Jakarta: Pengguna sepeda motor listrik disarankan tidak memaksakan kendaraan mereka melintasi banjir dengan ketinggian air yang terlalu tinggi saat musim hujan. Meskipun motor listrik umumnya memiliki perlindungan terhadap air, risiko kerusakan komponen tetap dapat terjadi jika kendaraan dipaksa menerjang genangan.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan motor listrik pada umumnya masih relatif aman melintasi genangan air dengan batas tertentu.
"Berdasarkan hasil riset, sepeda motor listrik umumnya masih relatif aman melintasi genangan dengan ketinggian sekitar 20-30 cm, atau setara dek kaki hingga as roda, selama komponen vital seperti baterai tidak terendam," kata Yannes ketika dihubungi Antara.
Menurut Yannes, kondisi tersebut dimungkinkan karena motor listrik tidak memiliki knalpot seperti sepeda motor berbahan bakar bensin. Namun demikian, batas tersebut bukan berarti kendaraan sepenuhnya aman untuk menerjang banjir.
Baca Juga:
Audi Siapkan Bengkel Siaga Jelang Mudik Lebaran 2026
“Risiko kerusakan komponen tetap ada jika dipaksakan. Motor listrik tidak disarankan untuk menerjang banjir, terutama jika air sudah mencapai komponen listrik atau baterai, karena dapat merusak sistem dan membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan risiko kerusakan akan meningkat apabila air masuk ke komponen elektronik, dinamo, maupun baterai. Selain kerusakan sistem, pengendara juga berpotensi kehilangan kendali jika memaksakan melintasi genangan dengan arus air yang cukup deras.
Karena itu, pengendara disarankan untuk menghindari area banjir jika memungkinkan. Apabila terpaksa melintasi genangan, pengendara perlu memastikan kedalaman air tidak melebihi pijakan kaki. Selain itu, berkendara dengan kecepatan rendah dan stabil serta menghindari air yang bergerak atau berarus karena berpotensi menyeret kendaraan.
Jika sudah terlanjur berada di area banjir, pengendara sebaiknya mematikan motor dan mendorong kendaraan secara perlahan menuju area yang lebih tinggi tanpa memaksakan membuka gas.
Baca Juga:
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Ketupat Jaya 2026 Mulai 13–25 Maret
Pengguna juga perlu memperhatikan kondisi baterai. Berbagai jenis baterai yang digunakan pada motor listrik, seperti lithium-ion, LFP, lead-acid, maupun NiMH, memiliki kerentanan terhadap kelembapan. Oleh karena itu, penting memastikan port charger tertutup rapat dan tidak melakukan pengisian daya saat kondisi motor masih basah.
"Selalu perhatikan panduan pabrikan terkait ketahanan air sesuai tipe baterai, drivetrain,sistem kelistrikan lainnya dan sepeda motor listrik yang dimiliki," kata Yannes.
Jika sering melintasi wilayah yang rawan banjir, Yannes menyarankan pengguna mempertimbangkan kendaraan dengan sertifikasi ketahanan air minimal IP67 dari pabrikan.
Jakarta: Pengguna
sepeda motor listrik disarankan tidak memaksakan kendaraan mereka melintasi
banjir dengan ketinggian air yang terlalu tinggi saat
musim hujan. Meskipun motor listrik umumnya memiliki perlindungan terhadap air, risiko kerusakan komponen tetap dapat terjadi jika kendaraan dipaksa menerjang genangan.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan motor listrik pada umumnya masih relatif aman melintasi genangan air dengan batas tertentu.
"Berdasarkan hasil riset, sepeda motor listrik umumnya masih relatif aman melintasi genangan dengan ketinggian sekitar 20-30 cm, atau setara dek kaki hingga as roda, selama komponen vital seperti baterai tidak terendam," kata Yannes ketika dihubungi Antara.
Menurut Yannes, kondisi tersebut dimungkinkan karena motor listrik tidak memiliki knalpot seperti sepeda motor berbahan bakar bensin. Namun demikian, batas tersebut bukan berarti kendaraan sepenuhnya aman untuk menerjang banjir.
“Risiko kerusakan komponen tetap ada jika dipaksakan. Motor listrik tidak disarankan untuk menerjang banjir, terutama jika air sudah mencapai komponen listrik atau baterai, karena dapat merusak sistem dan membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan risiko kerusakan akan meningkat apabila air masuk ke komponen elektronik, dinamo, maupun baterai. Selain kerusakan sistem, pengendara juga berpotensi kehilangan kendali jika memaksakan melintasi genangan dengan arus air yang cukup deras.
Karena itu, pengendara disarankan untuk menghindari area banjir jika memungkinkan. Apabila terpaksa melintasi genangan, pengendara perlu memastikan kedalaman air tidak melebihi pijakan kaki. Selain itu, berkendara dengan kecepatan rendah dan stabil serta menghindari air yang bergerak atau berarus karena berpotensi menyeret kendaraan.
Jika sudah terlanjur berada di area banjir, pengendara sebaiknya mematikan motor dan mendorong kendaraan secara perlahan menuju area yang lebih tinggi tanpa memaksakan membuka gas.
Pengguna juga perlu memperhatikan kondisi baterai. Berbagai jenis baterai yang digunakan pada motor listrik, seperti lithium-ion, LFP, lead-acid, maupun NiMH, memiliki kerentanan terhadap kelembapan. Oleh karena itu, penting memastikan port charger tertutup rapat dan tidak melakukan pengisian daya saat kondisi motor masih basah.
"Selalu perhatikan panduan pabrikan terkait ketahanan air sesuai tipe baterai, drivetrain,sistem kelistrikan lainnya dan sepeda motor listrik yang dimiliki," kata Yannes.
Jika sering melintasi wilayah yang rawan banjir, Yannes menyarankan pengguna mempertimbangkan kendaraan dengan sertifikasi ketahanan air minimal IP67 dari pabrikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)