1. Menurunkan risiko terkena infeksi saluran kencing
Hampir 80 persen dari infeksi saluran kencing terjadi dalam waktu 24 jam dari hubungan seksual. Saat berhubungan seks, terutama wanita, bakteri di vagina dapat didorong ke dalam uretra dimana hal itulah yang bisa sebabkan infeksi. Jadi, ketika Anda jarang bercinta, maka risiko Anda menderita infeksi akan berkurang.
2. Anda merasa lebih cemas dan stres
Faktanya, seks membantu orang mengeluarkan tenaga atau energi. Peneliti Skotlandia menemukan bahwa orang yang abstain dari seks berjuang untuk mengatasi situasi stres seperti berbicara di depan umum daripada mereka yang melakukan seks setidaknya dua kali seminggu. Saat berhubungan seks, otak melepaskan perasaan senang seperti endorfin dan oksitosin yang membantu Anda merasa lebih nyaman.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
3. Lebih rentan terkena penyakit
Kurang waktu bercinta dapat mengurangi keluarnya kuman dan sayangnya Anda juga kehilangan manfaat sistem kekebalan tubuh yang menjaga dari penyakit. Peneliti di Wilkes-Barre University di Pennsylvania menemukan bahwa orang yang berhubungan seks sekali atau dua kali seminggu mendapatkan antibodi sekitar 30 persen yang berfungsi menjaga tubuh dari virus, daripada mereka yang jarang bercinta.
4. Membahayakan hubungan
Menurut psikolog Les Parrott, jarang bercinta bisa membuat hubungan Anda dan pasangan berjalan tidak mulus. "Pasangan suami istri yang jarang bercinta bisa mempengaruhi harga diri dan penurunan tingkat oksitosin atau hormon lainnya," katanya.
Hal ini juga dapat meningkatkan kekhawatiran bahwa salah satu dari Anda akan melihat ke orang lain untuk memenuhi hasrat seksual Anda. Namun, Parrot menunjukkan bahwa jarang bercinta tak lantas membuat Anda tak bahagia. Seks adalah salah satu ekspresi keintiman untuk pasangan, berciuman, berpegangan tangan dan membuat hubungan makin dekat.
5. Merasa tak berguna
Menurut sebuah studi dalam jurnal Archives of Sexual Behavior, wanita akan merasa lebih tertekan karena jarang bercinta. Bahkan, tim studi menemukan bahwa wanita yang pasangannya mengenakan kondom merasa sedikit sedih. Peneliti mengatakan, ada beberapa senyawa yang ditemukan dalam sperma yakni seronotin, melatonin, dan oksitosin yang memiliki manfaat meningkatkan suasana hati. (Womenshealthmag)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(LOV)
