Mengembalikan Kejayaan Alam Indonesia lewat Gerakan Jaga Bhumi

Elang Riki Yanuar 24 November 2018 15:50 WIB
kekayaan alam
Mengembalikan Kejayaan Alam Indonesia lewat Gerakan Jaga Bhumi
Peluncuran Gerakan Jaga Bhumi (Foto: dok. YKRI)
Jakarta: Bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia, Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) kembali meluncurkan Gerakan Jaga Bhumi. Pada periode pertama yang digelar 2017–2018, gerakan ini menghasilkan Kebun Raya Mangrove pertama di dunia yang berlokasi di Pantai Timur Surabaya.

"YKRI berniat untuk terus mempromosikan kepada masyarakat luas mengenai keberadaan Kebun Raya yang memiliki sangat banyak potensi yang baik bagi pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia," kata Michael Sumarijanto selaku Ketua I – YKRI dalam keterangan tertulisnya.

Gerakan Jaga Bhumi tahun ini diresmi penandatanganan MOU antara Pemerintah Kota Surabaya dengan LIPI. Gerakan ini diharapkan mampu menyelamatkan plasma nutfah Indonesia melalui revitalisasi dan peningkatan jumlah kebun raya di Indonesia dengan slogan ‘Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia’.


"Gerakan Jaga Bhumi pada periode pertama telah berhasil dan sukses dilaksanakan dengan beberapa program unggulannya yaitu Sarasehan Kalpataru, Jaga Wiyata yang melakukan kunjungan ke 200 sekolah di empat provinsi yaitu, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur)," ujarnya.

Melalui penelitian Riset Tumbuhan dan Jamu (Ristorja; tahun 2012-2017) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), tercatat Indonesia memiliki sejumlah 6.000 sampai 7.500 tanaman obat. Hal tersebut tentunya jarang didapati di negara lainnya dengan jumlah tanaman obat yang melimpah.

"Inisiasi ini sangat penting, karena salah satu kekuatan di Indonesia adalah sumber KEHATI, kita memiliki kehati sangat tinggi sekali. Dengan demikian YKRI kembali melanjutkan gerakan Jaga Bhumi yang baru berlangsung 1 tahun ini, dan bersama-sama mengajak masyarakat luas untuk terus melakukan pelestarian serta menggali potensi untuk menciptakan Kebun Raya Tanaman Obat di Indonesia," jelas Sonny A. Keraf selaku Wakil Ketua II – YKRI pada kesempatan peluncuran gerakan Jaga Bhumi di Hutan Kota GBK.

Gerakan ini juga akan melakukan Botanicum, yaitu kawasan edukasi luar ruang untuk memberikan narasi kreatif konservasi botani bagi generasi muda dan masyarakat Indonesia. Botanicum juga merupakan hasil rekayasa kawasan ruang terbuka hijau menjadi area publik sehingga bisa digunakan sebagai ajang edukasi, interaksi dan ekowisata dalam kota.
 
"Gerakan tersebut nantinya akan kembali melibatkan banyak pemangku kepentingan mulai dari pemerintah dan swasta, komunitas aktivitas, mahasiswa dan pelajar, pekerja dan pengusaha, keluarga muda, pehobi, serta industri terkait. Sinergi dan kolaborasi dalam Jaga Bhumi diharapkan dapat menciptakan Indonesia yang peduli bumi, di mana pemerintah bisa melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro-lingkungan dan pro-kelestarian bumi," jelas Michael.



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id