Pameran “Sewu Lukisan Anak” di bawah jembatan Siluk. (Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)
Pameran “Sewu Lukisan Anak” di bawah jembatan Siluk. (Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)

1000 Lukisan Anak di Bawah Jembatan Siluk

Rona wisata pameran seni rupa
Arthurio Oktavianus Arthadiputra • 17 November 2019 07:00
Yogyakarta: Pameran “Sewu Lukisan Anak” digelar selama sepekan lalu, mulai 27 Oktober – 3 November 2019. Menariknya, pameran karya sapuan kuas anak di kertas gambar itu dipamerkan di tempat yang tidak biasa, di bawah jembatan Siluk yang setiap saat lalu lalang kendaraan lewat di atasnya. 
 
Bukan di ruangan tertutup dari beton yang nyaman dengan tiupan Air Conditioner (AC) nan dingin dan alunan musik klasik yang biasa ditemukan dalam pameran seni mewah. 
 
Tapi, 1000 lukisan anak disuguhkan ke pengunjung di ruangan terbuka di bawah jembatan besi, dengan angin alam dan musik berupa deru kendaraan yang lewat. Sangat sederhana dan jauh dari kesan mewah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, pameran lukisan ini patut mendapat apresiasi, hasil karya anak-anak bertalenta yang mampu menorehkan imajinasi mereka dalam bentuk lukisan dengan warna-warni yang indah, dan diwadahi oleh Komunitas Jembatan Edukasi Siluk.
 
“Lukisan yang dipamerkan hasil karya 40 anak yang mengikuti kelas melukis yang kita gagas di minggu kedua setiap bulannya, mulai jam dua siang sampai jam empat sore,” ujar Jana Setiawan, Ketua Komunitas Jembatan Edukasi Siluk.
 
Anak-anak yang mengikuti kelas tersebut bukan hanya berasal dari desa Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Tetapi ada juga anak-anak yang berasal dari desa di luar kecamatan Imogiri.
 
1000 Lukisan Anak di Bawah Jembatan Siluk
(Jana Setiawan, Ketua Komunitas Jembatan Edukasi Siluk, berlatar lukisan anak yang dipamerkan dalam Sewu Lukisan Anak. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)

Pameran kedua

Lukisan yang dipamerkan terdiri atas bermacam tema dan judul. Jana mengatakan, semua itu murni dari hasil kreatif pemikiran dan imajinasi anak yang dituangkan dalam karya lukisnya. Pameran “Sewu Lukisan Anak” ini bahkan merupakan pameran kedua kalinya. Pameran pertama tahun 2018 lalu.
 
Anak-anak berlatih melukis di bawah jembatan Siluk. Hasil karya mereka pun dipamerkan di tempat yang sama. Bahkan, ketika ada karya yang kurang untuk dipamerkan, anak-anak sangat antusias untuk melengkapi karya dengan cara diselesaikan di rumah. Pekerjaan rumah menurut mereka.
 
“Intinya yang terpenting itu agar anak-anak tetap gembira. Tetap tersenyum dan tetap punya ide kreatifitas mereka sendiri dalam berkarya,” kata Jana.
 
Karya yang dipamerkan tidak hanya dapat dinikmati saja. Bagi pengunjung yang tertarik dengan lukisan tertentu, bisa juga membeli. Hasil dari lukisan yang terjual akan digunakan untuk membeli perlengkapan peserta didik dalam kelas melukis.
 
1000 Lukisan Anak di Bawah Jembatan Siluk
(Anak-anak kunjungi pameran Sewu Lukisan Anak di bawah jembatan Siluk, Imogiri, Yogyakarta. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)

Peduli lingkungan

Kelas melukis bukan hanya satu-satunya kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Jembatan Edukasi Siluk. Sejak berdiri pada Oktober 2016, telah ada taman baca dengan koleksi berbagai jenis dan berjumlah lebih dari 3000 buku. 
 
Tidak hanya kegiatan yang bersifat edukatif, Jembatan Edukasi Siluk dengan founder Kuat Kuart, juga ada kelas “mubheng sampah” yang kegiatannya sangat peduli lingkungan sekitar. 
 
Kegiatan ini dilakukan dengan keliling dusun untuk mengambil sampah di setiap rumah. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan dijual. 
 
Hasil penjualan sampah digunakan untuk membeli cat air, pastel dan sebagainya, sebagai perlengkapan di kelas melukis. Tenaga pengajar kelas melukis dilakukan oleh seniman Yogyakarta, Yuswantara Adi. 
 
“Anak-anak yang mengikuti kelas melukis juga harus membawa sampah plastik, saat mereka datang ke sini untuk melukis. Kita berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap edukasi dan lingkungan. Terutama untuk tidak membuang sampah di sungai,” kata Jana. 
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif