NEWSTICKER
Putri Sampaghita Trisnawiny Santoso (berkerudung) menceritakan kesuksesan berbisnis kuliner di Acara Jakarta outh Meet Up 2019, di Mall Kota Kasablanka (Foto: Abas/Medcom.id)
Putri Sampaghita Trisnawiny Santoso (berkerudung) menceritakan kesuksesan berbisnis kuliner di Acara Jakarta outh Meet Up 2019, di Mall Kota Kasablanka (Foto: Abas/Medcom.id)

Penyandang Disabilitas Ini Sukses lewat Kopi

Rona Jakarta Youth Meet Up
Dhaifurrakhman Abas • 18 Agustus 2019 22:16
Sempat ditolak berkali-kali melamar kerja, tak serta merta membuat Putri Sampaghita menyerah akan kehidupan. Penyandang disabilitas ini justru memelihara tekad, hingga berhasil memiliki kedai Kopi Tuli yang kini diburu banyak investor untuk menanam modal.
 
Jakarta: Putri Sampaghita Trisnawiny Santoso mengernyitkan dahi ketika berbincang dengan pengunjung mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pada Minggu 18 Agustus 2019. Dia mengaku pernah lama menganggur karena kesulitan mencari pekerjaan.
 
Putri merupakan seorang penyandang tuli sejak lahir. Dia merasa masih dipandang sebelah mata dan terpinggirkan dalam berkompetisi dunia kerja. Sudah ratusan perusahaan menolak lamaran kerjanya mentah-mentah, karena alasan disabilitas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tapi Sarjana Desian Komunikasi Visual ini tak patah arang dan terus berjuang. Dia lantas bertemu dengan dua temannya, Adhika dan Erwin. Ketiganya merupakan kawan senasib. Sama-sama sedang berusaha keras mencari pekerjaan buat mengisi perut.
 
Saat itu mereka bertekad untuk membuka bisnis sendiri dengan membangun sebuah kedai kopi. Katanya bisnis ini menjanjikan karena kopi merupakan minuman sejuta umat.
 
"Jika ada yang bertanya, mengapa harus kopi? Karena kopi adalah media komunikasi," kata Putri, dalam Jakarta Youth Meet Up 2019, di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Minggu, 18 Agustus 2019.
 
Akan tetapi, Putri mengaku tak punya modal besar untuk membuka kedai kopi. Duit tabungan mereka bertiga waktu itu hanya tersisa sekitar Rp23 juta.
 
"Modal kami terbatas. Kami bertiga coba cari cara bagaimana membuka usaha. Dan tujuan kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa teman tuli bisa berjaya," kenang dia.

Kedai Kopi Tuli

Beruntung salah satu rekan Erwin menawarkan sebuah garasi rumah di kawasan Krukut, Depok, Jawa Barat, yang bisa digunakan sebagai lapak. Setelah tawar menawar harga sewa, garasi tersebut disulap menjadi sebuah kedai Kopi bernama Kopi Tuli. Kedai itu dibuka pada 12 Mei 2018.
 
"Kami betiga kemudian melakukan riset selama 210 hari. Mulai dari coba mencari kopi dan bereksperimen," ujarnya.
 
Lambat-laun, kedai Kopi Tuli mulai dikenal masyarakat karena memiliki konsep menarik dan unik. Seluruh pegawainya penyandang tuli. Pengunjung yang datang juga harus memesan menu dagangan melalui bahasa isyarat.
 
"Karyawan kami semua orang disabilitas. Mulai dari office bot, barista semua teman tuli kami pekerjakan. Ini agar masyarakat jangan bepikir negatif soal keterbatasan komunikasi dan sebagainya," sambung dia.
 
Selain itu, Kopi Tuli juga tidak menyediakan wifi buat para pengujungnya. Kata Putri, hal ini bertujuan agar pengunjung melepaskan pandangan dari gawai dan bisa saling berinteraksi di kedai kopi.
 
"Kami ingin pengunjung kembali ke zaman dahulu. Bagaimana orang yang datang berkomunikasi, tidak hanya fokus sama gawai. Ini adalah konsep kami yang jelas," beber dia.
 
Dengan konsep yang matang dan kreatif itu pula yang menajdikan kedai Kopi Tuli mulai dikenal publik dan bikin banyak investor kepincut. Singakat cerita, Putri bersama dua rekannya berhasil membuka cabang baru di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan.
 
"Untuk teman-teman yang ingin membuka bisnis kuliner, yang pertama harus punya konsep. Lalu punya tujuan dan harus bisa temukan masalah dan memecahkan masalah itu. Dan kita harus punya team work agar bisnis berjalan lancar," tutup Putri memberikan saran dengan bahasa isyarat.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif