Perangkat ini merupakan pemutar musik mini yang mengusung desain konsol Game Boy klasik, lengkap dengan tampilan layar dan tombol khas yang ikonik.
Dikutip dari laporan GizmoChina, produk tersebut dirilis sebagai bagian dari perayaan 30 tahun Pokémon, dengan tujuan menghadirkan pengalaman nostalgia melalui kumpulan musik dari game Pokémon generasi awal.
Meski sekilas terlihat seperti konsol game portabel, perangkat ini sebenarnya bukan untuk bermain game. Nintendo menegaskan bahwa Game Boy Jukebox dirancang khusus sebagai pemutar musik yang menampilkan lagu-lagu ikonik dari seri Pokémon Red dan Pokémon Blue.
Secara tampilan, Game Boy Jukebox mempertahankan estetika konsol Game Boy klasik. Perangkat ini dilengkapi layar kecil serta tombol navigasi yang menyerupai kontrol asli pada konsol tersebut.
Namun, elemen tersebut hanya berfungsi sebagai bagian dari desain visual. Tombol yang tersedia tidak digunakan untuk mengontrol pemutaran musik sebagaimana konsol game pada umumnya.
Sebagai gantinya, Nintendo menggunakan pendekatan unik melalui kartrid mini. Setiap kartrid berisi trek musik tertentu dari game Pokémon klasik.
Dalam paket penjualannya, Game Boy Jukebox hadir dengan 45 kartrid mini yang masing-masing membuka lagu dari Pokémon Red dan Pokémon Blue.
Beberapa trek musik yang disertakan termasuk lagu-lagu ikonik yang dikenal penggemar lama, seperti tema Lavender Town, melodi Hall of Fame, serta musik saat menghadapi Gym Leader maupun Pokémon liar.
Perangkat ini memutar musik melalui speaker bawaan dan tidak menyediakan jack headphone, sehingga pengguna tidak dapat menggunakan earphone untuk mendengarkan lagu.
Game Boy Jukebox menggunakan baterai kancing tipe LR44 yang sudah disertakan dalam paket pembelian.
Selain unit perangkat, Nintendo juga menyertakan 45 kartrid mini serta kotak penyimpanan khusus untuk menata seluruh kartrid tersebut.
Untuk ketersediaan, produk ini dipasarkan melalui PokemonCenter.com di wilayah Amerika Utara dengan batas pembelian satu unit per pelanggan. Di China, penjualannya dilakukan melalui sistem undian yang dibuka mulai 6 Maret 2026.
Perangkat ini juga sempat dijual di Inggris, namun dilaporkan langsung habis terjual dalam waktu singkat.
Nintendo mematok harga 69,99 dolar AS, atau sekitar Rp1,1 juta, untuk pemutar musik mini bernuansa retro tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News