"Hari di atas 80 derajat menyebabkan penurunan besar dalam tingkat kelahiran sekitar 8-10 bulan kemudian," kata studi tersebut.
Menurut peneliti, seks tentu melemah selama cuaca panas meningkat. Inilah yang menyebabkan menurunnya pertumbuhan penduduk dengan sedikitnya jumlah kelahiran bayi. Dalam penemuan peneliti, kehamilan lebih banyak terjadi saat musim gugur daripada musim panas.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Kelahiran bulan Agustus akan meningkat sebesar empat persen dibandingkan dengan kelahiran pada bulan April," tambah penulis.
Cuaca panas memiliki efek langsung pada kesuburan. Studi tersebut menunjukkan, suhu tinggi bisa menyakiti kesehatan reproduksi dengan merusak fungsi sperma, mengurangi kadar testosteron dan mengganggu siklus menstruasi.
Namun, penggunaan AC sejak tahun 1970-an dipercaya mampu meredam suhu atau cuaca panas di dalam rumah. Sehingga, aktivitas seksual masih tetap terjaga meski cuaca di luar panas. Namun, faktor-faktor seperti jenis pekerjaan orang bisa juga menjadi salah satu alasan penurunan tingkat kelahiran di Amerika. (Glamour/CNN)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(LOV)
