Ada penggambaran identitas seseorang di balik postingan foto makanan. (Ilustrasi/Pexels).
Ada penggambaran identitas seseorang di balik postingan foto makanan. (Ilustrasi/Pexels).

Makna di Balik Foto Makanan Diposting di Media Sosial

Rona media sosial
Sunnaholomi Halakrispen • 06 Desember 2019 12:03
Jakarta: Di era digital yang semakin modern ini, pengguna media sosial tetap aktif membagikan kisah mereka ke publik. Bahkan apa yang dikonsumsi juga dibagikan dengan effort yang cukup untuk mendapatkan foto makanan terbaik.
 
Namun ternyata, ada penggambaran identitas seseorang di balik postingan foto makanan. Sosiolog Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., menyatakan bahwa dalam konteks masyarakat dengan digital sociality seperti sekarang, aktivitas tersebut menjadi kebiasaan yang ternyata merupakan di luar dirinya.
 
"Yang diposting menjadi bukan kebiasaan, tapi yang baru. Itu akan merekatkan identitas sosial terhadap individu tertentu, itu gaya hidup yang berubah," ujar Dr. Erna Restoran Kembang Goela, Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengamat Sosial itu memaparkan, ada banyak perubahan dalam identitas diri orang tersebut. Selain itu, muncul kebiasaan diri yang lebih menyukai hal-hal yang mudah didapatkan dibandingkan yang melalui suatu proses.
 
"Bukan sekedar memprediksi, lahan produktif makin sedikit, apapun yang kita butuhkan mudah dan terjangkau. Pola dan gaya hidup berubah lebih simpel semudah dibawa ke mana mana," paparnya.
 
Misalnya, kata Dr. Erna, masyarakat cenderung menginginkan makanan yang sehat, murah, dan mudah dibuat atau tidak rumit. Sementara itu, makan di luar rumah juga menjadi tren.
 
Menurutnya, industri kuliner seharusnya mengikuti tren makanan yang semakin hari ke arah makanan sehat. Demikian pula makanan dan alat makan yang ramah lingkungan. 
 
"Ketika masyarakat sudah memiliki kesadaran yang tinggi, akan memilih yang sehat. Selain melihat keuntungan, harus melihat tren, juga," tuturnya.
 
Lebih jelas, ia menekankan bahwa kemasan dari kuliner yang disediakan harus berubah menjadi ramah lingkungan, seperti tanpa plastik. Idealnya, semua perusahaan turut mempromosikan haya hidup sehat.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif