Hal ini membuat begitu pentingnya kesadaran masayarakat akan seks yang aman, namun sayangnya topik ini masih sering dianggap tabu untuk dibicarakan di masyarakat.
"Seks sering kali masih dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan. Hal ini membuat diskusi tentang penyakit menular seksual dan seks aman tidak menjadi bagian dari percakapan kita sehari-hari," ujar Psikolog Seksual Zoya Amirin.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Edukasi seksual sudah cukup ramai digalangkan mulai dari level institusi pendidikan hingga program pemerintah. Namun, karena pandangan masyarakat yang masih menganggap hal ini tabu, maka edukasi tentang seks yang ada hingga sekarang masih belum memiliki hasil yang efektif.
"Seks yang aman perlu dipahami oleh banyak orang. Karena perlu disadari juga bahwa penyakit HIV menular melalui hubungan seksual yang berbahaya dan tidak aman," ujarnya.
Kondom merupakan alat kontrasepsi yang paling aman untuk mencegah penyebaran penyakit kelamin. Namun, kesan masyarakat umum terhadap kondom pun masih buruk. Kondom dianggap sebagai alat untuk melegalisasi tindakan seks pra-nikah.
"Kondom tidak melegalisasi seks pra-nikah. Tapi ketika umur tertentu anak sudah akan mulai tertarik pada lawan jenis. Saya juga tidak mau kalau anak-anak melakukan seks pra nikah. Tapi, kita enggak bisa menutup mata bahwa praktek seks bebas itu ada. Makanya edukasi seks tentang penggunaan kondom itu penting," kata Zoya.
Kondom menjadi alat kontrasepsi yang paling aman karena kondom satu-satunya alat kontrasepsi dimana para pelaku hubungan seks tidak saling bertukar cairan.
"Penyakit kelamin kan menularnya melalui cairan, kondom mencegah terjadinya pertukaran cairan antar pelaku hubungan seksual. Kondom itu 99 persen aman, satu persennya karena kesalahan manusia seperti kadaluarsa, sobek, atau salah pakai," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(LOV)
