Ini dia tren kuliner yang akan mewarnai 2020. (Foto: Pexels.com)
Ini dia tren kuliner yang akan mewarnai 2020. (Foto: Pexels.com)

Tren Kuliner yang akan Muncul di Tahun 2020

Rona kuliner periskop 2020
Sunnaholomi Halakrispen • 29 Desember 2019 09:45
Jakarta: Tahun 2020 akan segera tiba dan beragam gaya hidup yang berbeda. Untuk kuliner sendiri, salah satu fokus terhadap kesadaran lingkungan akan sangat diperhatikan.
 
Kemudian, mengarah kepada masakan dari Afrika Barat. Di wilayah ini, Anda mungkin akan melihat makanan dari biji-bijian serta makanan super seperti dari kelor dan asam. Ada juga sejumlah tren kuliner lainnya. Berikut seperti dirangkum dari Forbes serta Cnbc tentang tren makanan yang akan hadir di tahun 2020.

1. Memikirkan kembali menu anak-anak

Makanan cepat saji masih menjadi primadona, sementara itu tak sedikit orang tua yang memberikan makanannya untuk anak-anaknya. Nantinya, restoran dan merek makanan akan meningkatkan menu yang ramah untuk anak-anak dan orang dewasa.
 
Menu seperti stik ikan salmon tanpa tepung, nugget ayam organik, pasta yang terbuat dari tepung alternatif dan banyak lagi.

2. Kekuatan tepung

Tepung tak akan terlupakan. Di tahun 2020, tepung almond, tepung yang terbuat dari biji-bijian, bahkan tepung pisang. Tepung alternatif yang terbuat dari buah-buahan dan sayuran akan terus muncul di bagian kue. Kemudian, juga di bagian makanan kemasan, seperti keripik tortilla, donat, dan makanan lainnya yang dibuat dari tepung alternatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tren Kuliner yang akan Muncul di Tahun 2020
(Campuran antara protein dan nabati tetap jadi primadona di 2020. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

3. Makanan ringan yang dapat dicairkan

Makanan ringan akan dikeluarkan dari dapur dan masuk ke lemari es kembali. Hal ini karena adanya penambahan buah-buahan dan sayuran segar. Bahkan telur rebus dengan topping gurih, acar sayuran, dan banyak lagi, bisa jadi referensi Anda.

4. Campuran daging-tanaman

Ketika konsumen terus mencari alternatif nabati, perusahaan daging melihat apakah konsumen akan memilih burger yang terbuat dari daging tetapi lebih sedikit. Proyek Blended Burger, sebuah gerakan yang dimulai oleh James Beard Foundation mengambil burger klasik dan memadukannya dengan setidaknya 25 persen dari makanan nabati seperti jamur segar.

5. Gula alami

Alih-alih meraih madu untuk mempermanis masakan, bisa dicoba untuk mengurangi pemanis dan menggantinya dengan sumber pati atau buah. Sirup dari buah delima, kelapa, ubi jalar, dan kurma, akan menjadi cara terbaik untuk menambahkan sentuhan rasa manis.
 
Gula alami itu bisa dimasukkan pada resep hidangan penutup. Bahkan, untuk daging dan penambah bumbu-bumbu lainnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif