Orang dengan asma masih bisa melakukan kegiatan naik gunung. Beberapa kiatnya bisa Anda sontek. (Foto: Pexels.com)
Orang dengan asma masih bisa melakukan kegiatan naik gunung. Beberapa kiatnya bisa Anda sontek. (Foto: Pexels.com)

Kiat Penderita Asma Mendaki Gunung

Rona wisata tips & trik
Sunnaholomi Halakrispen • 10 Mei 2019 15:05
Orang dengan asma masih bisa melakukan kegiatan naik gunung. Beberapa kiat yang bisa Anda lakukan agar tetap maksimal walau dengan asma antara lain persiapan obat, pemilihan jalur pendakian, serta strategi selama perjalanan.
 

 
Wonosobo: Pemandangan di puncak gunung tinggi begitu indah, salah satunya Gunung Prau di Jawa Tengah. Siapa yang bisa menolak? Tetapi, butuh perjuangan besar, terutama fisik kuat. Sanggupkah penderita asma melaluinya?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika kambuh, penderita asma mengalami penyempitan saluran pernapasan dan membuatnya kesulitan bernapas yang luar biasa. Ada banyak penyebabnya, beberapa di antaranya karena cuaca dingin, debu, dan kelelahan.
 
Mau tak mau, Anda akan bertemu dan berkawan dengan ketiganya. Tapi tenang, ada kiat-kiat atau strategi agar Anda mampu mengatasi sumber mayoritas penyebab kambuhnya serangan asma itu.

Persiapkan obat

Obat-obatan menjadi barang yang wajib Anda bawa ketika mendaki gunung tinggi. Apalagi untuk penderita asma. Bawalah obat pribadi yang bisa meringankan serangan asma Anda.
 
Ini penting untuk berjaga-jaga dan bukanlah hal yang merugikan. Jangan pernah terlalu percaya diri bahwa Anda akan baik-baik saja. Bagi wanita, bawalah cairan pembersih wajah yang tidak membutuhkan air misalnya milk cleanser dan face toner atau gunakan tisu pembersih wajah instan.
 
Hindari pemakaian air untuk membersihkan wajah dengan cairan pembersih. Sebab, tanah di gunung bisa tercemar jika menyerap cairan tersebut. Bahkan dengan pasta gigi.
 
Perlu diingat juga bahwa membawa terlalu banyak barang selama mendaki gunung bisa menjadikan tas Anda berat dan menghambat kecepatan langkah kaki Anda dan tentunya membuat Anda merasa lebih mudah lelah.
 
Kiat Penderita Asma Mendaki Gunung
(Setelah membawa obat asma, jangan lupa pikirkan jalan tempuh mendaki gunung. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
 
Jika Anda mudah lelah, nantinya Anda pun mudah terserang sesak napas. Maka, bawalah barang yang perlu Anda gunakan.
 
Di antaranya, jaket yang mampu menghindari Anda dari suhu dingin, sarung sangan, kaos kaki tebal, dua pasang baju ganti, sleeping bag, cooking set, spoon set, senter, dan jas hujan.
 
Kemudian, bungkuslah barang bawaan Anda dengan kantong plastik besar atau dry bag sebelum Anda memasukkannya ke dalam carrier bag.
 
Anda tidak perlu membawa peralatan mandi ketika mendaki Gunung Prau, karena tidak tersedia toilet atau kamar mandi selama di jalur pendakian. Jika Anda merasa gerah, gunakan tissue basah untuk tubuh. Tetapi, jangan buang sampahnya di gunung ya.
 
Sementara itu, jika Anda ingin mandi, Anda bisa menggunakan fasilitas kamar mandi di sekitar rumah warga, di kaki gunung. Ada banyak kamar mandi sewaan, bahkan ada yang menyediakan air hangat dengan harga Rp5.000.

Pahami jalur pendakian

Jalur pendakian harus Anda pahami agar Anda bisa menyesuaikan diri selama proses pendakian. Terlebih bagi para pendaki pemula, karena Anda akan menemui jalur yang licin dan ada juga yang curam.
 
Walaupun pendakiannya membutuhkan jarak tempuh yang relatif singkat, yakni sekitar dua sampai empat jam. Terpenting, atur napas Anda dengan tenang dan mendakilah dengan santai tanpa terburu-buru.
 
Untuk mencapai puncak Gunung Prau, tersedia tiga jalur pendakian dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Di antaranya, jalur Pranten di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, jalur Pathak Banteng di Wonosobo, dan jalur Kenjuran di Kendal.
 
Kiat Penderita Asma Mendaki Gunung
(Bagi penderita asma, obat-obatan menjadi barang yang wajib Anda bawa ketika mendaki gunung tinggi. Foto: Pexels.com)

Jalur paling populer

Jalur paling populer ialah Jalur Pathak Banteng. Di sini, ada empat pos yang harus Anda lalui. Mulai dari basecamp di area pemukiman sekitar hingga ke pos pertama, jalurnya menanjak melewati banyak anak tangga dan jalan bebatuan mulus.
 
Kemudian, dari pos pertama menuju ke pos kedua, Anda melalui jalan yang lebih naik, di sini masih ada anak tangga. Tersedia juga beberapa warung dan Anda bisa menambah bekal perjalanan seperti camilan dan minuman.
 
Berbeda dengan itu, dari pos kedua menuju pos ketiga, Anda akan menemukan tingkat kesulitan yang lebih, karena jalan lebih curam dari sebelumnya. Jika dada Anda mulai terasa sesak, istirahatlah dahulu di sisi jalur pendakian. Minumlah air mineral yang Anda bawa.
 
Pada pos ketiga hingga ke puncak Gunung Prau, Anda harus lebih waspada atau ekstra berhati-hati. Sebab, jalur pendakian semakin sulit dengan jalan yang menyempit, curam, dan ada jurang di sisi kanan dan kiri jalan.
 
Anda pun akan jarang menemukan jalan berbatu. Apabila cuaca berkabut dan musim hujan, jalur tanah bisa super licin. Ini membutuhkan tenaga dan konsentrasi yang ekstra. Jika Anda tidak dalam kondisi tenang, berisiko terserang sesak napas yang lebih parah, rasa mual di perut, dan pusing.
 
Supaya memberikan energi dan tidak mudah merasa lelah, konsumsilah madu atau cokelat batang. Kuncinya, rileks atau tenangkan diri Anda, atur napas, dan yakini dalam pikiran Anda bahwa Anda mampu. Sangat penting mengontrol pikiran dan sejalan dengan fisik yang siap.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif