Pernyataan tersebut merupakan hasil studi yang diterbitkan Journal of the American Medical Association Medical (JAMA) Internal Medicine, demikian dilansir Times, Rabu (2/3/2016).
Agustus lalu, Food and Drug Administration (FDA) menyetujui pemberian obat Flibanserin untuk mengobati hasrat seksual yang rendah pada wanita pra menopause. Para peneliti di Belanda kemudian melakukan uraian untuk melihat seberapa efektif obat tersebut bekerja.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Studi melibatkan enam ribu wanita, dan hasilnya mengatakan, konsumsi obat tersebut hanya meningkatkan satu setengah persen dari kehidupan seksual setiap bulan. Obat ini juga menimbulkan risiko lebih tinggi terhadap rasa kantuk, mual, pusing dan kelelahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
