga telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Penyemprotan dilakukan selama dua hari berturut-turut (18-19 Maret 2020), ke semua ruangan kerja dan fasilitas layanan yang berada di Jalan Salemba Raya 28A, dan di Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 11. 
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif