“Tidak hanya disfungsi ereksi, bahkan kadang kali sudah ada niat, ada gairah untuk melakukan hubungan seksual tapi tidak kompak dengan kelamin yang tidak mengalami ereksi,” kata Psikolog Seksual Zoya Amirin.
“Atau bahkan ada juga yang hilang gairah sama pasangan sendiri tapi muncul gairahnya terhadap orang lain,” tambah Zoya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Zoya juga menuturkan beberapa faktor yang bisa mempengaruhi gairah atau hasrat untuk melakukan seks. Di antaranya adalah hormon, kapasitas untuk menciptakan fantasi, emosi, tingkat keintiman, stamina dan kondisi fisik.
“Dalam kemampuan menciptakan fantasi ataupun imajinasi, perempuan memiliki kemampuan yang lebih dibanding laki-laki. Daya khayalnya lebih kuat, beda dengan pria yang lebih butuh keadaan nyata untuk memuaskan hasrat seksualnya,” ujar Zoya.
Selain itu, menurut Zoya ada juga gangguan yang disebut dengan impotensi parsial, dimana pria tidak bernafsu terhadap istri sendiri tapi nafsu dengan wanita lain.
Zoya juga menyarankan untuk orang dewasa khususnya pria untuk menjaga kebugaran, mengonsumsi makanan sehat, meninggalkan pola hidup buruk seperti minum alkohol, rokok, dan narkoba.
“Yang perlu juga adalah menjaga keintiman pasangan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara coba jalan-jalan layaknya orang pacaran sama suami atau istri sendiri, pergi bulan madu untuk yang kedua kalinya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(LOV)
