Kota Taman Nasional di London bertujuan untuk mengubah cara berpikir orang tentang ruang hijau di daerah perkotaan. (Foto: Tamara Menzi/Unsplash.com)
Kota Taman Nasional di London bertujuan untuk mengubah cara berpikir orang tentang ruang hijau di daerah perkotaan. (Foto: Tamara Menzi/Unsplash.com)

London akan Jadi Kota Taman Nasional Pertama Dunia

Rona wisata london
Dhaifurrakhman Abas • 03 Januari 2019 16:40
Jakarta: Dengan tingkat kemacetan yang tinggi berikut pencemaran udara, rasanya ini mustahil. Tapi siapa sangka, London akan menjadi Kota Taman Nasional pertama di dunia.

Ibu kota Inggris ini tidak akan memugar gedung pencakar langitnya dengan hutan. Sebaliknya, status Kota Taman Nasional bertujuan untuk mengubah cara berpikir orang tentang ruang hijau di daerah perkotaan.

Ini adalah gagasan mantan guru geografi Daniel Raven-Ellison, lima tahun lalu. Bermula dari harapannya membayangkan London menjadi taman nasional perkotaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dia aktif selama beberapa tahun mengadvokasi dan berkampanye soal Kota Taman Nasional di London. Ia berhasil mengumpulkan crowdfunding lebih dari £32.000. Usahanya pun terbayar. Rupanya sampai ke telinga Walikota London, Sadiq Khan. Lantas Agustus lalu, Khan mengumumkan rencana untuk membantu menjadikan London sebagai Taman Nasional.

"Ini akan dilaksanakan pada Juli 2019," ungkapnya.


(Kota Taman Nasional bertujuan untuk mengubah cara berpikir orang tentang ruang hijau di daerah perkotaan. Foto: Robin Brezinhem/Unsplash.com)

(Baca juga: Taman Kota dan Pesonanya bagi Warga)

Salah satu visi utamanya adalah untuk membuat lebih dari setengah total area London menjadi hijau. Dengan memasukkan lebih banyak atap dan dinding yang tertutup rumput dan tanaman.

"Serta area perkebunan untuk mencegah banjir sekaligus tempat habitat bagi satwa liar," katanya.

Saat ini, kondisi London sebetulnya sudah Sekitar 47 persen dipenuhi area hijau. Beberapa diantaranya area seperti kebun domestik, lapangan golf dan habitat alami - dan taman kota.

Sebagai Kota Taman Nasional, Wali kota London mengatakan ingin kota naungannya itu lebih hijau dalam jangka panjang. Sekaligus melindungi jaringan inti taman dan ruang hijau.

Namun apakah ini akan berhasil? Mengingat jumlah biaya yang akan dikeluarkan diperkirakan cukup tinggi.

Apalagi, London memiliki masalah serius dengan polusi udara yang menelan biaya 3,7 miliar poundsterling. Juga membuat lebih dari 9.000 kematian jiwa setiap tahun.

Bagkan kota London telah berulang kali melanggar persyaratan hukum yang ditetapkan oleh UE soal paparan nitrogen dioksida. Penyebab utamanya berasal dari aspek lalu lintas jalanan.

Namun Khan optimis. Dia mengaku telah memperkenalkan langkah-langkah untuk membersihkan udara London. Dengan cara menghijaukan ibu kota, dengan mengubah prespektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

"Ketika saya mulai, banyak orang berpikir bahwa saya sedikit gila. Tetapi apakah itu butuh lima detik, lima menit, atau lima bulan, orang-orang benar-benar telah menyadari ide besar ini yang benar-benar dapat meningkatkan kehidupan di London," ujar Khan.


(Salah satu visi utamanya adalah untuk membuat lebih dari setengah total area London menjadi hijau. Dengan memasukkan lebih banyak atap dan dinding yang tertutup rumput dan tanaman. Foto: Bruno Martins/Unsplash.com)

Robert Cowley, dosen Tata Kota Berkelanjutan di King's College London, mengatakan bahwa inisiatif tersebut tidak akan secara radikal mengubah wajah London. Tetapi ini sedikit banyak akan berkaitan dengan kesadaran masyarakat untuk menjadikan tempat tinggalnya menjadi lebih hijau.

"Saya pikir jika Anda melihat target khusus mereka, mereka tidak begitu berbeda dengan apa yang telah kita miliki dalam hal jumlah ruang hijau dan akses ke penghijauan," kata Cowley.

Sementara Raven-Ellison tetap optimis. Dia yakin bahwa setiap kota berpotensi menjadi Kota Taman Nasional, asalkan memiliki masyarakat sipil yang kuat dan pemerintah daerah yang secara aktif melakukan apa saja untuk membuat kota itu lebih hijau, lebih sehat, dan lebih liar.

"Ini mungkin akan meningkatkan beberapa tempat secara bertahap, tetapi di sisi lain, Anda tidak pernah tahu inisiatif baru apa yang akan memicu efek yang lebih luas. Perlu dicoba," tandasnya.




(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi